• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ampuhkah Kondom untuk Mencegah Penyakit Infeksi Kelamin?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ampuhkah Kondom untuk Mencegah Penyakit Infeksi Kelamin?

Ampuhkah Kondom untuk Mencegah Penyakit Infeksi Kelamin?

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Februari 2022

“Kondom tidak bisa melindungi 100 persen dari penyakit infeksi kelamin. Namun, bila digunakan dengan benar dan konsisten, alat kontrasepsi tersebut mampu mencegah penyakit menular seksual tersebut secara efektif.”

Ampuhkah Kondom untuk Mencegah Penyakit Infeksi Kelamin?

Halodoc, Jakarta – Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang sering digunakan untuk mencegah kehamilan. Namun, sebenarnya bukan hanya itu saja kegunaannya, alat kontrasepsi tersebut juga penting saat berhubungan intim untuk mencegah penularan penyakit infeksi kelamin.

Penyakit infeksi kelamin paling sering menular melalui hubungan intim. Baik melakukan seks anal, seks oral, maupun kontak kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi, semua bisa membuat kamu berisiko tinggi untuk tertular penyakit tersebut. Beberapa infeksi kelamin berbahaya, sulit disembuhkan, bahkan mengancam jiwa pengidapnya. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai penyakit tersebut, salah satu caranya adalah dengan menggunakan kondom saat berhubungan intim. Namun, apakah benar kondom ampuh dalam mencegah penyakit infeksi kelamin? Simak ulasannya di sini.

Mengenal Infeksi Kelamin 

Infeksi kelamin adalah penyakit yang menyerang organ intim yang bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur. Contoh infeksi kelamin yang disebabkan oleh virus, yaitu hepatitis B, herpes, HIV, dan human papilloma virus (HPV). Sementara infeksi kelamin yang disebabkan oleh bakteri, antara lain klamidia, gonore, dan sifilis. Jamur juga bisa menjadi penyebab penyakit tersebut yang biasanya dialami oleh wanita.

Nah, kebanyakan dari penyakit infeksi kelamin ditularkan melalui hubungan seks. Namun, infeksi jamur pada vagina disebabkan oleh kehamilan, kondisi medis tertentu, dan penggunaan obat-obatan.

Orang-orang yang aktif berhubungan seksual memiliki risiko yang tinggi untuk terkena infeksi kelamin. Risiko untuk terkena infeksi kelamin semakin tinggi bila kamu memiliki banyak pasangan seks, dan pernah berhubungan seks dengan seseorang yang memiliki banyak pasangan atau tanpa penggunaan kondom.

Jadi, cara yang paling efektif untuk mencegah infeksi kelamin adalah dengan tidak berhubungan seks sama sekali. Bila kamu ingin berhubungan seks, kamu bisa menurunkan risiko terkena penyakit infeksi kelamin dengan tidak bergonta-ganti pasangan seksual. Pastikan pasangan seksual kamu juga hanya berhubungan dengan kamu dan tidak memiliki infeksi kelamin. Selain itu, penggunaan kondom juga sangat membantu untuk mencegah penyakit tersebut.

Seberapa Ampuh Kondom Mencegah Infeksi Kelamin?

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondom lateks yang digunakan dengan benar dan konsisten sangat efektif dalam mencegah penularan HIV secara seksual dan bisa membantu mengurangi risiko beberapa penyakit menular seksual lainnya. Kondom lateks pria lebih efektif untuk mencegah penyakit menular seksual dibandingkan kondom wanita. Namun, bila pria tidak menggunakan kondom, wanita harus menggunakannya untuk hubungan seksual yang aman.

Penelitian sudah menunjukkan bahwa penggunaan kondom yang benar dan konsisten bisa mengoptimalkan keefektifan alat tersebut dalam mengurangi risiko infeksi HIV. Dalam hubungan heteroseksual, pasangan yang menggunakan kondom secara konsisten memiliki  risiko 80 persen lebih rendah untuk terinfeksi HIV, dibandingkan orang-orang yang tidak menggunakannya. Namun, sebaliknya, tidak menggunakan kondom dengan benar setiap kali berhubungan seksual terbukti bisa meningkatkan risiko penularan HIV.

Bukan hanya HIV, studi ilmiah juga sudah menunjukkan bahwa kondom lateks bisa mengurangi infeksi gonore dan klamidia, baik pada wanita maupun pria. Namun, alat kontrasepsi tersebut tidak bisa melindungi kamu dari infeksi kelamin, seperti herpes, kutil kelamin, dan sifilis, yang bisa menular dari kontak kulit ke kulit.

Penting untuk diingat bahwa kondom tidak bisa melindungi 100 persen dari penyakit infeksi kelamin. Namun, bila digunakan dengan benar dan konsisten, alat tersebut mampu mencegah penyakit tersebut secara efektif.

Tips Menggunakan Kondom yang Benar

Berikut adalah tips-tips menggunakan kondom yang benar agar efektif untuk mencegah penyakit infeksi kelamin:

  • Kenakan dulu kondom sebelum melakukan kontak seksual apapun.
  • Keluarkan kondom dari kemasannya dan berhati-hatilah agar kamu tidak merobeknya dengan kuku. Jangan membuka kemasan dengan gigi.
  • Kenakan kondom di atas ujung penis yang ereksi, lalu gulung kondom perlahan hingga ke pangkal penis. Cincin yang tidak digulung harus berada di luar. Sisakan sekitar ½ inci ruang di ujungnya, sehingga air mani bisa terkumpul di sana. Pencet ujungnya untuk mengeluarkan udara.
  • Setelah berhubungan seks, keluarkan penis saat masih ereksi. Peganglah kondom di pangkal penis saat kamu melakukan ini.
  • Lepaskan kondom dari penis dan berhati-hatilah agar tidak menumpahkan air mani. Lalu, buang kondom ke tempat sampah.
  • Jangan menggunakan kondom kembali. Bila ingin berhubungan seks lagi, gunakan yang baru.
  • Bila kamu ingin menggunakan pelumas, pastikan pelumas tersebut berbahan dasar air.

Itulah penjelasan mengenai keampuhan kondom dalam mencegah penyakit infeksi kelamin. Bila kamu mengalami gejala infeksi kelamin, seperti nyeri saat buang air kecil atau organ intim terasa gatal, coba bicarakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter terpercaya dari Halodoc bisa membantu memberi diagnosis awal dan saran kesehatan yang tepat. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Family Doctor. Diakses pada 2022. Sexually Transmitted Infections (STIs).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Condom Effectiveness.
US Aid. Diakses pada 2022. Condom Use: How It Relates To HIV And STI Prevention.
National Health Service. Diakses pada 2022. Condoms.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Yeast infection (vaginal).