Amy Schumer Jalani Bayi Tabung, Ini yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Amy Schumer Jalani Bayi Tabung, Ini yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Amy Schumer yang dikenal sebagai stand-up komedian, penulis, aktris, dan produser asal Amerika dikabarkan tengah menjalani proses bayi tabung untuk mendapatkan anak kedua. Bayi tabung, istilah medis disebut in vitro fertilization (IVF) adalah  prosedur medis ketika sel telur wanita dibuahi dengan sperma namun dilakukan di laboratorium. Jika embrio sudah terbentuk, maka akan dibekukan atau dipindahkan ke rahim wanita, yang diharapkan akan terjadi kehamilan. 

Lewat unggahan di Instagram pribadinya (10/01), Amy mengatakan bahwa dirinya sangat terpuruk dan emosional. Ia meminta kepada pengikutnya yang pernah merasakan hal yang sama untuk memberikan saran kepadanya. Lantas, apa yang harus diperhatikan ketika hendak menjalani proses bayi tabung?

Baca juga: Ini Serba-serbi Bayi Tabung yang Perlu Diketahui 

Emosi yang Meningkat adalah Hal yang Wajar

Melansir dari Healthline, hal yang wajar terjadi ketika wanita menjadi lebih emosional saat mempersiapkan, memulai, dan menyelesaikan siklus proses bayi tabung. Kecemasan, kesedihan, dan ketidakpastian adalah hal yang umum ketika seseorang melakukan investasi keuangan dan fisik yang substansial untuk bisa hamil.

Belum lagi terkait hormon yang juga ikut berubah. Sekitar dua minggu proses awal pemeriksaan meningkatkan emosi dan membuat tubuh seorang wanita merasa benar-benar kehabisan tenaga. Sebaiknya 30 hari menjelang siklus IVF, wanita wajib memastikan tubuhnya dalam keadaan sehat, kuat, dan sepenuhnya siap untuk proses medis yang intensif ini. 

Tanyakan pada dokter spesialis kandungan di Halodoc untuk mendapatkan saran kesehatan seputar kehamilan. Kamu hanya perlu chat menggunakan smartphone kamu untuk mendapatkan saran kesehatan yang kamu butuhkan. 

Baca juga: Tren Surrogate Mother untuk Punya Anak

Bayi Tabung, Ini Prosedur yang Harus Dijalani

Terdapat tahapan yang dijalani wanita yang hendak melakukan prosedur bayi tabung, yaitu:

  • Tahap  Pertama (3 hingga 12 hari). Wanita diminta minum obat kesuburan dengan tujuan merangsang indung telur. Obat ini membantu mempersiapkan peningkatan produksi telur.

  • Tahap Kedua (36 jam). Injeksi tunggal human chorionic gonadotropin (hCG) diberikan untuk merangsang pelepasan telur. Injeksi ini juga dijuluki "hormon kehamilan." Tepat 36 jam setelah injeksi, kamu akan menjalani prosedur untuk mengambil, atau memanen, telur.

  • Tahap Ketiga (1 hari). Suami (atau pendonor sperma) telah menyediakan sperma dan sel telur segar akan dibuahi dalam beberapa jam. Tahapan ini kamu mulai mendapatkan progesteron, yang membantu mempersiapkan rahim untuk menjaga kelangsungan hidup kehamilan dan mengurangi kemungkinan keguguran.

  • Tahap Keempat (5 hari). Kurang dari satu minggu setelah pengambilan, embrio yang layak akan ditransfer ke rahim dengan prosedur non-invasif.

  • Tahap Kelima (9 hingga 12 hari). Wanita diuji untuk memastikan embrio telah ditanamkan dengan aman di dalam rahim, yang memicu pelepasan hormon kehamilan pada tubuh.

Baca juga: Bisakah Memilih Jenis Kelamin dalam Proses Bayi Tabung?

Gaya Hidup Sehat untuk Keberhasilan Proses Bayi Tabung

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan terkait gaya hidup untuk meningkatkan keberhasilan proses bayi tabung, yaitu:

  • Konsumsi Makanan Sehat. Fokuslah untuk konsumsi makanan sehat dan seimbang sebelum dan selama proses ini. Penting juga untuk tidak melakukan perubahan besar atau signifikan, misalnya menjadi konsumsi makanan bebas gluten jika sebelumnya kamu tidak melakukannya. Diet Mediterania juga merupakan pola makan yang disarankan selama proses ini, karena berfokus pada sayuran dan lemak sehat yang memberikan nutrisi positif pada tubuh. Pastikan pasangan ikut mengonsumsi makanan sehat seperti yang kamu lakukan. 

  • Tetap Olahraga. Banyak wanita yang menghindari atau berhenti berolahraga selama siklus ini karena mereka takut membuat kehamilan tidak berhasil terjadi. Sebaiknya, kamu tetap konsisten untuk berolahraga. Namun, pastikan untuk mengurangi olahraga lari, karena aktivitas ini memiliki efek buruk pada penebalan lapisan dan mengalirkan darah dari rahim ke organ dan otot lain padahal sistem reproduksi membutuhkannya. Untuk itu lakukanlah olahraga ringan saja. 

  • Hindari Bahan Kimia Tertentu. Pertimbangkan untuk membuang atau menghindari beberapa barang rumah tangga yang dibuat dengan bahan kimia yang mengganggu endokrin. Bahan ini mengganggu kesehatan reproduksi dan perkembangan janin kelak. Bahan kimia yang harus dihindari yaitu cat kuku, kosmetik, pelembap, sabun mandi, tikar yoga, bahan anti noda, alat masak anti lengket, daging, susu, tanah liat seni, plastik, pelapis obat, kosmetik dengan pewangi, dan lain-lain.

Itulah yang perlu dipahami dari proses bayi tabung dan kesiapan untuk menjalaninya. Ingat, kerja sama antara kamu dan pasangan sangat diperlukan serta saling mendukung untuk mencapai keberhasilan yaitu kehamilan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. The 30-Day Guide to IVF Success.
NHS UK. Diakses pada 2020. IVF.