• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Alami Alergi Susu, Kapan Perlu Dibawa ke Dokter?

Anak Alami Alergi Susu, Kapan Perlu Dibawa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Anak Alami Alergi Susu, Kapan Perlu Dibawa ke Dokter?

“Alergi susu merupakan masalah kesehatan yang terjadi sebagai bentuk respons abnormal sistem imunitas tubuh setelah mengonsumsi susu atau semua produk olahannya.”

Halodoc, Jakarta – Alergi susu lebih sering terjadi pada anak ketika dikenalkan oleh susu sapi. Meski begitu,tidak menutup kemungkinan masalah kesehatan ini juga bisa terjadi pada orang dewasa. Sering ditemui, alergi susu sapi pada orang dewasa merupakan kondisi bawaan sejak kecil. Bedanya, pada orang dewasa alergi susu terbilang rendah jika dibandingkan dengan anak.

Sebagian besar alergi susu terjadi pada anak sebelum usianya menginjak 16 tahun. Gejalanya bervariasi yang tergantung pada durasi dan sesering apa alergi muncul. Gejala bisa terjadi secara langsung, beberapa jam, bahkan beberapa hari setelah mengonsumsi produk susu. Begitu pula dengan tingkat keparahannya yang dilihat dari berapa banyak susu atau produk olahannya dikonsumsi.

Mengapa Alergi Susu Terjadi?

Secara sederhana, alergi susu terjadi karena adanya masalah pada sistem imunitas tubuh seseorang. Imunitas tubuh akan menganggap protein yang terkandung dalam susu sebagai zat yang membahayakan. 

Baca juga: Saat Anak Kena Alergi Susu, Atasi dengan Cara Ini

Hal ini akan membuat sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi untuk menetralkan alergen tadi yang disebut imunoglobulin E. Proses ini akan membantu melepaskan histamin yang nantinya akan berakibat munculnya gejala alergi.

Namun, alergi susu tidak sama dengan intoleransi laktosa yang sering membuat banyak orang masih salah. Intoleransi laktosa adalah kondisi saat tubuh tidak mampu mencerna gula yang terkandung dalam susu. Masalah kesehatan ini jelas tidak ada kaitannya dengan kondisi kekebalan tubuh. Gejala dan cara pengobatannya pun tidak sama, karena whey dan kasein menjadi dua jenis protein susu yang memicu alergi pada tubuh.

Alergi susu memang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan ini, yaitu:

  • Anak-anak, karena imunitas tubuh yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan mengalami reaksi alergi. Meski begitu, biasanya kondisi ini akan semakin berkurang seiring dengan usia yang semakin bertambah dan kekebalan tubuh yang semakin menguat.
  • Anak yang mengidap dermatitis atopik.
  • Adanya alergi lain yang terjadi setelah alergi susu.
  • Adanya riwayat alergi pada keluarga, misalnya asma atau rinitis alergi.

Baca juga: Yang Terjadi pada Si Kecil Ketika Alergi Susu

Kapan Alergi Susu Harus Mendapatkan Penanganan?

Setiap orang akan mengalami gejala alergi susu yang berbeda. Biasanya, jika alergi langsung terjadi, gejalanya berupa: 

  • Rasa gatal atau sensasi, seperti tersengat pada area sekitar bibir dan mulut.
  • Area amandel, lidah, atau bibir mengalami pembengkakan.
  • Muntah.
  • Batuk
  • Mengi atau napas yang berbunyi melengking.
  • Mengalami sesak napas. 

Sementara itu, gejala yang terjadi beberapa jam setelah mengonsumsi susu antara lain:

  • Mengalami diare.
  • Mual dan muntah.
  • Muncul ruam pada kulit.

Lalu, gejala yang muncul beberapa hari setelah mengonsumsi susu, yaitu:

  • Mata menjadi berair.
  • Pilek.
  • Muncul ruam dan rasa gatal di sekitar mulut.
  • Napas berbunyi atau mengi.
  • Mengalami eksim.
  • Mengalami diare yang terkadang disertai dengan darah.
  • Mengakami kram perut.
  • Bayi mengalami kolik, yang ditandai dengan bayi menangis terus-menerus.

Selain gejala tersebut, alergi susu juga bisa memicu munculnya gejala yang lebih membahayakan yang disebut reaksi anafilaksis. Kondisi ini bisa berujung pada kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan. Sayangnya, selain kacang, susu juga menjadi jenis makanan yang bisa menimbulkan reaksi tersebut.

Baca juga: Inilah Mekanisme Terjadinya Alergi Susu Sapi dalam Tubuh

Anafilaksis akan mengakibatkan saluran pernapasan mengalami penyempitan sehingga dapat menghambat proses pernapasan. Beberapa gejala serius anafilaksis yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Wajah berubah warna memerah yang diikuti dengan rasa gatal di seluruh tubuh.
  • Mengalami sesak napas
  • Mengalami penurunan tekanan darah sehingga berdampak pada syok.

Segera beritahukan pada dokter apabila kamu mengalami reaksi alergi susu. Meski gejalanya ringan, penanganan tetap perlu dilakukan guna menghindari terjadinya komplikasi yang lebih serius. Pastikan kamu sudah download dan punya aplikasi Halodoc di ponselmu sehingga kapan saja kamu punya keluhan kesehatan, kamu bisa langsung mendapatkan penanganan dari dokter spesialis


Referensi:

KidsHealth. Diakses pada 2021. Milk Allergy.

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Milk Allergy.

BetterHealth. Diakses pada 2021. Cow’s Milk Allergy.