• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Alami Gangguan Tidur Berjalan, Saatnya Mulai Terapi

Anak Alami Gangguan Tidur Berjalan, Saatnya Mulai Terapi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anak Alami Gangguan Tidur Berjalan, Saatnya Mulai Terapi

Halodoc, Jakarta - Anak yang mengalami gangguan tidur berjalan terjadi ketika ia bangun saat tidur tapi tidak menyadari tindakannya. Gangguan tidur ini juga dikenal sebagai somnambulisme. Berjalan dalam tidur sering terlihat pada anak-anak berusia antara 4 dan 8 tahun. 

Kebanyakan anak yang mengalami gangguan tidur berjalan mulai melakukannya satu atau dua jam setelah tertidur. Episode berjalan dalam tidur biasanya berlangsung dari lima hingga 15 menit. Perilaku ini biasanya tidak berbahaya dan kebanyakan anak tetap dapat tumbuh besar. Namun, kondisi ini akan berbahaya jika tidak ditangani. 

Baca juga: Sleeping Beauty Syndrome, Kenapa Bisa Tidur Terlalu Lama?

Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan pada Anak

Gangguan tidur berjalan akan berbahaya jika tidak ditangani. Penting untuk melindungi anak dari kemungkinan cedera akibat tidur berjalan. Jika ayah dan ibu melihat anak berjalan dalam tidur, coba untuk membimbingnya dengan lembut kembali ke tempat tidur. Jangan mencoba membangunkan orang yang berjalan dalam tidur, karena hal ini dapat memperburuk keadaan. 

Saat anak sedang pada kondisi tidur berjalan, ayah dan ibu cukup meyakinkannya dengan kata-kata dan bantu mengarahkan anak kembali ke tempat tidur. Terdapat tindakan pengamanan yang bisa dilakukan di sekitar rumah untuk menjaga keamanan anak, yaitu:

  • Menutup dan mengunci semua pintu dan jendela di malam hari. 
  • Memasang alarm di pintu dan jendela, atau memasang kunci di luar jangkauan anak. 
  • Memindahkan barang-barang yang bisa menimbulkan bahaya tersandung. 
  • Menyingkirkan benda tajam dan mudah pecah di sekitar tempat tidur anak.
  • Tidak membiarkan anak tidur di tempat tidur susun.
  • Memasang gerbang pengaman di depan tangga atau pintu masuk.
  • Menurunkan suhu pada pemanas air untuk mencegah luka bakar.
  • Menjauhkan kunci dari jangkauan. 

Baca juga: Sleepwalking: Harus Dibangunkan atau Dibiarkan?

Gangguan Tidur pada Anak

Pada hampir setiap tahap perkembangan, perubahan tubuh, dan pikiran anak dapat menyebabkan mereka sulit tidur. Anak mungkin mengalami kecemasan dan ingin berpelukan dengan ibunya di tengah malam. Mereka mungkin sedang semangat belajar, hingga selalu memikirkannya sepanjang malam. Bahkan dorongan untuk meregangkan tangan dan kaki dapat membuat mereka terjaga di malam hari. 

Gangguan tidur lainnya dapat disebabkan oleh hari yang sangat menyenangkan atau melelahkan yang membuat anak terlalu gelisah untuk tidur nyenyak. Makanan dan minuman yang mengandung kafein bisa membuat anak sulit tidur atau tertidur. Begitu juga dengan lingkungan baru atau perubahan signifikan pada rutinitas juga dapat mengganggu. 

Pada kasus gangguan tidur berjalan pada anak, dokter dapat mendiagnosis berdasarkan cerita dari anggota keluarga tentang perilaku anak. Umumnya, kondisi ini tidak memerlukan perawatan atau terapi khusus. Pemeriksaan yang diperlukan yaitu fisik dan psikologis. Jika terdapat masalah medis lain yang menjadi penyebab, maka perawatan diperlukan untuk masalah yang mendasarinya. 

Jika dokter mencurigai adanya masalah tidur lainnya, seperti sleep apnea, maka diperlukan studi tidur. Studi ini memerlukan anak untuk tidur semalaman di laboratorium. Elektroda dipasang pada bagian tubuh tertentu anak untuk mengukur detak jantung, gelombang otak, laju pernapasan, ketegangan otot, gerakan mata dan kaki, serta kadar oksigen dalam darah. Kamera juga dipasangkan untuk merekam anak saat tidur. 

Baca juga: Ingin Atasi Gangguan Tidur? Yuk, Buat Catatan Tidur Harian

Jika berjalan dalam tidur sudah sangat merepotkan, segera diskusikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, penanganan dan pemantauan terhadap kondisi anak dapat dilakukan secara terjadwal.

Apabila berjalan dalam tidur menyebabkan perilaku berbahaya atau kelelahan berlebihan pada anak, dokter mungkin meresepkan obat seperti benzodiazepin (obat psikoaktif yang biasa diresepkan untuk mengatasi kecemasan) atau antidepresan. 

Referensi:
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. Pediatric Sleepwalking
WebMD. Diakses pada 2020. Sleep Problems in Children