• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Alami Night Terror, Orangtua Harus Apa?

Anak Alami Night Terror, Orangtua Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Night terror dan mimpi buruk mungkin tampak sama, tapi ada satu perbedaan di antara keduanya. Tidak seperti mimpi buruk, anak-anak biasanya tidak bangun dari night terror. Ketika itu terjadi, anak mungkin berteriak, memukul dan menendang, duduk dari tempat tidur, serta tampak diteror. Akan sangat sulit untuk membangunkan atau berkomunikasi dengan anak yang sedang mengalami night terror, mereka tidak dapat dihibur. 

Setelah night terror berlangsung, beberapa detik hingga menit berikutnya, anak yang tampak traumatis biasanya akan kembali tidur dengan normal. Selain itu, anak tidak akan ingat mengenai night teror di esok hari. Kebanyakan orangtua mencoba menghibur anak setelah mimpi buruk. Namun, jika anak mengalami night terror, ketakutannya mungkin tidak dapat dihilangkan dengan cara apapun. 

Baca juga: 3 Cara agar Anak Terhindar dari Night Terror

Orangtua Perlu Menunggu dan Memastikan Anak Baik-Baik Saja

Night terror merupakan gangguan tidur yang tampaknya mirip dengan mimpi buruk, tetapi jauh lebih dramatis. Meskipun night terror akan mengkhawatirkan orangtua yang menyaksikan. Peristiwa ini biasanya tidak menimbulkan kekhawatiran atau tanda masalah medis yang serius. 

Night terror bisa sangat mengganggu orangtua yang mungkin merasa tidak berdaya saat mereka tidak dapat mengatasi dengan cara apapun. Cara terbaik untuk menangani night terror adalah menunggu dengan sabar dan memastikan anak tidak terluka jika ia meronta-ronta. Anak biasanya akan tenang dan kembali tidur sendiri dalam beberapa menit. 

Cara terbaik untuk tidak membangunkan anak selama night terror. Ini biasanya tidak berhasil, anak yang bangun cenderung bingung dan mungkin butuh waktu lebih lama untuk tenang dan kembali tidur. 

Baca juga: Anak Rentan Terserang Night Terror, Ini Penyebabnya

Tidak ada perawatan khusus untuk mengatasi night terror pada anak, tapi orangtua dapat membantu mencegahnya. Yaitu dengan mencoba untuk:

  • Kurangi stres pada anak.
  • Buat rutinitas sebelum tidur yang sederhana dan santai.
  • Pastika anak cukup istirahat.
  • Bantu anak agar merasa lelah.
  • Jangan biarkan anak tidur terlambat.
  • Jika anak mengalami night terror di waktu yang sama setiap malam, orangtua dapat mencoba membangunkan anak sekitar 15-30 menit sebelum itu terjadi. Lihat apakah itu membantu untuk mencegahnya. 

Memahami night terror dapat meredakan kekhawatiran orangtua dan membantu anak tidur nyenyak. Namun, jika night terror terjadi berulang kali, sebaiknya bicarakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab Anak Mengalami Night Terror

Night terror disebabkan oleh gairah berlebihan sistem saraf pusat selama tidur. Tidur terjadi dalam beberapa tahap, yaitu mimpi (termasuk mimpi buruk), selama tahap rapid eye movement (REM). Night terror terjadi selama tidur non-REM. Night terror secara teknis bukan mimpi, tetapi lebih seperti reaksi tiba-tiba rasa takut yang terjadi selama transisi dari satu tahap tidur ke tahap lainnya. 

Night terror biasanya terjadi sekitar 2 atau 3 jam setelah anak tertidur, ketika tidur berlangsung pada tahap terdalam (nyenyak) dari tidur non-REM ke tidur REM yang lebih ringan. Biasanya, transisi ini berlangsung lancar, tetapi kadang anak menjadi marah dan ketakutan. 

Baca juga: Cemas Saat Malam Hari, Kenali tanda Night Terror

Night terror biasanya terjadi pada anak-anak yang:

  • Lelah, sakit, atau stres.
  • Baru minum obat.
  • Tidur di lingkungan baru atau jauh dari rumah. 
  • Kurang tidur.
  • Terlalu banyak kafein. 

Night terror sebenarnya jarang terjadi, tetapi hanya pada 3-6 persen anak-anak. Sementara itu, hampir setiap anak kadang mengalami mimpi buruk. Night terror biasanya terjadi pada anak usia antara 4 hingga 12 tahun, sedikit terjadi pada bayi 18 bulan, dan umum terjadi pada anak laki-laki. 

Referensi;
Kids Health. Diakses pada 2020. Night Terror. 
Sleep Foundation. Diakses pada 2020. What A Night Terror Looks Like.