• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Bermain Air Saat Banjir, Waspada Dampaknya

Anak Bermain Air Saat Banjir, Waspada Dampaknya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pergantian tahun baru saja dimulai, tetapi warga Ibukota dan sekitarnya harus bersedih karena musibah banjir. Di beberapa daerah, warga bahkan harus mengungsi dan dievakuasi dari rumah karena banjir yang merendam pemukiman terlampau tinggi dan tak kunjung surut. Namun, di tengah kekacauan itu, tampak banyak anak-anak yang terlihat bermain di air banjir dengan riang.

Meski tampaknya sangat seru, sebenarnya berenang di air banjir yang keruh memiliki cukup banyak risiko kesehatan, lho. Jadi, orangtua sebaiknya tidak membiarkan anak bermain air saat banjir terlalu lama, jika tidak ingin sang buah hati terkena dampak berbagai penyakit berikut: 

1. Gangguan Pencernaan

Keruhnya air banjir menandakan bahwa ada banyak sekali kotoran dan kuman di dalamnya. Jika Si Kecil berenang di air tersebut, risiko gangguan pencernaan dapat mengintai. Secara medis, gangguan pencernaan diartikan sebagai berbagai jenis masalah yang terjadi pada sistem pencernaan tubuh, dari mulut hingga anus. 

Dua dari banyaknya jenis gangguan pencernaan, yang umum terjadi ketika anak bermain di air banjir yang kotor adalah sakit perut dan diare. Sakit perut adalah gejala yang muncul akibat berbagai jenis penyakit, mulai dari yang paling ringan hingga yang berat. 

Baca juga: Banjir 2020, Waspada 5 Penyakit Kulit yang Mengintai

Sementara itu, diare adalah kondisi ketika seseorang buang air besar lebih sering dari biasanya, dengan konsistensi feses yang encer. Sakit perut dan diare dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun, dalam kasus anak-anak yang bermain air saat banjir, gangguan kesehatan ini dapat terjadi akibat infeksi bakteri, virus, dan parasit, yang terdapat di air banjir.

2. Penyakit Kulit

Seperti telah disebutkan tadi, bahwa air banjir dapat membawa bakteri, virus, dan parasit penyebab penyakit. Nah, ketika anak asik bermain di air itu, tentu saja ia akan bermain dalam waktu yang cukup lama, bukan? Hal ini dapat meningkatkan risikonya untuk terinfeksi penyakit kulit, seperti gatal-gatal, ruam kulit, kutu air, dan masih banyak lagi.

Jadi, pastikan untuk tidak terlalu lama membiarkan anak-anak bermain di air banjir, dan segera bersihkan tubuhnya. Jika Si Kecil menunjukkan gejala gatal-gatal atau ruam kulit, segera tanyakan pada dokter di Halodoc, tentang pertolongan pertama atau obat apa yang bisa diberikan. 

Baca juga: Waspada Banjir, Ini Bahaya Genangan Air bagi Kesehatan

3. Leptospirosis

Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang rentan menyerang ketika terjadi banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans, yang menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Leptospirosis dapat menyerang anak-anak yang bermain air banjir, melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine atau darah hewan pembawa bakteri penyebab leptospirosis.

Ketika banjir, semua urine dan bangkai hewan yang mungkin terdapat di gorong-gorong, kali, atau mungkin tempat pembuangan sampah, akan tercampur bersama air yang membanjiri rumah-rumah. Itulah sebabnya leptospirosis banyak terjadi di daerah yang terkena banjir.

Gejala leptospirosis bisa jadi tidak langsung muncul. Pada beberapa kasus, gejala baru muncul setelah masa inkubasi 10 hari, dengan ciri-ciri seperti:

  • Demam tinggi hingga menggigil.

  • Nyeri kepala.

  • Nyeri otot khususnya di daerah betis.

  • Sakit tenggorokan disertai batuk kering.

  • Mata merah dan kulit menguning.

  • Mual hingga muntah-muntah dan disertai diare.

Tips Jaga Kesehatan Anak Saat Banjir

Lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penunjang kesehatan anak. Namun, ketika banjir menerjang, bahkan hingga ketika sudah surut, menjaga kebersihan mungkin akan lebih sulit untuk dilakukan. Anak-anak yang masih belum mengerti betul tentang pentingnya hal ini, tentu saja akan menganggap banyaknya air ketika banjir sebagai sarana untuk berenang dan bermain air. 

Baca juga: 8 Penyakit yang Umum Muncul Setelah Bencana Banjir

Kadang karena melihat betapa riangnya Si Kecil, atau sedang sibuk mengevakuasi barang-barang agar tidak kena air, orangtua kerap membiarkan saja Si Kecil berenang di air banjir. Padahal, ada cukup banyak risiko gangguan kesehatan yang mengintai. 

Jika memang anak tampak sangat ingin bermain air, boleh saja membiarkannya bermain sebentar. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh orangtua, agar Si Kecil bisa tetap sehat saat dan setelah banjir, yaitu:

  • Selalu bersihkan tubuh Si Kecil. Terutama setelah bermain air saat banjir. Jika tidak memungkinkan untuk mandi, bersihkan tubuhnya dengan handuk atau tisu basah yang bersih. Hal ini dapat meminimalisasi risiko terkena penyakit kulit.

  • Jangan lupa cuci tangan. Pastikan Si Kecil selalu mencuci tangannya sebelum dan setelah makan, setelah buang air, dan setelah bermain air banjir.

  • Pastikan kebersihan peralatan makan. Tak hanya kebersihan tubuh, pastikan juga peralatan makan yang digunakan Si Kecil bersih. 

  • Minum air bersih dan matang. Meski sulit mendapatkan air bersih, usahakan untuk selalu minum air yang bersih dan matang. Sebab mengonsumsi air yang terkontaminasi dapat menjadi sumber penyakit.

Referensi:
World Health Organization WHO. Diakses pada Januari 2020. Flooding and Communicable Diseases Fact Sheet.
MedicineNet. Diakses pada Desember 2019. Diarrhea Causes, Medicine, Remedies, and Treatment.
US National Library of Medicine - NIH. Januari 2020. Leptospirosis.