• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Buta Warna, Begini Cara Mendampinginya saat Belajar

Anak Buta Warna, Begini Cara Mendampinginya saat Belajar

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anak Buta Warna, Begini Cara Mendampinginya saat Belajar

Halodoc, Jakarta - Buta warna adalah gangguan penglihatan yang bisa menyerang saja, termasuk ke anak-anak. Meski bukan kondisi yang serius, tetapi buta warna bisa membuat pengidapnya kesulitan dalam menjalankan aktivitas harian. Contohnya, memengaruhi aktivitas atau kegiatan belajar Si Kecil di sekolah atau di rumah.

Nah, pertanyaannya, bagaimana cara mendampingi anak buta warna saat belajar? 

Tips Mendampingi Anak Buta Warna Belajar

Buta warna pada anak seringnya terlambat untuk diketahui. Sebab, anak-anak cenderung belum mengetahui dan tidak menyadari bahwa apa yang dilihatnya mungkin saja tidak sempurna. Sebagian besar anak-anak mungkin merasa cukup hanya dengan melihat beberapa gradasi warna. Padahal, pada orang normal ada ratusan jenis warna yang sebenarnya bisa dikenali. 

Nah, buta warna pada anak atau siswa di sekolah bisa memicu masalah pada dirinya, misalnya: 

  • Tidak dapat membedakan antara warna atau corak tertentu dari warna yang serupa.
  • Mengalami masalah dengan tugas atau proyek tertentu yang mengharuskan mereka menggunakan warna.
  • Peka atau sensitif terhadap cahaya di dalam kelas dan membutuhkan akomodasi tempat duduk.
  • Merasa minder atau frustrasi tentang buta warna mereka.
  • Berisiko diejek atau diintimidasi karena buta warna.

Kembali ke tajuk utama, bagaimana cara mendampingi anak buta warna saat belajar? Nah, berikut ini cara yang bisa guru dan orang tua lakukan saat mendampingi anak belajar, yaitu:

  • Menulis dengan warna hitam di papan tulis daripada menggunakan warna (atau menggunakan kapur putih di papan tulis alih-alih kapur berwarna)
  • Membuat salinan selebaran (materi pelajaran) dengan kontras hitam putih yang tinggi, dan bukan pada kertas berwarna.
  • Hindari menggunakan buku mewarnai dengan warna dan bahan pendukung lainnya. 
  • Menuliskan nama warna jika relevan dengan instruksi (matahari kuning, katak hijau, dll.)
  • Memastikan perlengkapan seni atau perlengkapan lain dengan warna diberi label yang sesuai.
  • Pastikan pencahayaan di kelas atau rumah baik untuk memudahkan anak untuk dalam mengenali warna. Anak dengan buta warna harus duduk dalam pencahayaan alami yang baik, tetapi hindari di tempat yang terang.
  • Memeriksa pengaturan komputer, halaman web, dan alat peraga berbasis komputer untuk memastikan bahwa anak dapat memilih informasi yang relevan. 

Baca juga: 4 Tes Buta Warna pada Anak di Rumah

Selain hal-hal di atas, masih banyak tips atau cara-cara lainnya yang bisa ibu lakukan, agar anak dengan buta warna lebih mudah mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Hal yang perlu diingat, dengan mengenal dan memahami apa yang dapat dan tidak dapat dilihat oleh siswa buta warna, dapat membantu ibu atau guru memahami dan memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik. 

Tes Buta Warna, Kapan Harus Dilakukan?

Menurut para ahli di American Academy of Ophthalmology dan American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus, orangtua perlu mulai memeriksakan mata anaknya sejak awal dilahirkan. Tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya kemungkinan tanda-tanda kelainan penglihatan.

Selanjutnya, ketika dirinya sudah menginjak usia enam bulan sampai satu tahun, cobalah periksa kembali perkembangan matanya. Tahap selanjutnya pada usia 3 sampai 3,5 tahun, lakukan pemeriksaan lanjutan dan tes ketajaman mata. 

Nah, di usia 5-6 tahun, ketika Si Kecil sudah mulai mengenal warna, lakukan pemeriksaan tes buta warna. Andaikan anak sudah mulai mengenai warna di bawah usia tersebut, tes buta warna juga boleh saja dilakukan. 

Perlu diingat, lakukan pemeriksaan tes buta warna bila anak atau dirimu mengalami gejala-gejala di bawah ini:

  • Sulit membedakan warna lampu lalu lintas.
  • Sulit mengikuti pelajaran di sekolah yang berhubungan dengan warna. 
  • Sulit membedakan warna makanan atau buah-buahan.
  • Sulit mengidentifikasikan warna.
  • Sensitif terhadap cahaya terang.
  • Sulit mengidentifikasi warna ketika saat berada di lingkungan atau kondisi dengan cahaya yang redup.  

Itulah beberapa hal yang bisa ibu lakukan saat mendampingi anak dengan buta warna belajar. Bagi ibu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan di tengah pandemi, kamu bisa membeli obat atau vitamin menggunakan aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 



Referensi:
KidsHealth - The Nemours Foundation. Diakses pada 2021. Color Blindness Factsheet (for Schools)
Colour Blind Awareness. Diakses pada 2021. Teaching children with a colour vision deficiency (colour blindness)
WebMD. Diakses pada 2021. Color Blindness.
The American Academy of Ophthalmology (AAO). Diakses pada 2021. Eye Screening for Children.