• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Cacingan? Waspadai Berbagai Komplikasinya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Cacingan? Waspadai Berbagai Komplikasinya

Anak Cacingan? Waspadai Berbagai Komplikasinya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 September 2022

“Jangan abaikan jika anak cacingan. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti anemia hingga kekurangan nutrisi.”

Anak Cacingan? Waspadai Berbagai KomplikasinyaAnak Cacingan? Waspadai Berbagai Komplikasinya

Halodoc, Jakarta – Menjaga kebersihan anak menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Ada berbagai gangguan kesehatan yang bisa dialami anak akibat kebersihan tubuh dan tangan tidak dijaga, salah satunya cacingan.

Selain menyebabkan kondisi kesehatan yang menurun, anak yang cacingan juga berisiko mengalami komplikasi akibat penyakit ini. Untuk itu, tidak ada salahnya orang tua kuntuk mengetahui bahaya cacingan pada anak beserta pencegahannya agar kondisi kesehatan anak tetap dalam kondisi yang optimal.

Waspada Komplikasi Cacingan pada Anak

Cacingan kerap dialami oleh anak-anak. Selain karena imun tubuh yang belum optimal, kondisi ini juga terjadi karena anak-anak lebih sering terpapar oleh tanah maupun air yang terkontaminasi saat bermain. Menurut WHO, diperkirakan 24 persen penyakit cacingan disebabkan akibat paparan langsung dari tanah. 

Selain itu, ada beberapa kondisi yang dapat memicu cacingan pada anak, seperti:

  • Mengonsumsi air dengan tingkat kematangan yang kurang baik. 
  • Mengonsumsi daging yang tidak matang.
  • Terpapar dengan feses yang mengalami infeksi.
  • Sanitasi yang buruk.
  • Kebersihan tubuh dan tangan yang kurang baik.

Anak yang mengalami cacingan dalam mengalami beberapa keluhan kesehatan, seperti nyeri perut, diare, mual, perut kembung, kelelahan, hingga penurunan berat badan tanpa alasan. 

Cacingan juga dapat menyebabkan anak mengalami disentri. Kondisi ini terjadi ketika usus mengalami infeksi sehingga memicu diare yang bercampur dengan darah dan lendir. Cacingan juga menyebabkan rasa gatal yang mengganggu pada area dubur. Pada beberapa kasus, cacingan menyebabkan munculnya cacing parasit pada feses.

Jangan tunda melakukan pemeriksaan jika gejala yang dialami anak semakin memburuk. Seperti muntah dengan frekuensi yang sering, demam, mengalami dehidrasi, hingga nyeri perut yang berlangsung lebih dari dua minggu.

Jika anak mengalami keluhan kesehatan yang terkait dengan cacingan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit untuk mencegah komplikasi. Ada berbagai komplikasi yang bisa dialami anak akibat cacingan, yaitu:

  • Anemia.
  • Kekurangan nutrisi akibat penyerapan kurang optimal.
  • Penyumbatan usus.
  • Masalah dengan fungsi paru dan jantung.
  • Cysticercosis yang memicu gangguan penglihatan dan kejang.

Jika kondisi cacingan tidak diatasi dengan baik dapat menjadi kondisi yang berbahaya bagi kesehatan. Jadi, segera lakukan pengobatan yang dianjurkan oleh dokter agar kondisi ini dapat membaik.

Yuk, cari tahu lokasi rumah sakit terdekat yang bisa dikunjungi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terkait cacingan pada anak. Kamu bisa download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play.

Pencegahan Cacingan pada Anak

Cacingan pada anak dapat dengan mudah untuk dicegah. Ada beberapa hal penting yang wajib dilakukan agar terhindar dari kondisi ini, seperti:

  • Rajin mencuci tangan, khususnya setelah kamu menggunakan kamar mandi dan setelah atau sebelum mengonsumsi makanan tertentu.
  • Hindari menggunakan barang-barang pribadi bersama.
  • Hindari buang air besar sembarangan.
  • Bersihkan toilet dan kamar mandi secara rutin.
  • Selalu gunakan alas kaki saat bermain di ruang terbuka.
  • Hindari berenang di air yang kotor dan berpotensi menjadi tempat penularan penyakit.
  • Pastikan anak mengonsumsi makanan dan air dengan tingkat kematangan yang optimal.
  • Penuhi asupan nutrisi anak agar imun tubuh anak meningkat.

Itulah beberapa pencegahan yang bisa dilakukan agar anak terhindar dari penyakit cacingan. Pemeriksaan scotch tape test juga bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini. Selain itu, cek darah dan X-ray bisa digunakan untuk memastikan kondisi kesehatan anak secara detail.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. What Are Intestinal Worms?
Medical News Today. Diakses pada 2022. Intestinal Worms in Humans and Their Symptoms.