Anak Idap Gigantisme, Perlukah Pendampingan Psikolog?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gigantisme, tumor kelenjar hipofisis, tumor, pertumbuhan anak

Halodoc, Jakarta - Gigantisme menyerang pada orang yang berusia produktif. Kondisi ini disebabkan oleh perkembangan mutasi genetik pada tumor yang telah tumbuh dalam kelenjar hipofisis. Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar utama yang menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur sekresi hormon kelenjar lainnya. Sekresi merupakan proses membuat dan melepaskan substansi kimiawi dalam bentuk lendir yang dilakukan oleh sel tubuh dan kelenjar. Jika anak mengalami gigantisme, apakah diperlukan pendamping psikolog? Ini uraian selengkapnya.

Baca juga: Tahap Pertumbuhan Anak Sesuai Usia 4-6 Tahun

Gigantisme, Kondisi yang Langka pada Anak

Pernah mendengar istilah gigantisme? Kondisi ini termasuk kondisi yang jarang terjadi, akibat dari berlebihnya produksi hormon pertumbuhan pada anak-anak yang memberi dampak pada ukuran tinggi dan berat badan seseorang. Hal ini disebabkan karena di dalam tubuh anak-anak yang mengidap gigantisme terdapat hormon pertumbuhan yang jumlahnya diluar batas kewajaran. Anak yang mengidap kondisi ini tinggi tubuhnya dapat mencapai 2,25-2,40 meter.

Gigantisme Terjadi karena Tumor pada Kelenjar Hipofisis

Penyebab gigantisme yang paling sering ditemui adalah tumor pada kelenjar hipofisis yang terletak di bawah otak. Kelenjar ini berperan pada perkembangan seksual, produksi urine, pengendalian suhu tubuh, serta metabolisme dan pertumbuhan. Penyebab gigantisme lainnya, antara lain:

  • Neurofibromatosis, yang merupakan kelainan keturunan yang menyebabkan tumor pada sistem saraf.

  • Multiple endocrine neoplasia type 1, yang merupakan kelainan keturunan yang menyebabkan tumor pada kelenjar pituitary, kelenjar paratiroid, atau pankreas.

  • Carney complex, yaitu tumbuhnya tumor jinak pada jaringan ikat, tumor jinak atau ganas pada kelenjar endokrin, serta munculnya bintik-bintik yang lebih gelap pada kulit. Ini merupakan penyakit genetik.

  • McCune-Albright syndrome, yang merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi jaringan penghasil hormon endokrin. Dan ditandai dengan pertumbuhan tidak wajar pada jaringan tulang, kelainan pada kelenjar, dan munculnya bercak coklat muda pada kulit.

Baca juga: Ini Perkembangan Ideal Anak dari 1-3 Tahun

Gejala yang Dialami Anak Pengidap Gigantisme

Gejala pada gigantisme tergantung dari seberapa besar ukuran tumor pada kelenjar hipofisis. Tumor yang berukuran besar dapat menyebabkan gejala tambahan akibat penekanan saraf pada otak.  Pengidap kondisi ini dapat mengalami sakit pada bagian kepala, kelelahan, gangguan penglihatan, mual, kehilangan penglihatan, serta siklus menstruasi yang tidak normal.

Gejala gigantisme lainnya, yaitu wajah yang terasa kasar, jari kaki dan tangan terasa menebal, tangan dan kaki yang berukuran sangat besar, dagu dan dahi yang berukuran lebar, gangguan pola tidur, terdapat celah di antara gigi, sering sekali berkeringat, perkembangan masa puber yang terlambat, pertumbuhan anak lebih besar dan tinggi dari anak lain seusianya, dahi dan rahang lebih menonjol, hidung yang rata, serta kepala, bibir, atau lidah yang berukuran besar.

Pendamping Psikolog pada Anak Pengidap Gigantisme

Sudah seharusnya orangtua dengan anak gigantisme memberi dukungan dan membantu anak melewati kesulitannya. Orangtua juga bisa meminta bantuan psikolog untuk mendukung dan berbagi pengalaman. Selain itu, orangtua juga akan diarahkan bagaimana cara merawat anak dengan kondisi ini. Anak akan sangat membutuhkan banyak dukungan akan dapat memiliki hidup yang bahagia dan produktif seperti anak lainnya.

Baca juga: Tahap Pertumbuhan Anak Sesuai Usia 1-3 Tahun

Nah, itulah gejala-gejala dan penyebab gigantisme yang terjadi pada pertumbuhan anak. Ibu bisa berdiskusi dengan psikolog di Halodoc jika ibu membutuhkan bantuan. Dengan aplikasi Halodoc, ibu bisa berdiskusi langsung melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!