• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Laki-Laki Rentan Terkena Hemofilia, Benarkah?

Anak Laki-Laki Rentan Terkena Hemofilia, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Hemofilia mengacu pada kelainan langka, ketika darah pada tubuh tidak mampu membeku secara normal karena kurangnya protein pembekuan darah atau faktor pembekuan. Saat kamu mengalaminya, kamu bisa saja mengalami perdarahan lebih lama ketika cedera. 

Luka kecil memang tidak pernah menjadi masalah. Namun, apabila kamu memiliki kekurangan pada protein faktor pembekuan, masalah kesehatan baru muncul jika perdarahan terjadi di dalam tubuh, terutama pada lutut, pergelangan kaki, dan siku. Perdarahan internal ini bisa merusak organ dan jaringan, bahkan bisa mengancam nyawa. 

Benarkah Anak Laki-Laki Rentan Mengalami Hemofilia?

Saat kamu mengalami luka dan berdarah, tubuh biasanya menyatukan sel darah untuk membentuk gumpalan yang berperan agar perdarahan. Proses pembekuan ini didorong oleh partikel darah tertentu. Hemofilia terjadi ketika tubuh memiliki kekurangan dalam salah satu faktor pembekuan ini. 

Baca juga: Kenalan dengan 3 Tipe Hemofilia dan Gejalanya

Ada beberapa jenis hemofilia, sebagian besar kasusnya bersifat genetik alias diturunkan dari orangtua pada anak. Namun, ada sekitar 30 persen kasus hemofilia yang tidak terjadi karena keturunan. Biasanya, perubahan tidak terduga terjadi pada salah satu gen yang berhubungan dengan hemofilia. 

Hemofilia yang didapat bukan karena keturunan disebut sebagai kondisi langka, biasanya terjadi karena sistem imunitas tubuh menyerang faktor pembekuan darah. Kondisi ini bisa dikaitkan dengan kehamilan, kondisi autoimun, kanker, dan multiple sclerosis

Lalu, benarkah anak laki-laki lebih rentan mengalami kondisi gangguan pembekuan darah ini? Ya. Meski bersifat diturunkan, ternyata anak laki-laki berisiko lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan, jika sang ibu memiliki kondisi yang sama atau bersifat sebagai pembawa gen (carrier). 

Baca juga: Luka Susah Sembuh Akibat Hemofilia, Harus Apa?

Seperti dilansir dari laman Mayo Clinic, pada jenis hemofilia yang paling umum, gen yang salah berada pada kromosom X. Setiap orang memiliki dua kromosom seks, satu dari masing-masing orangtua. Seorang wanita mewarisi kromosom X dari ibunya dan dari ayahnya. Sementara laki-laki mewarisi kromosom X dari ibunya dan Y dari ayahnya. 

Artinya, hemofilia hampir selalu terjadi pada anak laki-laki dan diturunkan dari ibu ke anak melalui salah satu gen ibu. Kebanyakan wanita dengan gen yang rusak hanyalah sebagai pembawa dan tidak mengalami tanda atau gejala. 

Mengenali Gejala dan Penanganan Hemofilia

National Hemophilia Foundation menuliskan bahwa hemofilia A yang disebut juga defisiensi faktor VIII (FVIII) atau hemofilia klasik, lebih sering terjadi dan disebabkan karena faktor VIII yang hilang atau mengalami kerusakan. 

Baca juga: Benarkah Hemofilia Jadi Salah Satu Penyakit Langka?

Pengidap hemofilia A dapat mengalami perdarahan yang lebih lama daripada orang normal pada umumnya. Perdarahan bisa terjadi secara internal maupun eksternal. Biasanya, gejalanya berupa banyak memar besar atau dalam, perdarahan berlebihan, nyeri atau bengkak pada area persendian, keluarnya darah pada urine atau feses, hingga mimisan yang terjadi tanpa sebab yang jelas. 

Sayangnya, laman Healthline mengatakan, tidak ada obat yang bisa mengatasi hemofilia. Perawatan biasanya dilakukan agar gejalanya berkurang. Obat-obatan yang diberikan merupakan faktor pembekuan yang melalui proses rekayasa genetika untuk mencegah dan mengobati perdarahan yang berkepanjangan dan diberikan melalui suntikan. 

Pengobatan memang bisa membantu mengurangi gejalanya, tetapi kamu pun harus menghindari segala aktivitas yang meningkatkan risikonya. Selalu tanyakan pada dokter setiap kamu ingin mengonsumsi obat tertentu, karena beberapa obat bisa memengaruhi kemampuan penggumpalan darah. Kalau ingin lebih mudah chat dengan dokter, kamu bisa pakai aplikasi Halodoc. Untuk berobat ke rumah sakit juga bisa, lho!

Referensi: 
National Hemophilia Foundation. Diakses pada 2020. Hemophilia A.
NHS. Diakses pada 2020. Haemophilia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hemophilia.