• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mengalami Gangguan Bicara, Orangtua Harus Apa?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mengalami Gangguan Bicara, Orangtua Harus Apa?

Anak Mengalami Gangguan Bicara, Orangtua Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 Juni 2021
Anak Mengalami Gangguan Bicara, Orangtua Harus Apa?

Setiap anak membutuhkan waktu yang berbeda-beda dalam mencapai tonggak bicara dan bahasa. Jadi, jangan khawatir bila Si Kecil agak terlambat berbicara. Namun, beberapa anak sulit berkomunikasi karena mengalami gangguan bicara. Anak yang mengalami gangguan bicara mungkin mengalami kesulitan dalam menghasilkan suara, bunyi, resonansi atau kefasihan bicara.

Halodoc, Jakarta – Anak-anak dilahirkan dengan kesiapan untuk belajar bahasa, tapi mereka membutuhkan waktu untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh keluarga dan orang-orang di sekitar mereka. Kecepatan tiap anak untuk mencapai tonggak perkembangan bicara dan bahasa berbeda-beda. Biasanya, kebanyakan anak sudah bisa berbicara sekitar usia 5 tahun.

Namun, beberapa anak terus mengalami kesulitan berkomunikasi karena mereka memiliki gangguan bicara. Seorang anak dengan gangguan bicara mungkin mengalami kesulitan dalam menghasilkan suara, bunyi, resonansi atau kefasihan bicara. Lantas, apa yang harus dilakukan orangtua bila anak mengalami gangguan berbicara? Berikut ulasannya.

Baca juga: Speech Delay, Masalah Saraf atau Psikologis?

Mengenal Berbagai Gangguan Bicara pada Anak

Berikut adalah berbagai jenis gangguan berbicara yang bisa terjadi pada anak:

  • Gangguan Suara Bicara

Seorang dengan gangguan suara bicara tidak bisa mengucapkan semua suara saat bicara dengan kata-kata. Hal ini bisa membuat ucapan anak menjadi sulit untuk dipahami. Pada kebanyakan anak, penyebab gangguan suara bicara tidak diketahui. Sedangkan pada beberapa anak lainnya, gangguan suara bicara bisa dikaitkan dengan hal-hal seperti langit-langit mulut sumbing, masalah pada gigi, gangguan pendengaran atau kesulitan untuk mengendalikan gerakan mulut.

Tanda-tanda gangguan suara bicara yang mesti diwaspadai:

  • Anak tidak mengoceh menggunakan suara konsonan (terutama b, d, m, dan n) pada usia 8 atau 9 bulan.
  • Anak kebanyakan menggunakan suara vokal atau gerakan untuk berkomunikasi setelah 18 bulan.
  • Bicara anak tidak bisa dipahami oleh banyak orang pada usia 3 tahun.
  • Bicara anak sulit dimengerti pada usia 4 tahun atau lebih.
  • Gangguan Suara

Suara dihasilkan saat udara dari paru-paru bergerak ke atas dan menggetarkan pita suara. Ini disebut fonasi. Namun, gangguan suara bisa membuat suara anak mungkin menjadi keras, serak, terputus-putus, atau menunjukkan perubahan nada suara secara tiba-tiba. 

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Suara anak serak, kasar, atau terengah-engah.
  • Suaranya selalu terlalu keras atau terlalu lembut.
  • Nada suara tidak sesuai untuk usia atau jenis kelamin anak.
  • Suara sering “patah” atau tiba-tiba berubah nada.
  • Sering kehilangan suara.
  • Gangguan Resonansi

Resonansi adalah kualitas suara secara keseluruhan. Gangguan resonansi terjadi ketika kualitas suara berubah saat bergerak melalui ruang yang berbeda-beda di tenggorokan, hidung, dan mulut.

Gangguan resonansi meliputi:

  • Hyponasality (denasality). Ini adalah kondisi ketika tidak ada cukup suara yang masuk melalui hidung, sehingga membuat suara anak ‘terhenti’.
  • Hipernasalitas. Ini terjadi ketika bagian langit-langit mulut yang bisa digerakkan dan lunak (velum) tidak sepenuhnya menutup hidung dari bagian belakang tenggorokan selama berbicara. Akibatnya, terlalu banyak bunyi yang keluar melalui hidung.
  • Resonansi Cul-de-Sac: ini adalah ketika ada penyumbatan suara di hidung, mulut atau tenggorokan. Akibatnya, suara terdengar teredam.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Bunyi yang keluar saat berbicara seperti gejala hiponasal atau hipernasal.
  • Udara terdengar keluar dari hidung saat berbicara.
  • Gangguan Kefasihan Berbicara (Gagap)

Kefasihan adalah aliran alami atau gerakan maju saat berbicara. Gagap adalah jenis gangguan kefasihan yang paling umum. Gagap terjadi ketika ada jumlah pengulangan yang tidak normal, keragu-raguan, perpanjangan atau hambatan dalam ritme atau aliran bicara ini. 

Ada banyak teori mengenai penyebab gagap pada anak. Namun, untuk saat ini, penyebabnya kemungkinan besar terkait dengan perbedaan neurologis yang mendasari dalam proses bicara dan bahasa.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Anak menunjukkan pengulangan, keragu-raguan, perpanjangan, atau hambatan yang tidak normal dalam aliran bicara yang alami.
  • Anak menunjukkan ketegangan saat berbicara.
  • Menghindari berbicara karena takut gagap.
  • Anak menganggap dirinya sebagai orang yang gagap.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Terapi Wicara?

Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua?

Anak-anak belajar keterampilan berbicara dan bahasa dengan mendengarkan perkataan orang lain, dan berlatih saat mereka berbicara dengan orang lain. Dan peran orangtua sangat penting dalam pembelajaran anak tersebut pada tahun-tahun awal.

Berikut ini cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menolong anak dengan gangguan bicara di rumah:

  • Perbanyak Komunikasi

Usahakan untuk berbicara dengan anak sepanjang hari, terutama selama melakukan rutinitas sehari-hari, bermain, dan melakukan kegiatan favorit. Ibu juga bisa mengajak Si Kecil untuk bernyanyi dan mendorong ia untuk meniru suara dan gerak tubuh.

  • Membaca untuk Anak

Mulailah membaca untuk anak ketika ia masih bayi. Carilah soft atau board book, atau buku bergambar yang sesuai dengan usianya yang mendorong anak-anak untuk melihat saat ibu menyebutkan gambar-gambar tersebut.

  • Gunakan Situasi Sehari-hari

Gunakan situasi sehari untuk membantu anak belajar berbicara dan mengetahui bahasa. Misalnya, saat sedang pergi berbelanja, sebutkan makanan-makanan yang ibu temui pada anak. Ibu juga bisa menjelaskan apa yang ibu lakukan saat memasak makanan atau membersihkan kamar, dan menunjukkan benda-benda di sekitar rumah.

  • Memberikan Pertanyaan pada Anak

Ajukanlah pertanyaan pada anak agar ia berbicara untuk menjawabnya.

  • Biarkan Anak Belajar Berbicara

Orangtua bisa memberikan anak contoh kata dan kalimat untuk diulang. Atau ibu bisa mengulangi apa yang dikatakan anak dan menambahkannya.

Baca juga: Tips untuk Merangsang Anak agar Cepat Berbicara

Itulah hal yang perlu orangtua lakukan untuk menolong anak dengan gangguan bicara. Bila ibu melihat tanda-tanda gangguan bicara pada anak, sebaiknya segera periksakan anak pada ahlinya. Sebab, mengenali dan mengobati gangguan bicara dan bahasa sejak dini adalah pendekatan yang terbaik.

Ibu juga bisa membicarakan tentang masalah perkembangan anak dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
Cincinnati Children’s. Diakses pada 2021. Speech Disorders.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Language and Speech Disorders in Children.