• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mengidap ADHD, Ini Cara Mengenali Gejalanya

Anak Mengidap ADHD, Ini Cara Mengenali Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf kompleks yang dapat memengaruhi keberhasilan anak di sekolah. Gejala ADHD bervariasi dan terkadang sulit dikenali. Setiap anak mungkin mengalami banyak gejala ADHD.

Dokter perlu melakukan diagnosis yang tepat dan pengawasan agar dapat dievaluasi dengan menggunakan beberapa kriteria. ADHD umumnya didiagnosis pada anak-anak saat usia remaja, dengan usia rata-rata yaitu 7 tahun. Anak-anak yang lebih tua yang menunjukkan gejala ADHD, biasanya menunjukkan gejala yang agar rumit di awal kehidupan. 

Baca juga: 5 Tips Didik Anak dengan ADHD

Gejala ADHD pada Anak yang Perlu Dikenali

Ada beberapa gejala ADHD pada anak yang perlu ayah dan ibu ketahui, yaitu:

  1. Perilakunya Fokus pada Diri Sendiri. Tanda umum ADHD adalah ketidakmampuan untuk mengenali kebutuhan dan keinginan orang lain. Ini dapat mengarah pada dua tanda, yaitu mengganggu orang lain dan kesulitan untuk menunggu giliran. 
  2. Suka Menginterupsi: Perilaku berfokus pada diri sendiri dapat menyebabkan anak dengan ADHD menginterupsi orang lain saat mereka berbicara atau terlibat dalam percakapan atau permainan yang bukan bagian mereka. 
  3. Kesulitan Menunggu Giliran: Anak-anak dengan ADHD mungkin memiliki kesulitan menunggu giliran selama kegiatan kelas atau saat bermain dengan anak sebayanya. 
  4. Memiliki Gejolak Emosional: Seorang anak dengan ADHD mungkin kesulitan mengendalikan emosinya. Mereka mungkin memiliki ledakan amarah di waktu yang tidak tepat. 
  5. Gelisah. Anak dengan ADHD sering kali tidak bisa duduk diam. Mereka mungkin mencoba untuk berlari, merasa gelisah saat diam, atau menggeliat di kursi saat dipaksa untuk duduk.
  6. Tidak dapat bermain dengan tenang. Kegelisahan anak dapat menyulitkan anak dengan ADHD untuk bermain atau melakukan aktivita santai dengan tenang. 
  7. Tidak Bisa Menyelesaikan Satu Tugas: Anak yang mengidap ADHD mungkin menunjukkan minat pada banyak hal berbeda. Namun, mereka mungkin kesulitan untuk menyelesaikannya. Misalnya, mereka mungkin memulai pekerjaan rumah, tapi beralih ke hal berikutnya yang menarik sebelum menyelesaikan pekerjaan terlebih dulu. 

Baca juga: Meningkatkan Kecerdasan Anak ADHD Sejak Dini

  1. Kurang Fokus: Anak yang mengidap ADHD mungkin kesulitan memperhatikan, bahkan ketika seseorang berbicara langsung kepada mereka. Ia akan mengatakan bahwa ia mendengar, tapi mereka tidak dapat mengulangi apa yang baru saja dikatakan lawan bicaranya. 
  2. Selalu Melakukan Kesalahan: Anak dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan mengikuti instruksi yang memerlukan perencanaan dalam pelaksanaan. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan yang ceroboh. Tapi, hal ini bukan berarti ia malas atau kurang cerdas. 
  3. Suka Melamun: Anak dengan ADHD tidak selalu ribut dan berisi. Tanda lain dari ADHD adalah menjadi lebih pendiam dan kurang terlibat dibandingkan anak-anak lainnya. Seorang anak dengan ADHD mungkin sering melihat ke langit, melamun, dan mengabaikan apa yang terjadi di sekitarnya. 

Mendampingi Anak dengan ADHD

Terlepas dari gejala yang terjadi pada anak yang disebabkan oleh ADHD, gejala tersebut menyebabkan banyak masalah jika tidak ditangani. Anak-anak yang tidak dapat fokus dan mengontrol diri mereka sendiri mungkin kesulitan di sekolah, sering mendapat masalah, dan sulit bergaul atau berteman. 

Baca juga: Jangan Langsung Dimarahi, Ini Penyebab Anak Tidak Bisa Diam

Pengobatan ADHD membuat perbedaan dramatis pada gejala yang dialami anak. Melalui dukungan yang tepat, anak dapat mencapai kesuksesan di semua bidang kehidupan. 

Jika ayah dan ibu memiliki anak yang memiliki gejala seperti ADHD, sebaiknya segera bicarakan pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Orangtua dapat mengobat gejala hiperaktif dan impulsif pada anak dengan memberikan perhatian penuh. Pilihan untuk perawatan dapat dimulai dengan memberikan terapi, menerapkan pola makan, dan rencana olahraga yang lebih baik, serta memodifikasi lingkungan rumah untuk meminimalkan gangguan. 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. 14 Signs of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Help Guide. Diakses pada 2020. ADHD in Children