• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mudah Marah, Begini Tips Menghadapinya

Anak Mudah Marah, Begini Tips Menghadapinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa marah. Kondisi ini wajar terjadi, karena marah adalah reaksi untuk meluapkan kekesalan. Anak biasanya menunjukkan rasa kesal dengan menangis histeris, berteriak-teriak, mengamuk, dan menjadi lebih galak pada orang lain. Namun, marah tetap harus dikendalikan untuk menghindari perilaku agresif. 

Menghukum atau memarahi anak yang menunjukkan kemarahannya tidak tepat untuk dilakukan orangtua. Meski sangat menguji kesabaran dan membuat ibu dan ayah terkadang frustasi, orangtua harus berkepala dingin dalam menghadapi kemarahan anak, terlebih jika anak marah dan menunjukkannya di tempat umum. Malu sudah pasti, tetapi menghukum atau memarahinya tidak pernah meredakan amarahnya. 

Lalu, Bagaimana Cara Menghadapinya? 

Psikologis anak tidak sama, ada anak yang penurut, tetapi ada pula yang memiliki sifat mudah marah. Tidak dengan balas emosi atau memarahinya, ibu dan ayah bisa melakukan cara mudah berikut ini untuk meredakan sifat mudah marah pada sang buah hati. 

  • Cari Sebab Anak Marah

Ini hal pertama yang harus ibu lakukan ketika mendapati sang buah hati menjadi mudah marah. Mungkin ia lapar, mainannya rusak, sedang tidak enak badan, atau ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan dan mengganggu kenyamanannya. Dengan mengetahui sebab anak marah, ibu bisa lebih mudah dalam mencari solusinya. 

Baca juga: Anak Mudah Marah di Sekolah, Benarkah Gejala dari ODD?

  • Ciptakan Komunikasi yang Dinamis

Komunikasi memang diperlukan untuk mengetahui bagaimana tumbuh kembang anak dan kondisi psikologis anak. Mulailah dengan menjadi pendengar yang baik, karena anak suka dengan perhatian. Dengarkan semua yang ia katakan, meski terkadang ibu kurang paham maksud perkataannya. 

  • Jadilah Panutan yang Baik

Lingkungan turut berperan dalam membentuk sikap dan sifat sang buah hati. Ini artinya, selalu berikan contoh yang baik pada anak. Apabila anak tumbuh dengan melihat orangtuanya kerap marah, emosi, bahkan hingga memukul, ia akan menjadi pribadi yang tidak jauh dari sifat dan sikap tersebut. 

  • Berikan Larangan yang Masuk Akal

Kata jangan dan tidak boleh yang sering ibu gunakan untuk melarang anak tanpa sadar akan membatasi ruang geraknya. Anak pun merasa kurang dipercaya untuk melakukan sesuatu oleh orangtuanya. Agar ia tidak menjadi pribadi yang minder dan kurang percaya diri, berikan penjelasan yang masuk akal mengapa ibu melarangnya berbuat sesuatu. Jadi, ia akan lebih mengerti mana benar dan mana yang kurang tepat. 

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak

  • Hindari Bacaan atau Tontonan yang Mengandung Unsur Kekerasan

Sebagai anak yang tumbuh di era yang serba canggih ini, sudah pasti ia akan sangat akrab dengan ponsel atau gawai. Secara tidak langsung, anak rentan terpapar konten-konten yang sarat akan unsur kekerasan, bisa dari film, permainan, atau video yang ia saksikan melalui gawai. Hindari terjadinya hal ini dengan memberikannya buku yang sesuai dengan usianya. 

Baca juga: Kenali Penyebab Murung pada Anak

Jika cara-cara tadi masih belum mengurangi sifat psikologis anak yang mudah marah, ibu bisa langsung bertanya pada ahlinya. Bertanya kapan saja dan di mana saja sekarang lebih mudah dengan adanya aplikasi Halodoc. Ibu cukup download dan pasang aplikasinya di ponsel, lalu bisa langsung bertanya pada psikolog anak. Ahli psikologi akan memberikan solusi terbaik untuk semua masalah ibu yang berhubungan dengan psikologis anak. 

Referensi: 
Verywell. Diakses pada 2019. 7 Ways to Help an Angry Child.
NHS UK. Diakses pada 2019. Dealing with Child Angry.
Empowering Parents. Diakses pada 2019. Angry Kids: 7 Things Not to Do when Your Child is Angry.