• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mulai Remaja, Bagaimana Mulai Pendidikan Seks?

Anak Mulai Remaja, Bagaimana Mulai Pendidikan Seks?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Memiliki anak yang sudah mulai beranjak remaja tentu membuat setiap orangtua ketar-ketir. Melihat anak terjerumus dalam pergaulan bebas pun jadi mimpi buruk yang dibayangkan saja tak sanggup. Oleh karena itu, sedini mungkin, mulailah berikan pendidikan seks pada anak. Sebab, pendidikan seks juga merupakan salah satu tanggung jawab orangtua. 

Meski mungkin dasar-dasar pendidikan seks dan reproduksi sudah tercakup dalam pelajaran di sekolah, anak bisa saja kurang paham tentang hal itu. Terlebih saat dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit tentang seks. Itulah sebabnya, orangtua harus berperan untuk memperkuat dan melengkapi apa yang telah dipalajari anak di sekolah tentang pendidikan seks.

Baca juga: Usia yang Tepat untuk Mulai Pendidikan Seks pada Anak

Mulai Pendidikan Seks Anak Remaja dengan Cara Ini

Meski sering kali sulit menghindari topik tentang seks, ketika orangtua dan anak remaja perlu membicarakan tentang hal ini, tidak selalu mudah. Berikut beberapa tips untuk membantu kamu memulai diskusi tentang seks sekaligus memberi pemahaman pada anak:

1. Manfaatkan Sebuah Momen

Ketika sedang menonton TV atau melihat video di internet bersama anak, lalu tiba-tiba ada pembahasan tentang perilaku seksual yang bertanggungjawab, manfaatkanlah momen tersebut. Mulailah diskusi dengan bertanya apa yang anak pikirkan tentang hal itu, atau adakah hal yang membuatnya bingung. Kemudian, secara perlahan masukkan pemahaman yang ingin kamu sampaikan.

2. Bicara to The Point

Bicara to the point dan blak-blakan mungkin bisa jadi pilihan yang bagus, ketika menjelaskan tentang seks pada anak. Terlebih jika selama ini kamu dan anak memang sering berdiskusi tentang banyak hal. Jelaskan secara gamblang tentang bagaimana seks yang berisiko, bagaimana menghindarinya, dan apa saja bahaya yang mengintai. 

Baca juga: Seberapa Besar Pengaruh Pola Pikir Ibu Terhadap Anak?

3. Jujur 

Berikan pemahaman tentang seks pada anak dengan jujur, tanpa memberi bumbu yang mendramatisir. Jika ada pertanyaan anak yang sulit dijawab, tawarkan untuk menemukan atau mencari jawabannya bersama, sambil terus melanjutkan diskusi. 

4. Pertimbangkan Sudut Pandang Anak

Banyak orangtua yang mungkin masih mengandalkan taktik menakut-nakuti untuk mencegah anak melakukan aktivitas seksual. Misal, dengan mengatakan padanya untuk tidak berenang bersama teman laki-laki karena berpotensi membuatnya hamil.

Jangan begitu. Berikanlah fakta dan informasi yang benar tentang seks pada anak. Namun, jangan juga menceramahinya ini itu. Pahami bahwa di masa remaja, tentu ada dorongan besar yang mulai muncul tentang seks, juga kekhawatiran akan banyak hal. Pahami perasaannya dan berikan penjelasan dengan pikiran jernih.

5. Sambut Setiap Pertanyaan Anak

Kamu tentu tidak ingin anak mencari jawaban atas pertanyaan dan rasa penasarannya dari sumber yang menyesatkan, bukan? Jadi, jika anak melontarkan pertanyaan seputar seks, jangan menampiknya karena canggung atau alasan apapun. Sambutlah pertanyaannya. Bila perlu, ucapkan terima kasih karena sudah bertanya padamu sebagai orangtuanya.

Baca juga: Hubungan Ayah dan Anak Renggang, Ibu Lakukan Ini

Sebab, itu artinya anak percaya dan menganggap kamu sebagai tempat untuk bertanya hal apapun ketika bingung. Jadi, jika anak bertanya tentang seks, ajaklah ia sekalian untuk berdiskusi. Beri pemahaman yang benar dan katakan padanya bahwa kamu menyayanginya, sehingga tentu tidak akan membuatnya tersesat. 

Berdirilah sebagai orangtua yang paling memahami anak sepenuhnya dan paling bisa ia percaya. Dengan begitu, anak akan tumbuh jadi orang dewasa yang bertanggungjawab secara seksual kelak. Lalu, bagaimana jika anak terlihat tidak tertarik dengan apa yang kamu katakan tentang seks? Jangan menyerah. 

Terus katakan dan beri ia pemahaman, karena ia mungkin akan mendengarkan. Kalau kamu mengalami kesulitan dalam memberi pendidikan seks yang benar pada anak remaja, jangan ragu untuk bertanya pada psikolog di aplikasi Halodoc

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sex education: Talking to your teen about sex.
Mom Junction. Diakses pada 2020. Sex Education For Teenagers – Everything You Need To Know.