• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Remaja Lebih Rentan Alami Gangguan Psikologis, Benarkah?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Remaja Lebih Rentan Alami Gangguan Psikologis, Benarkah?

Anak Remaja Lebih Rentan Alami Gangguan Psikologis, Benarkah?

5 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Agustus 2022

“Perubahan besar pada fisik dan psikologis, serta faktor lingkungan menjadi penyebab mengapa anak remaja lebih rentan mengalami gangguan psikologis. Itulah mengapa peran orang tua sangat penting untuk membantu anak melewati masa tersebut dengan baik.”

Anak Remaja Lebih Rentan Alami Gangguan Psikologis, Benarkah?Anak Remaja Lebih Rentan Alami Gangguan Psikologis, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Masa remaja adalah masa yang unik dan dipenuhi oleh banyak perubahan besar, baik secara fisiologis maupun psikologis. Mulai dari perubahan tubuh memasuki masa pubertas, perubahan dalam pergaulan, perkembangan otak dan juga perubahan emosional. 

Tidak heran bila ada banyak anak remaja yang akhirnya mengalami kewalahan, kebingungan, hingga akhirnya mengalami gangguan psikologis ketika berusaha untuk mencerna, dan menerima semua perubahan yang terjadi pada hidupnya.

Menurut National Institute of Mental Health, pada tahun 2017, ada sekitar 3,2 juta remaja di Amerika Serikat yang mengalami setidaknya satu episode depresi mayor. Pada periode tersebut, mereka bisa merasa tertekan atau kehilangan minat dalam kegiatan sehari-hari dan mengalami gejala, seperti masalah dengan tidur atau konsentrasi. 

Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan memberikan dukungan. Tujuannya agar anak-anak remaja mereka bisa melewati masa-masa yang fluktuatif ini dengan kesehatan mental yang terjaga.

Alasan Anak Remaja Rentan Alami Gangguan Psikologis

Masa remaja adalah masa yang rentan. Pada masa tersebut, remaja sedang dalam proses mengembangkan identitas dan kemandirian. Namun, di saat yang sama harus menghadapi tekanan untuk beradaptasi dengan seksualitas, hubungan dengan teman sebaya, dan  kebutuhan untuk diakui. 

American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa masa remaja adalah momen di mana seorang manusia mengalami perkembangan cepat dalam lima hal, moral, sosial, fisik, kognitif, dan emosional.  Untuk mendukung perkembangan ini, sebaiknya orang dewasa seperti orang tua dan guru tidak meluputkan pentingnya masalah kesehatan mental. Ini terutama buat remaja di rentang usia 13–19 tahun. 

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, gangguan psikologis yang paling umum dialami anak remaja adalah gangguan kecemasan, suasana hati, perhatian dan perilaku. Remaja putri dinilai lebih rentan mengalami gangguan tersebut dibanding remaja putra.

Berikut adalah beberapa alasan anak remaja lebih rentan terhadap gangguan psikologis:

  • Mencemaskan Pendapat Orang Lain Tentang Mereka

Waktu kecil dulu, anak tidak terlalu memusingkan dunia di luarnya. Asal orang tua mereka berada di sisinya, itu sudah cukup. Namun, ketika anak mulai menginjak usia remaja, ia mulai mengembangkan kapasitasnya untuk melihat dirinya sendiri melalui mata orang lain.

Nah, inilah yang bisa menimbulkan masalah pada psikologis anak remaja. Rasa diterima tentu penting bagi semua orang pada usia berapa pun, tapi hal itu menjadi sangat penting selama masa remaja. Berusaha untuk diterima oleh orang lain, dan terus memikirkan apa yang orang lain pikirkan mengenainya, merupakan beberapa hal yang bisa menyebabkan anak remaja rentan mengalami gangguan psikologis.

  • Tekanan dan Tuntutan Melebihi Kapasitas Otak Remaja

Pada masa remaja, anak akan berhadapan dengan berbagai macam tuntutan. Contohnya seperti dari pergaulan, keluarga, sekolah, dan rencana masa depan. Belum lagi ada tantangan yang juga kerap menjadi penggoda remaja seperti seks, rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang. Inilah yang kerap menyebabkan pergolakan emosi dalam diri anak remaja.

  • Persahabatan yang Baik Maupun yang Buruk

Persahabatan merupakan hal yang sangat penting bagi anak remaja. Namun, pergaulan pada masa remaja tidak jarang menjadi rumit dan bisa merusak kesehatan mental karena diwarnai dengan adanya pengucilan, bullying, kompetisi, dan penolakan. 

  • Sosial Media

Pengaruh faktor yang satu ini tidak perlu dipungkiri lagi terhadap kesehatan mental anak remaja. Ponsel dan media sosial bisa membuka dunia anak remaja dengan cara yang sehat dan positif. Namun, juga bisa membuka peluang untuk cyberbullying dan interaksi negatif, yang semuanya dapat menciptakan kerentanan terhadap depresi.

Tips untuk Menjaga Kesehatan Anak Remaja

Berikut beberapa tips bagi orangtua agar bisa membantu menjaga kesehatan mental anak remaja:

  • Ketahui Apa yang Dibutuhkan Anak Remaja

Pada dasarnya, semua manusia membutuhkan rasa aman dan terlindungi untuk memenuhi kebutuhan fisik, seperti makanan, pakaian, dan perawatan kesehatan. Salah satu poin penting yang perlu diketahui orang tua terkait dengan pemenuhan kebutuhan remaja adalah rasa frustasi anak remaja, karena menganggap orang tuanya tidak memahami dirinya. Pada momen inilah sering terjadi konflik antara remaja dan orang tua karena ada miskomunikasi. 

Karenanya, sangat penting orang tua meluangkan waktu dan menetapkan waktu kumpul keluarga. Pada momen kebersamaan inilah akan ada kesempatan di mana anak dan orang tua berbagi cerita. Di momen ini  anak bisa menyampaikan keluhan dan bercerita mengenai pengalamannya selama di sekolah. 

Orang tua juga bisa tahu bagaimana anak remaja melewatkan waktu. Adakah sesuatu yang perlu direspons dan apakah anak memiliki waktu yang baik di sekolah dan kelompok pertemanannya. Remaja yang punya quality time bersama keluarga cenderung memiliki emosional yang lebih seimbang ketimbang yang tidak. 

  • Berikan Perhatian

Ketika anak bersikap enggan ataupun ogah-ogahan saat ibu mengajak ia berbicara, sebaiknya jangan marah atau mengabaikannya. Tetaplah beri mereka perhatian agar ibu bisa membangun hubungan yang dekat dan kooperatif dengan anak. Hal itu secara tidak langsung juga membangun kepercayaan dan harga diri mereka. Ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa orang tua peduli dan itu penting.

Lantas, bagaimana cara orang tua memberikan perhatian kepada anak remaja? Sederhananya adalah cobalah untuk menikmati serta tertarik pada siapa mereka berinteraksi dan apa yang mereka lakukan. 

Menjadi responsif dengan mendengarkan mereka ketika mereka ingin berbicara, bahkan meski tidak nyaman buat orang tua. Ketimbang memaksakan kehendak, ada baiknya orang tua membimbing anak remaja dan menanyakan apa yang dia inginkan, atau alasan dia tidak ingin melakukan apa yang disarankan orang tua. Intinya ada komunikasi antara orang tua dan anak remaja. 

Selain membantu menjaga kesehatan mentalnya, penting juga untuk menjaga kesehatan fisik anak remaja yang masih terus bertumbuh. Ibu bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak remaja dengan cek obat dan vitamin lewat aplikasi Halodoc saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk membantu ibu menjaga kesehatan keluarga.

Referensi:
Better Health. Diakses pada 2022. Adolescent Psychology: What Makes Teens Different, And How Can Psychology Help?
Family Lives. Org.uk. Diakses pada 2022. What your teenagers need?
Hey Sigmund. Diakses pada 2022. Teens and Depression – Why Teens Are More Vulnerable, and the Risk Factors Parents Need to Know About
Brain Facts. Diakses pada 2022. The Teen Brain, in Flux, Vulnerable to Mental Health Disorders.
The American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada 2022. Mental Health Disorders in Adolescents