Benarkah Anak-Anak Rentan Mengalami Gangguan Tidur Berjalan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
gangguan tidur anak

Halodoc, Jakarta - Anak-anak dari umur berapa pun umumnya berpotensi mengalami tidur sambil berjalan. Terkadang penyebabnya sulit untuk dipahami sepenuhnya, terutama yang terjadi pada anak-anak. Kemungkinan karena perkembangan sistem saraf yang belum matang pada anak-anak.

Anak-anak yang mengalami tidur berjalan diperkirakan sebanyak 10 persen, setidaknya sekali pada usia 3-10 tahun. Paling sering terjadi saat usia 5 tahun. Sebenarnya terdapat beberapa kondisi yang memicu anak tidur sambil berjalan. Diperkirakan bahwa gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea, bisa membuat anak lebih mungkin mengalami tidur sambil berjalan. Di samping itu gangguan gerakan, seperti sindrom kaki gelisah (RLS) dan gangguan gerakan tungkai berkala, juga bisa memicu tidur sambil berjalan ini.

Gangguan tidur berjalan ini termasuk dalam 1 dari 3 tipe gangguan tidur yang terjadi saat tahapan tidur Non Rapid Eye Movement (NREM), selain sleep terror (teror tidur) dan confusional arousals. Gangguan tidur berjalan ini umumnya terjadi pada fase 3 NREM siklus pertama tau kedua, yatu sekitar 1-2 jam dari mulai tidur.

Baca juga: Inilah 3 Gangguan Tidur yang Perlu Diketahui

Meski umumnya penyakit tidur berjalan yang terjadi pada anak-anak bukanlah gangguan serius, kondisi tersebut bisa menimbulkan cedera akibat terbentur atau jatuh. Berbeda dengan anak-anak, gangguan tidur berjalan pada orang dewasa bisa menjadi suatu tanda kondisi yang lebih serius.

Tidur berjalan dapat menunjukkan gejala yang bervariasi pada setiap orang, tetapi mungkin termasuk duduk di kasur dengan mata terbuka dan tertutup serta memiliki wajah yang sayu. Selain itu, pengidap mungkin saja berjalan di sekitar rumah melakukan kegiatan sehari-hari, seperti menyalakan atau mematikan lampu, atau berbicara atau bergerak dengan cara yang tidak masuk akal.

Saat kamu mendapati Si Kecil tidur berjalan, maka kamu harus membangunkannya. Bangunkan Si Kecil dengan lembut supaya dia tidak terkejut. Namun, memang seseorang yang tidur berjalan biasanya sulit untuk dibangunkan dan akan merasa bingung dengan lokasi mereka berada. Dengan cara yang lembut arahkan Si Kecil kembali ke tempat tidur mereka.

Baca juga: 4 Kebiasaan untuk Menghindari Gangguan Tidur Berjalan

Biasanya orang yang mengalami tidur berjalan tidak akan ingat saat ia tidur berjalan. Uniknya, tidur berjalan tidak akan terjadi selama tidur siang, karena tidur yang dicapai tidak cukup dalam.

Perlu Rileks Sebelum Tidur

Sebelum tidur, sebaiknya anak tidak dalam keadaan cemas ataupun stres (yang mungkin terjadi di sekolah atau tempat bermainnya). Pastikan Si Kecil tidur dengan keadaan rileks. Faktor-faktor tertentu yang bisa mengurangi kemungkinan terjadinya tidur berjalan yaitu perubahan gaya hidup, seperti meminimalisir stres, kecemasan, atau konflik.  

Ajak Si Kecil melakukan sesuatu yang membuat dia rileks sesaat sebelum ia tidur, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau meminum susu hangat. Tindakan tersebut bisa membantu mengurangi kemungkinan Si Kecil mengalami tidur berjalan. Karena jika terlalu capek juga dapat menyebabkan seseorang mengalami tidur berjalan. Berusahalah untuk tidur cukup di malam hari, supaya membantu mencegah terjadinya tidur berjalan.

Baca juga: Anak-Anak Lebih Rentan Alami Gangguan Tidur Berjalan, Benarkah?

Jadi, memang benar jika tidur berjalan sering dialami oleh anak. Untuk itu, kamu perlu waspada jika itu terjadi pada anak kamu. Pastikan Si Kecil selalu dalam pengawasan, bisa perlu komunukasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai gangguan tidur berjalan ini.  Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis. Ayo, download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang!