• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Sering Mimisan, Awas Tanda Kelelahan

Anak Sering Mimisan, Awas Tanda Kelelahan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Setiap ibu pasti langsung khawatir ketika Si Kecil mengalami hal yang tidak terduga, seperti mimisan. Mimisan bisa menjadi tanda penyakit serius maupun tidak. Itulah mengapa ibu harus mengenali tanda mimisan biasa atau mimisan yang tidak biasa. Jika ibu sering mendapati Si Kecil sering mimisan, bisa jadi kondisinya disebabkan oleh sejumlah hal. Kelelahan adalah salah satu kondisi yang menyebabkan Si Kecil mimisan. Tapi, kelelahan yang dialami anak mungkin saja juga bisa disebabkan oleh kondisi lainnya. 

Baca juga: Mimisan Bisa jadi Tanda 5 Penyakit Ini

Anak Sering Mimisan, Bisa Jadi Kelelahan

Si Kecil yang mengalami kelelahan bisa mengalami mimisan. Namun, kelelahan ini bisa jadi disebabkan oleh kondisi lain yang lebih serius, seperti penyakit leukimia. Pasalnya, salah satu gejala khas dari leukemia adalah sering mimisan dan darah yang keluar sulit dihentikan. Melansir dari Healthfully, selain mimisan, leukimia juga ditandai dengan gejala berikut ini:

  • Demam;

  • Keringat di malam hari;

  • Sakit tulang;

  • Pembengkakan kelenjar getah bening;

  • Kelelahan;

  • Kelemahan;

  • Penurunan berat badan;

  • Memar.

Nah, kalau mimisan yang dialami Si Kecil tidak disertai gejala-gejala di atas, mungkin saja mimisan yang dialaminya disebabkan oleh hal lain. Dikutip dari Healthline, berikut penyebab umum mimisan, yaitu:

  • Udara kering. Udara dan iklim yang kering menjadi penyebab paling umum mimisan pada anak-anak. Ini karena, udara kering dapat mengiritasi dan mengeringkan membran hidung.

  • Mengupil. Mengupil adalah penyebab paling umum kedua mimisan.  Mengkorek-korek atau menggaruk hidung dapat membuat pembuluh darah rentan mengalami pendarahan.

  • Cedera. Anak yang jatuh atau cedera yang mengenai hidung dapat menyebabkan mimisan. 

  • Pilek, alergi, atau infeksi sinus. Penyakit yang membuat hidung tersumbat dan iritasi dapat menyebabkan mimisan.

  • Infeksi bakteri. Infeksi bakteri dapat menyebabkan daerah yang sakit, merah, dan berkerak di kulit hidung bagian dalam maupun di depan lubang hidung. Kemudian, infeksi ini dapat menyebabkan perdarahan.

Baca juga: Mengapa Mimisan Dapat Terjadi Saat Tubuh Kelelahan?

Panduan Pertolongan Pertama Mimisan

Saat Si Kecil mengalami mimisan, pastikan ibu jangan terlalu panik. Dikutip dari Kids Health, berikut ini panduan pertolongan pertama mimisan, yaitu:

  • Minta Si Kecil agar duduk tegak di kursi atau di pangkuan ibu, lalu miringkan kepalanya sedikit ke depan;

  • Jangan biarkan anak bersandar karena bisa menyebabkan darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan yang menimbulkan rasa tidak enak dan menyebabkan tersedak, batuk, atau muntah;

  • Jepit lembut bagian hidung (tepat di bawah punggung tulang) dengan tisu atau waslap bersih;

  • Pertahankan tekanan pada hidung selama sekitar 10 menit;

  • Minta anak rileks sesaat setelah mimisan. Pastikan Si Kecil tidak meniup, mengupil atau menggosok hidung.

Baca Juga: 10 Tanda Mimisan yang Perlu Diwaspadai

Kalau perdarahan tidak berhenti setelah 30 menit dan Si Kecil sering mengalami mimisan lebih dari empat kali seminggu dan mengeluarkan banyak darah, sehingga membuat anak merasa pusing, sebaiknya periksakan Si Kecil ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.

Jika ibu berencana membawa Si Kecil ke rumah sakit, ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi :
Healthfully. Diakses pada 2020. Certain Cancers That Cause Nosebleeds.
Healthline. Diakses pada 2020. Nosebleeds in Children: Causes, Treatment, and Prevention.
Kids Health. Diakses pada 2020. Nosebleeds.
Health University of Utah. Diakses pada 2020. Why Does My Child Get Frequent Nosebleeds?.