Anak Suka Menggigit, Ini Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Anak Suka Menggigit, Ini Cara Mencegahnya

Halodoc, Jakarta – Tumbuh kembang anak tentunya akan menjadi perhatian ibu yang paling utama. Fase dimana anak mulai belajar untuk mengenal situasi lingkungan terkadang membuat anak mengalami perasaan tidak nyaman. Terkadang kondisi ini membuat anak melakukan hal-hal yang dirasa nyaman untuk dirinya.

Kebiasaan menggigit, meskipun terdengar kasar, namun menurut Aubyn Stahmer, Ph. D, seorang psikolog klinis pada Children’s Hospital di San Diego mengatakan tindakan ini terkadang menjadi tanda komunikasi anak dengan sosialnya. 

Anak-anak belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan perasaannya dalam bentuk komunikasi yang baik, ketika mereka menggigit, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda komunikasi yang mengartikan perasaan antusias, senang, bosan, tertekan atau marah.

Baca juga: Penjelasan Psikologis di Balik Kebiasaan Menggigit seperti Luiz Suarez

Ibu, Ini Pencegahan Kebiasaan Anak yang Suka Menggigit

Umumnya kebiasaan menggigit yang dilakukan berlangsung begitu cepat dan tanpa peringatan. Sehingga memberikan pengawasan ekstra pada anak ketika berada di tengah-tengah lingkungan sosial sangat diperlukan untuk menghindari kebiasaan menggigit yang dilakukan oleh anak.

Ketika ibu mendapati anak menggigit orang lain, tahan amarah dan jangan langsung memarahi anak di depan banyak orang. Tidak ada salahnya untuk bertanya pada anak dengan baik terlebih dulu agar ibu mengetahui penyebab anak menggigit.

Baca juga: Kedekatan dengan Keluarga Tingkatkan Kualitas Kesehatan

Namun, sebaiknya ketahui cara untuk mencegah anak memiliki kebiasaan menggigit agar hubungan sosial anak dapat berjalan dengan baik, yaitu:

1. Ajak Anak Berkomunikasi

Menggigit bisa menjadi salah satu cara yang dilakukan oleh anak untuk mengekspresikan emosi yang dirasakan. Ajak anak untuk berkomunikasi setiap harinya dengan baik agar perasaan yang dirasakan anak dapat tersalurkan dan emosi anak tidak terpendam. Tidak ada salahnya mengajarkan sebab akibat melalui kata-kata yang mudah dipahami oleh anak mengapa anak tidak boleh menggigit teman atau ibunya. Dengan konsep sebab akibat anak akan lebih mengerti mengapa ia tidak boleh menyakiti orang lain.

2. Ajari Anak Mengendalikan Emosi

Terkadang anak-anak menggigit untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Untuk itu, berikan perhatian dan kasih sayang yang cukup untuk anak agar kebutuhan psikologi anak terpenuhi. Tidak ada salahnya untuk mengajarkan anak cara mengendalikan emosi. Ajarkan anak untuk mengungkapkan perasaan dengan baik. Jika anak merasa tidak nyaman, sebaiknya ajarkan untuk membicarakan apa yang membuat anak tidak nyaman. 

Selain itu, jangan memaksa anak untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Rasa tertekan atau frustasi dapat meningkatkan emosi anak yang berisiko anak memiliki kebiasaan menggigit. Tidak hanya menggigit, rasa frustasi yang dialami anak juga bisa sebabkan gangguan kesehatan. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter untuk penanganan gangguan emosi pada anak.

Baca juga: Dampak Keluarga yang Tidak Harmonis pada Psikologi Anak

3. Berikan Waktu Istirahat pada Anak

Anak yang aktif lebih rentan memiliki kebiasaan menggigit. Tidak ada salahnya ibu memberikan waktu istirahat yang cukup pada anak agar kebiasaan ini berangsur menghilang. Istirahat yang cukup juga dapat mengoptimalkan kesehatan anak.

4. Berikan Pengertian pada Anak

Ibu, tidak ada salahnya untuk memberikan pengertian pada anak bahwa kebiasaan menggigit adalah tindakan menyakiti orang lain. Ketika anak sudah terlihat akan menggigit orang lain, sebaiknya jauhkan anak dari orang yang akan digigit, ucapkan dengan lembut namun tegas “jangan gigit” pada anak agar anak mengerti. Coba kembali bertanya pada anak apa yang menyebabkan anak ingin menggigit orang tersebut. Berikan pengertian positif agar keinginan menggigit dapat diatasi.

Itulah yang bisa dilakukan untuk mencegah kebiasaan anak yang suka menggigit. Tetap dampingi anak di masa pertumbuhan dan perkembangannya. Melalui dampingan orangtua dan penanganan yang tepat, maka kebiasaan menggigit tersebut tidak akan dilakukan oleh anak. 

Referensi:
Parents. Diakses pada 2019. Teaching Your Child Not to Bite
Parents. Diakses pada 2019. Why Your Toddler Hits and Bites