• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Susah Makan, Waspada Risiko Munculnya Asam Lambung

Anak Susah Makan, Waspada Risiko Munculnya Asam Lambung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap orangtua pernah menghadapi anak yang susah makan ataupun pilih-pilih makanan. Mungkin perlu banyak trik agar anak mau makan atau melahap makanan yang tersedia tanpa harus pilih-pilih. Perlu orangtua ketahui, ada dampak tersembunyi di balik anak susah makan, yaitu penyakit asam lambung

Asam lambung berpotensi dialami oleh usia anak-anak yang cenderung susah makan dan suka pilih-pilih makanan. Asam lambung adalah gangguan pencernaan jangka panjang (kronis). Kondisi ini terjadi ketika isi perut kembali (refluks) ke dalam pipa makanan atau kerongkongan. Asam lambung umumnya terjadi pada bayi di bawah usia 2 tahun atau pada anak yang lebih besar. 

Baca Juga: Gejala Penyakit Asam Lambung pada Pria dan Wanita

Bagaimana Asam Lambung Terjadi pada Anak?

Setiap orang pernah mengalami asam lambung naik, tidak terkecuali anak-anak. Jika ayah dan ibu bersendawa dan merasakan asam di mulut, artinya ia sedang mengalami refluks atau asam lambung naik. Si Kecil mungkin pernah mengalami rasa tidak enak di mulutnya, atau mengeluhkan mulas yang singkat dan ringan. 

Asam lambung naik memungkinkan isi perut naik ke kerongkongan, kemudian anak muntah. Pada kasus lainnya, isi perut hanya naik sebagian ke esofagus. Kondisi ini menyebabkan mulas atau masalah pernapasan. Pada beberapa kasus, anak tidak mengalami gejala sama sekali. 

Selain susah makan, beberapa makan juga mempengaruhi asam lambung naik. Makanan yang berpotensi yaitu coklat, permen, makanan tinggi lemak, makanan atau buah yang asam. 

Baca Juga: Puasa Sembuhkan Asam Lambung, Benarkah?

Penanganan saat Anak Mengalami Asam Lambung Naik

Penanganan asam lambung pada anak tergantung pada tingkat keparahannya. Dokter hampir selalu menyarankan orangtua untuk mengajarkan gaya hidup sehat pada anak, seperti:

  • Makan lebih sering dalam porsi kecil, hindari makan dua hingga tiga jam sebelum tidur. 
  • Menurunkan berat badan jika perlu.
  • Hindari makanan pedas, makanan berlemak tinggi, serta buah dan sayuran asam, yang dapat mengiritasi perut. 
  • Hindari minuman berkarbonasi, alkohol, dan asap tembakau. 
  • Posisi kepala harus lebih tinggi dari perut saat tidur. 
  • Hindari makan dalam porsi besar sebelum olahraga atau bermain dengan aktivitas berat. 
  • Hindari mengenakan pakaian ketat. 

Orangtua sebaiknya tidak membiarkan anak makan dalam porsi berlebihan. Biarkan anak memberi tahu saat dia lapar atau kenyang. Percayalah pada anak saat mengatakan ia kenyang, meskipun makanan di piringnya belum habis. 

Jika asam lambung yang dialami anak tidak dapat diatasi dengan penanganan di atas, sebaiknya segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Kemungkinan dokter meresepkan obat, dan ibu juga bisa beli obat melalui aplikasi Halodoc

Baca Juga: Sembuhkan Asam Lambung dengan 5 Makanan Ini

Komplikasi Akibat Asam Lambung pada Anak

Jika tidak segera ditangani, asam lambung berkembang dan menyebabkan munculnya komplikasi. Muntah yang dialami anak dengan penyakit asam lambung, menyebabkan masalah pada penambahan berat badan dan gizi buruk. Seiring waktu, ketika asam lambung naik ke kerongkongan, itu dapat menyebabkan:

  • Radang esofagus atau esophagitis.
  • Kekurangan sel darah merah, akibat luka berdarah (anemia).

Pada saat anak tumbuh dewasa, ia mungkin memiliki masalah jangka panjang akibat radang esofagus, yaitu:

  • Penyempitan esofagus.
  • Esofagus Barrett, kondisi dimana terdapat sel abnormal pada lapisan esofagus.

Ayah dan ibu tentu tidak ingin melihat anak memiliki dampak jangka panjang dari penyakit asam lambung. Itulah sebabnya, mengubah gaya hidup sehat diperlukan untuk membantu anak dalam mencegah ataupun mengelola asam lambung. Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter saat gejala awal asam lambung terjadi. 

Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) in Children
WebMD. Diakses pada 2020. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) in Infants or Children
Healthline. Diakses pada 2020. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) in Children