• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Terkena Hemofilia, Ini yang Perlu Diperhatikan Orangtua

Anak Terkena Hemofilia, Ini yang Perlu Diperhatikan Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Anak Terkena Hemofilia, Ini yang Perlu Diperhatikan Orangtua

Halodoc, Jakarta – Hemofilia adalah kondisi ketika darah tidak dapat membeku sebagaimana mestinya. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak menghasilkan cukup protein yang dapat memicu pembekuan. 

Pembekuan darah sangat penting karena dapat membantu menghentikan pendarahan akibat luka atau cedera. Jika pembekuan tidak terjadi, seseorang dapat mengalami pendarahan dengan mudah atau lebih lama dari biasanya. Apa yang perlu diperhatikan orangtua saat anak terkena hemofilia? Baca selengkapnya di sini!

Tindakan Orangtua untuk Anak dengan Hemofilia

Anak dengan hemofilia rentan mengalami luka dan ketika terluka lukanya lama sembuh. Anak dengan hemofilia juga kerap mengalami pendarahan tiba-tiba yang biasa terjadi di persendian. Orangtua perlu tahu kalau gejala hemofilia bervariasi tergantung pada faktor pembekuan darah dan lokasi pendarahan terjadi. 

Baca juga: Ini Penjelasan Anak Bisa Jadi Pembawa Hemofilia

1. Pendarahan pada persendian dapat menyebabkan persendian membengkak disertai dengan nyeri, sensasi penekanan, kekakuan, serta kesulitan menggunakan persendian. 

2. Pendarahan pada otot dapat menyebabkan nyeri, bengkak, hangat, dan memar di area tersebut. Anak yang mengalami pendarahan pada otot atau persendian mungkin akan rewel atau menolak untuk merangkak atau berjalan.

3. Pendarahan pada sistem pencernaan dapat menyebabkan kotoran berwarna hitam atau berdarah atau darah dalam muntahan (muntah).

4. Pendarahan di otak bisa menyebabkan sakit kepala, muntah, kantuk, atau kejang.

Lantas apa yang perlu diperhatikan orangtua bila anak terkena hemofilia?

1. Daftarkan anak di pusat perawatan hemofilia.

2. Lakukan kunjungan dokter secara rutin.

3. Berikan semua obat yang diresepkan sesuai petunjuk.

4. Bekerja samalah dengan tim perawatan anak, sehingga orangtua tahu langkah-langkah tepat yang harus diambil jika anak terluka atau berdarah.

5. Ikuti petunjuk dokter tentang aktivitas atau olahraga mana yang diperbolehkan dan mana yang harus dihindari. Ayah dan ibu juga bisa menghubungi dokter di Halodoc. Tanpa perlu repot keluar rumah, ibu dan ayah bisa berbincang dengan dokter kapan dan di mana saja.

Baca juga: Bisakah Pengidap Hemofilia Mengalami HIV dan AIDS?

6. Konsultasikan mengenai perawatan kesehatan gigi anak sedini mungkin. Anak harus menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan benang gigi setiap hari. Menjaga kesehatan gigi dapat membantu mencegah perlunya prosedur perawatan gigi.

7. Lakukan pemeriksaan dokter sebelum prosedur apa pun (termasuk kunjungan ke dokter gigi) dan operasi.

8. Informasikan kepada staf sekolah anak, teman, dan semua orang yang berinteraksi dengan anak kalau anak terkena hemofilia. Setidaknya orang-orang yang berinteraksi dengan anak harus tahu: 

  • Bagaimana mengenali tanda-tanda perdarahan.
  • Cara mengobati pendarahan dari goresan dan luka kecil.
  • Kapan harus menghubungi dokter.
  • Kapan harus pergi ke ruang gawat darurat.

Hemofilia adalah kelainan genetik dan terjadi ketika ada perubahan gen (mutasi), yang biasanya diturunkan dari orangtua ke anak. Anak laki-laki biasanya lebih banyak terkena hemofilia, tetapi anak perempuan bisa menjadi pembawa hemofilia. 

Jika ada riwayat hemofilia dalam keluarga, ada baiknya orangtua langsung sigap melakukan pemeriksaan prenatal (sebelum lahir) dengan amniosentesis atau pengambilan sampel vilus korionik. Ketika anak lahir, lakukan pemeriksaan dengan menguji sampel darah dari tali pusar.

Baca juga: Cara Merawat Tali Pusar Bayi Agar Jauh dari Infeksi

Beberapa bayi didiagnosis dengan hemofilia di 6 bulan pertama setelah dilahirkan. Ketika anak-anak bertambah besar dan lebih aktif, dokter mungkin mencurigai adanya hemofilia jika seorang anak mudah memar dan terlalu banyak mengeluarkan darah saat terluka.

Pengobatan untuk hemofilia adalah terapi penggantian faktor pembekuan darah yang diberikan secara intravena (ke pembuluh darah). Anak akan mendapatkan penggantian faktor pembekuan dalam jadwal yang teratur.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Hemophilia.
Haemophilia Foundation Australia. Diakses pada 2021. Your Child Has Haemophilia.