• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak yang Lahir dengan IVF Berisiko Hipertensi?

Anak yang Lahir dengan IVF Berisiko Hipertensi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Prosedur In Vitro Fertilization (IVF) atau yang dikenal dengan istilah bayi tabung merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan bagi pasangan yang mengalami infertilitas atau masalah kesehatan lain. Meski dilakukan dengan prosedur yang cenderung lebih ribet, kesuksesan IVF patut diacungi jempol. 

Meski kesuksesannya tak perlu diragukan lagi, prosedur ini tentu tidak sesempurna kehamilan alami. Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan sebelum melakukan prosedur bayi tabung!

Baca juga: Persiapan bagi Pasangan yang Ingin Menjalani Bayi Tabung

Hipertensi Menjadi Risiko Bayi Tabung yang Perlu Diperhatikan

Sebuah studi dilakukan pada 75 anak yang lahir melalui prosedur IVF, dan membandingkannya dengan 100 anak yang lahir dengan kehamilan alami. Hasilnya ditemukan perbedaan sebanyak 6-10 persen pada gen anak dengan kelahiran bayi tabung. Hasil menunjukkan bahwa anak dengan IVF akan memiliki risiko yang lebih besar mengidap hipertensi di kemudian hari.

Tentu, hasil yang keluar berhubungan dengan gen yang dibawa dari kedua orangtua, yang memainkan peran dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Selain itu, anak yang dilahirkan dengan prosedur bayi tabung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk lahir dengan berat badan rendah. Bukan hanya hipertensi saja, anak hasil IVF akan cenderung mengidap obesitas, serta diabetes tipe 2 ketika usia mereka mencapai 50 tahun.

Obesitas sendiri memiliki peran sebanyak 4 persen sebagai penyebab kanker, termasuk kanker rahim dan kanker payudara. Obesitas juga dihubungkan dengan penyakit pada sistem pencernaan, dan ginjal. Dalam kasus yang umum terjadi, hormon yang dilepaskan dari lemak seringkali dihubungkan dengan penyebab terjadinya hipertensi, obesitas, serta diabetes.

Baca juga: Begini Skema Bayi Tabung di Tengah COVID 19

Ketahui Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Bayi Tabung

Selain faktor risiko yang harus diperhatikan, sebelum melakukan bayi tabung, kamu juga perlu memperhatikan faktor apa saja yang mampu memengaruhi keberhasilan bayi tabung. Berikut ulasan selengkapnya!

  • Usia ibu. Semakin muda usia wanita yang ingin menjalankan prosedur IVF, maka akan semakin besar pula persentase keberhasilan bayi tabung.

  • Kondisi embrio. Saat prosedur pemindahan embrio dilakukan, embrio yang telah lebih dulu berkembang memiliki persentase keberhasilan yang lebih besar dibanding dengan yang belum berkembang.

  • Riwayat reproduksi. Wanita yang sebelumnya sudah memiliki keturunan memiliki persentase keberhasilan yang lebih besar. Persentase keberhasilan akan semakin menurun pada wanita yang sudah beberapa kali gagal melakukan prosedur IVF.

  • Penyebab ketidaksuburan. Dengan jumlah sel telur yang normal, maka tingkat persentase keberhasilan akan semakin tinggi. Seseorang dengan riwayat ketidaksuburan yang tidak terdeteksi akan memiliki persentase keberhasilan yang lebih rendah.

  • Gaya hidup. Wanita dengan kebiasaan merokok memiliki sel telur yang lebih sedikit, dan berisiko mengalami keguguran. Kebiasaan merokok juga dapat menurunkan tingkat keberhasilan IVF sebesar 50 persen.

Baca juga: Belum Punya Keturunan Bertahun-Tahun, Perlukah Bayi Tabung?

Bukan hanya merokok saja, memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, serta memiliki kelebihan berat badan juga akan menurunkan persentase memiliki momongan. Untuk itu, hindari beberapa hal tersebut jika ingin segera memiliki momongan. Jangan lupa untuk memperhatikan makanan sehat yang kamu konsumsi.

Bagi kamu yang ingin menjalankan program bayi tabung, cari tahu lebih lanjut dengan dokter di aplikasi Halodoc mengenai efek samping dan prosedur apa saja yang akan dilakukan. Tanyakan sejelas-jelasnya mengenai kelebihan dan kekurangan program bayi tabung.

Referensi:

NHS. Diakses pada 2020. IVF Risks.
Reuters.com. Diakses pada 2020. IVF kids may have higher risk of high blood pressure.
Viera Fertility. Diakses pada 2020. 10 IVF Success Factors.