• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anatomi Lapisan Kulit dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anatomi Lapisan Kulit dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia

Anatomi Lapisan Kulit dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 November 2021
Anatomi Lapisan Kulit dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia

“Kulit merupakan organ terbesar di tubuh dan memiliki anatomi yang kompleks. Lapisan kulit terdiri dari epidermis, dermis, dan jaringan subkutan. Setiap lapisan kulit memiliki fungsi yang berbeda. Kulit terluar memiliki siklus yang akan luruh dan berganti dengan lapisan baru.”

Halodoc, Jakarta – Lapisan kulit selalu berubah dan mengandung banyak sel dan struktur khusus. Fungsi utama kulit adalah melindungi tubuh bagian dalam. Seperti otot, tulang, sendi, saraf, hingga jaringan ikat tubuh. Penting juga untuk selalu melakukan perawatan kulit agar fungsinya selalu berjalan dengan baik. 

Organ kulit juga membantu mengatur suhu tubuh, mengumpulkan informasi sensorik dari lingkungan sekitar, dan berperang aktif dalam sistem kekebalan untuk melindungi tubuh dari penyakit. 

Untuk mengetahui bagaimana fungsi kulit dimulai dengan pemahaman tentang struktur tiga lapisan kulit, yaitu epidermis, dermis, dan jaringan subkutan. 

Ketahui Lapisan Kulit dan Fungsinya

Kulit memiliki ketebalan, warna, dan tekstur yang berbeda di seluruh tubuh. Misalnya, kulit kepala mengandung lebih banyak folikel rambut dibandingkan kulit di bagian tubuh lainnya. 

Sementara itu, telapak kaki dan tangan tidak memiliki folikel rambut. Selain itu, telapak kaki dan telapak tangan jauh lebih tebal daripada kulit di area tubuh lain. 

Berikut ini lapisan kulit dan fungsinya bagi tubuh:

1. Epidermis

Epidermis merupakan yang terluar dari ketiga lapisan kulit. Ketebalannya tergantung di mana ia berada di tubuh. Misalnya, lapisan tipis di kelopak mata (0,5 milimeter). Lapisan Ini paling tebal di telapak tangan dan telapak kaki (1,5 milimeter).

Ada lima lapisan epidermis, yaitu:

  • Stratum basale: Dikenal juga sebagai lapisan sel basal, yang memiliki sel-sel basal berbentuk kolom yang membelah dan mendorong sel-sel tua ke permukaan kulit. Sel-sel tua menjadi rata dan akhirnya mati dan luruh. Begitulah siklus seterusnya.
  • Stratum spinosum: Disebut juga sel skuamosa, merupakan lapisan kulit yang paling tebal. Lapisan ini juga mengandung sel langerhans yang dapat mencegah infeksi.
  • Stratum granulosum: Lapisan ini mengandung lebih banyak keratinosit yang bergerak  ke permukaan. 
  • Stratum lucidum: Lapisan ini hanya ada di telapak tangan dan telapak kaki.
  • Stratum korneum: Merupakan lapisan terluar yang akan luruh setiap dua minggu. 

Epidermis juga mengandung tiga sel khusus, yaitu:

  • Melanosit yang menghasilkan pigmen (melanin).
  • Sel Langerhans yang bertindak sebagai garis pertahanan pertama dalams istem kekebalan kulit.
  • Sel Merkel yang memiliki fungsi yang belum sepenuhnya dipahami.

2. Dermis

Dermis adalah lapisan tengah yang terletak di antara epidermis dan jaringan subkutan. Lapisan kulit ini berisi jaringan ikat, kapiler darah, kelenjar minyak dan keringat, ujung saraf, serta folikel rambut. Lapisan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • dermis papiler, yang merupakan lapisan atas yang tipis.
  • dermis retikuler, yang merupakan lapisan bawah yang tebal.

Ketebalan dermis bervariasi tergantung pada lokasinya di tubuh. Di kelopak mata, tebalnya 0,6 milimeter. Di bagian belakang, telapak tangan, dan telapak kaki setebal 3 milimeter. 

Dermis adalah rumah bagi tiga jenis jaringan berbeda yang ada di seluruh:

  • kolagen.
  • jaringan elastis.
  • serat retikuler.

Dermis juga mengandung beberapa sel dan struktur khusus, termasuk:

  • Folikel rambut.
  • Kelenjar sebaceous.
  • Kelenjar apokrin dan endokrin.
  • Pembuluh darah dan ujung saraf.
  • Sel-sel Meissner dan sel-sel pipih yang mentransmisikan sensasi sentuhan dan tekanan.

3. Jaringan Subkutan

Lapisan terdalam dari kulit adalah jaringan subkutan, hipodermis, dan subkutis. Secara teknis ini bukan bagian dari kulit, tapi membantu menempelkan kulit ke tulang dan otot. Jaringan subkutan juga menyediakan kulit dengan saraf dan suplai darah. 

Hipodermis mengandung sebagian besar lemak, jaringan ikat, dan elastin, yang merupakan protein elastis yang membantu jaringan kembali ke bentuk normal setelah peregangan. 

Tingginya kadar lemak membantu melindungi tubuh dan mencegah tubuh kehilangan terlalu banyak panas. Lapisan lemak juga bertindak sebagai pelindung, bantalan tulang dan otot. 

Kulit adalah organ besar dan kompleks dengan berbagai fungsi vital. Mulai dari melindungi tubuh dari patogen hingga membantu menjaga suhu tubuh yang tepat. 

Oleh karena itu, jika terjadi gangguan kesehatan pada kulitmu, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. Kamu bisa membuat membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. The Individual Layers of Skin and Their Functions
Medical News Today. Diakses pada 2021. Skin: How it works
Very Well Health. Diakses pada 2021. Common Skin Diseases and Conditions Explained.
Healthline. Diakses pada 2021. All About Common Skin Disorders.