Angin Duduk Bisa Sebabkan Meninggal Mendadak?

Angin Duduk Bisa Sebabkan Meninggal Mendadak?

Halodoc, Jakarta – Angin duduk adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Penyakit yang memiliki nama medis angina ini menyebabkan nyeri pada dada yang muncul akibat adanya gangguan aliran darah ke jaringan otot jantung. Sayangnya, angina sering terlambat ditangani karena gejala yang muncul mirip dengan nyeri dada akibat penyakit lainnya.

Gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini adalah nyeri dada, seperti ditindih atau ditekan. Nyeri dada akibat kondisi ini sering muncul ketika pengidapnya sedang beraktivitas, sebab pada kondisi ini jantung memompa darah lebih cepat. Menangani kondisi ini bisa dilakukan pengobatan dokter dan menjalani gaya hidup sehat. Penanganan harus segera dilakukan untuk menghindari komplikasi yang serius.

Baca juga: 4 Tips untuk Mencegah Angin Duduk

Serangan angin duduk harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat, untuk menghindari komplikasi yang berbahaya. Angina bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya, yaitu serangan jantung hingga kematian. Dengan kata lain, jika tidak ditangani segera, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang meninggal mendadak.

Gejala dan Penyebab Angin Duduk

Gejala khas dan utama dari angin duduk adalah munculnya rasa nyeri pada dada. Sensasi yang sering muncul adalah nyeri seperti ditindih atau ditekan dengan benda berat. Selain pada dada, nyeri akibat penyakit bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti leher, bahu, lengan, punggung, rahang, serta gigi. Selain rasa nyeri, angin duduk juga sering menimbulkan gejala lain, mulai dari keringat dingin, mual, pusing, badan terasa lemas, hingga sesak napas.

Baca juga: Bukan Dikerok, Begini Cara Mengobati Angin Duduk

Nyeri serta gejala lain yang muncul akibat penyakit ini akan semakin terasa saat beraktivitas, dan sering mereda atau hilang saat pengidapnya beristirahat. Kondisi seperti ini disebut dengan angin duduk stabil. Ada juga angina duduk tidak stabil, yaitu kondisi angin duduk yang tidak dapat hilang meski pengidapnya sudah beristirahat atau minum obat.

Penyebab dari kondisi ini adalah penyempitan pada pembuluh darah jantung (koroner). Pada kondisi normal, pembuluh koroner jantung berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung. Oksigen dibutuhkan jantung untuk memompa darah dengan baik, sehingga sirkulasi darah dan fungsi organ tubuh bisa berjalan dengan sempurna.

Saat pembuluh darah koroner mengalami penyumbatan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu, sehingga menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah penyakit jantung koroner. Umumnya, penyakit ini terjadi karena pembentukan plak atau penumpukan lemak di pembuluh darah koroner.

Nyeri akibat penyakit ini sering terasa semakin saat beraktivitas karena pada waktu itu, pembuluh darah yang sudah menyempit akan semakin menyempit. Angin duduk harus diwaspadai karena bisa terjadi kapan saja, termasuk saat seseorang sedang beristirahat.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung koroner yang berujung pada angina duduk. Risiko penyakit angina duduk menjadi lebih tinggi pada orang yang mengidap penyakit kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, stres, kelebihan berat badan alias obesitas, kebiasaan merokok, hingga kurang berolahraga dan berlebihan dalam mengonsumsi minuman beralkohol.

Baca juga: Gejala Serangan Jantung pada Pria dan Wanita, Apa Bedanya?

Mengalami gejala nyeri dada menyerupai angin duduk? Segera pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika ragu, kamu bisa menyampaikan keluhan awal pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!