• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Angkat Beban Berlebih Bisa Sebabkan Hernia Nukleus Pulposus

Angkat Beban Berlebih Bisa Sebabkan Hernia Nukleus Pulposus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Hernia nukleus pulposus merupakan penyakit yang terjadi karena ada masalah pada bantalan ruas tulang belakang. Kondisi ini muncul akibat bergesernya bagian tersebut, sehingga menekan saraf tulang belakang. Hernia nukleus pulposus juga disebut dengan istilah penyakit saraf terjepit. Lantas, benarkah kebiasaan mengangkat beban berlebih bisa menjadi penyebabnya? 

Mengangkat beban yang terlalu berat memang bisa menjadi salah satu faktor pemicu saraf kejepit, apalagi kalau hal ini dilakukan dengan posisi tubuh yang salah atau kurang siap. Risiko saraf terjepit juga bisa muncul saat salah tumpuan tubuh saat harus mengangkat beban yang berat. Nah, biar lebih jelas, simak penjelasan seputar hernia nukleus pulposus pada artikel berikut! 

Baca juga: Disebut Saraf Kejepit, Apa Penyebab Hernia Nukleus Pulposus?

Penyebab dan Gejala Hernia Nukleus Pulposus 

Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri pada area yang terserang, bisa leher atau punggung bagian bawah. Nyeri akibat penyakit ini bisa muncul di seputar pinggang, leher, atau di punggung bagian atas. Secara umum, hernia nukleus pulposus disebabkan oleh melemahnya jaringan bantalan tulang belakang. Selain kebiasaan mengangkat beban berat, faktor lain yang dapat memengaruhi adalah usia. 

Seiring bertambahnya usia, kelenturan bantalan tulang belakang akan berkurang, sehingga rentan terhadap cedera. Selain itu, saraf terjepit juga bisa disebabkan oleh riwayat terjatuh atau mengalami benturan pada tulang belakang. Sebab, hal itu bisa menyebabkan terjadinya pergeseran pada tulang belakang. 

Selain itu, ada faktor lain yang bisa menjadi penyebab kondisi ini, seperti memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama, mengalami obesitas alias berat badan berlebih, serta sering melakukan gerakan menunduk dan berputar secara mendadak atau berulang. Kondisi ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, tapi sebaiknya tidak disepelekan.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Hernia Nukleus Pulposus

Jika ragu dan mengalami gejala menyerupai saraf terjepit alias hernia nukleus pulposus, coba bicarakan pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan keluhan penyakit dan dapatkan tips dari dokter terpercaya. Download sekarang di App Store dan Google Play! 

Pada kondisi yang ringan, penyakit ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, saraf terjepit yang tidak kunjung membaik setelah berbulan-bulan mungkin harus mendapatkan penanganan medis khusus. Biasanya, dokter akan mengobati penyakit ini sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan gejala yang muncul. 

Hernia nukleus pulposus umumnya ditandai dengan rasa nyeri pada area leher atau punggung bagian atas dan bawah. Nyeri yang muncul akan tergantung pada lokasi dan banyaknya saraf yang terjepit. Saraf terjepit dapat menyebabkan sakit di area punggung kiri, punggung kanan, atau keduanya. Nyeri juga bisa menjalar hingga ke paha atau kaki.

Baca juga: Ini Komplikasi yang Disebabkan Hernia Nukleus Pulposus

Jika dilihat dari lokasinya, berikut gejala saraf terjepit yang bisa dikenali: 

  • Saraf Terjepit di Leher 

Saraf terjepit bisa terjadi di leher. Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada leher dan bahu yang menjalar ke lengan, muncul sensasi terbakar pada leher, bahu, dan lengan, serta kesemutan, lemah, atau kaku otot di salah satu lengan. Nyeri yang muncul di area tersebut bisa sakit menyakitkan dan mengganggu aktivitas. 

  • Saraf Terjepit di Punggung Bawah 

Selain di leher, hernia nukleus pulposus juga bisa terjadi di punggung bagian bawah atau pinggang. Nyeri akibat kondisi ini juga bisa memburuk dan dirasakan sampai ke tulang ekor. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan nyeri seperti tertusuk di area bokong, serta kesemutan atau lemah otot di tungkai.

Referensi: 
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2020. Herniated Disk.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Herniated Disk.
Healthline. Diakses pada 2020. Slipped Disc.