• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Bedanya Cek Urine dengan Tes pH Urine?

Apa Bedanya Cek Urine dengan Tes pH Urine?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Cek urine dan tes pH urine merupakan kedua pemeriksaan yang dilakukan pada urine manusia. Meski pemeriksaan sama-sama dilakukan pada urine, keduanya memiliki tujuan dan indikasi yang berbeda. Berikut perbedaan kedua pemeriksaan tersebut!

Baca juga: Begini Prosedur Tes Urine untuk Deteksi Narkoba dalam Darah

Cek Urine dan Tes PH Urine, Apa yang Membedakan Keduanya?

Cek urine, atau yang dikenal dengan prosedur urinalisis merupakan pemeriksaan yang dilakukan guna mengetahui kondisi fisik, kimiawi, serta mikroskopik urine guna mendiagnosis adanya berbagai penyakit dan kondisi yang dialami oleh seseorang. Cek urine memang tidak dapat mendiagnosis suatu penyakit secara spesifik, tapi dapat menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan pada seseorang. 

Cek urine guna mendiagnosis adanya penyakit pada seseorang biasanya dilakukan dengan metode lain yang lebih spesifik, agar penyakit dapat diketahui dengan lebih akurat. Selain mendiagnosis adanya penyakit, cek urine juga dilakukan guna memantau kondisi kesehatan seseorang sebelum menjalani prosedur medis tertentu. 

Sedangkan tes pH urine merupakan pemeriksaan yang dilakukan guna melihat tingkat asam dan basa dalam cairan urine. Seseorang yang sering mengonsumsi daging daripada sayuran akan memiliki kandungan pH urine yang lebih asam. Tes pH urine juga dilakukan guna mendeteksi adanya penyakit yang berhubungan dengan kelainan kadar asam dalam tubuh. 

Baca juga: Perlukah Cek Kesehatan Meski Sedang Fit?

Apa Tujuan Cek Urine Dilakukan?

Cek urine merupakan metode yang cukup aman dilakukan, karena sejauh ini tidak ada risiko tertentu yang dapat terjadi pada peserta. Cek urine dilakukan untuk mendeteksi sejumlah kondisi berikut ini:.

  • Mendeteksi kehamilan. Cek urine untuk mengetahui kehamilan biasanya dilakukan dengan alat bernama test pack yang dial bebas di apotik.

  • Mendeteksi adanya zat asing. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mendeteksi apakah seseorang merupakan pemakai dari obat-obatan terlarang.

  • Memantau perkembangan penyakit. Beberapa penyakit yang dapat dipantau dengan melakukan cek urine antara lain penyakit diabetes, kerusakan dan infeksi ginjal, lupus, serta penyakit hati.

  • Mendiagnosis penyakit. Beberapa penyakit yang dapat diketahui melalui pemeriksaan ini adalah gangguan ginjal, adanya protein dalam urine, kerusakan otot, gula darah yang tidak terkendali, serta infeksi saluran kemih.

  • Mendeteksi gejala penyakit. Beberapa gejala penyakit yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan ini adalah adanya darah dalam urine, demam, nyeri pinggang, nyeri saat buang air kecil, nyeri perut bawah, serta keluhan lain pada saluran kemih.

Selain untuk mendeteksi beberapa kondisi tersebut, cek urine juga dapat dilakukan sebagai langkah pemeriksaan rutin seseorang secara keseluruhan. Pemeriksan ini juga dapat dilakukan guna menilai kondisi kesehatan peserta sebelum menjalani operasi atau rawat inap di rumah sakit.

Baca juga: Begini Prosedur Tes Urine untuk Mendiagnosis Diabetes

Apa Tujuan Tes PH Urine Dilakukan?

PH urine normal berada di angka 4,5- 8,0 dengan nilai rata-rata 6,0. Sedangkan nilai pH urine netral adalah 7,0. PH urine dinyatakan asam saat berada di bawah angka 5,0, dan dinyatakan basa saat berada di atas angka 8,0. Meski memiliki patokan nilai, setiap laboratorium memiliki standar nilai normal tersendiri yang tidak akan jauh berbeda dari nilai yang telah disebutkan.

Salah satu faktor yang memengaruhi kadar pH urine adalah pola makanan. Jika pH-nya di bawah normal, seseorang akan memiliki risiko tinggi mengidap batu ginjal. Jika pH urine berada di angka yang tidak normal, hal tersebut menunjukkan adanya penyakit ini: 

  • Asidosis, yaitu yaitu kondisi yang terjadi saat kadar asam dalam tubuh sangat tinggi.

  • Dehidrasi, yaitu kondisi yang terjadi saat tubuh kekurangan cairan di dalamnya.

  • Diabetes ketoasidosis, yaitu komplikasi diabetes yang disebabkan oleh tingginya produksi asam darah tubuh.

  • Diare, yaitu kondisi yang terjadi ketika seseorang mengalami buang air besar lebih sering dari biasanya.

  • Gagal ginjal, yaitu kondisi yang terjadi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal.

  • Asidosis tubulus ginjal, yaitu kondisi yang terjadi ketika ginjal tidak dapat membuang asam melalui urine, sehingga asam terkumpul di dalam darah.

  • Alkalosis respiratorik, yaitu kondisi yang terjadi saat darah menjadi basa karena proses pernapasan yang cepat.

  • Infeksi saluran kemih, yaitu kondisi yang terjadi saat organ dalam sistem kemih mengalami peradangan.

Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan, manfaat, serta efek samping prosedur cek urine dan tes pH urine, kamu bisa mendiskusikannya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2020. Urine pH test.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is the normal pH range for urine?
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. What is a Urinalysis (also called a "urine test")?
Healthline. Diakses pada 2020. Urinalysis.