• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Dampak Terlalu Bergantung pada Teman?

Apa Dampak Terlalu Bergantung pada Teman?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Apa Dampak Terlalu Bergantung pada Teman?

Halodoc, Jakarta - Memiliki sahabat memang menyenangkan, karena kamu bisa saling berbagi kebahagiaan bersama. Memiliki teman bisa jadi hal yang sangat penting untuk kesehatan mental, karena hubungan pertemanan yang sehat adalah cara jitu mengusir kesepian. Namun, apakah kamu pernah berpikir bahwa dirimu terlalu bergantung pada teman? Seperti misalnya merasa tak bisa melakukan apapun tanpa teman, atau merasa tidak bisa melakukan pekerjaan dengan benar tanpa bantuan teman?

Jika kamu merasa terlalu bergantung pada teman, sebaiknya kamu mulai mengatasi hal buruk ini. Pasalnya, jika kamu terlalu bergantung pada teman, kamu jadi tidak bisa mandiri. Selain itu, terlalu bergantung dengan teman juga bisa merusak persahabatan itu sendiri, lho. 

Baca juga: Waspada Toxic Relationship dalam Pertemanan

Dampak Terlalu Bergantung pada Teman

Ada beberapa efek negatif saat kamu terlalu bergantung pada teman, antara lain:

Kamu Jadi Tak Mandiri

Hidup di dunia memang penuh tantangan dan ujian. Namun, jika kamu terus menerus mengharap bantuan dari orang, maka kepekaan untuk bertahan hidup secara mandiri jadi tak berfungsi dengan baik. Ujungnya kamu malah membuat diri sendiri merasa bergantung terus dengan orang, padahal teman juga punya dunia sendiri, punya kebutuhan sendiri, dan punya prioritas sendiri. Jangan sampai untuk hal kecil saja kamu terus menerus meminta tolong teman, dan berusahalah terus menjadi mandiri. 

Merusak Hubungan Pertemanan Itu Sendiri

Sebagian besar, ketergantungan tidak akan membuka jalan menuju hubungan yang sehat. Orang yang bergantung secara emosional atau bahkan secara material biasanya membutuhkan banyak kepastian dan dukungan dari orang lain. 

Jika kamu sering mengalami perasaan tidak aman atau ragu pada diri sendiri, kamu mungkin membutuhkan bantuan atau saran dari mereka untuk merasa nyaman dengan diri sendiri. Kebutuhan ini dapat memicu ketakutan tentang apa yang mungkin terjadi jika mereka pergi atau berhenti memberikan jaminan yang kamu butuhkan. Ketakutan akan pengabaian ini pada gilirannya akan membuat situasi pertemanan menjadi tidak sehat. Apalagi jika teman sudah menyadari bahwa bantuan yang ia berikan tidak pernah terbalaskan, maka pertemanan yang awalnya berlandaskan ketulusan itu akan rusak. 

Baca juga: Pentingnya Support System untuk Pengembangan Diri

Perawatan Diri yang Buruk

Jika kamu sepenuhnya mengandalkan orang lain untuk mendapatkan dukungan, baik emosional atau material, kamu akan kehilangan kesempatan untuk menemukan cara-cara yang dapat kamu lakukan untuk mendukung diri sendiri. Ingat, sangat tidak realistis mengharapkan orang lain memenuhi semua kebutuhan kamu setiap saat. Jadi, penting untuk memiliki beberapa cara menanggulangi kondisi yang kamu alami ketika teman sedang tidak bisa membantu. 

Ditambah lagi, tekanan emosional yang kamu alami ketika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhanmu dapat dengan mudah membuat kamu kesal bahkan stres. Hal ini membuat kamu memiliki sedikit kesempatan untuk mengejar aktivitas yang lebih baik untuk dilakukan. 

Jika kamu merasa dirimu terlalu bergantung dengan teman, maka ada baiknya ceritakan masalah ini dengan psikolog di Halodoc. Mintalah saran dari psikolog profesional di Halodoc bagaimana caranya agar bisa menjadi mandiri dan tak selalu bergantung dengan teman. Ingat, jika kamu bergantung terus pada teman, lama-kelamaan ini bisa merusak persahabatan.

Baca juga: Begini Cara Menghadapi Teman yang Suka Gosip

Jika Teman Jadi Sangat Ketergantungan, Coba Cara Ini

Teman bisa jadi tempat mencurahkan atau meminta bantuan. Namun ingat, saat teman menjadi sangat ketergantungan denganmu, pasti rasanya tidak nyaman. Ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi teman yang sangat ketergantungan dengan kehadiranmu:

  • Tetapkan Batasan. Kamu dapat menolak dengan penuh kasih tetapi dengan singkat. Kamu bisa mengatakan seperti "Kamu adalah temanku dan aku menyayangimu, tapi kali ini aku akan pergi sendiri/dengan yang lain. Kita akan pergi bersama lain kali ya!"
  • Sarankan Alternatif. Saat mengatakan tidak pada permintaan dari teman, ambilah inisiatif dengan menyarankan hal lain yang mungkin lebih baik untuknya. 
  • Ingat yang Hal yang Baik. Akan lebih mudah untuk menetapkan batasan jika kamu terlebih dahulu mengingatkan diri sendiri bahwa kamu benar-benar peduli pada teman dan bahwa kamu mempertahankan batasan ini untuk menjaga persahabatan, bukan sebagai bentuk rasa marah, kekecewaan, atau bahkan hukuman. 
  • Berlatih. Ada gunanya untuk melakukan berlatih sebelum berbicara dengan teman yang sangat bergantung denganmu. Latih dirimu untuk memberikan tanggapan yang baik dan jelas saat menolak permintaan teman.

Referensi:
Experience Life. Diakses pada 2021. Handling a High-Maintenance Friend.
Healthline. Diakses pada 2021. How to Recognize and Work Through Emotional Dependency.
Live About. Diakses pada 2021. When You're Being Clingy With a Friend.