• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Faktor yang Bisa Tingkatkan Risiko Kista Baker?

Apa Faktor yang Bisa Tingkatkan Risiko Kista Baker?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kista baker atau yang dikenal dengan kista popliteal merupakan pembengkakan berisi cairan yang terjadi pada lutut bagian belakang, yang disebabkan radang pada jaringan di belakang sendi lutut. Saat kista popliteal terjadi, maka pengidap akan merasakan sejumlah gejala, seperti:

  • Sakit pada lutut.

  • Sakit pada betis.

  • Adanya cairan di sekitar lutut.

  • Terdapat suara pada sendi ketika digerakkan.

Pada kasus yang langka, kista popliteal ini dapat pecah dan menghasilkan cairan yang bocor ke bagian betis. Jika hal tersebut terjadi, akan menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, serta kemerahan pada betis. Lantas, apa yang menjadi faktor pemicu kista Baker? Berikut penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Kenali Berbagai Langkah Penanganan Kista Baker

Apa Saja yang Menjadi Faktor Pemicu Kista Baker?

Sendi lutus sebenarnya memiliki cairan pelumas alami yang disebut dengan sinovial. Sinovial ini akan membantu pergerakan kaki dan mengurangi gesekan di antara bagian lutut. Pada beberapa kasus, lutut memproduksi cairan tersebut terlalu banyak, sehingga menghasilkan penumpukan cairan di bagian belakang lutut yang berujung pada kista popliteal. Berikut sejumlah faktor pemicu kista Baker!

  • Mengidap peradangan pada sendi lutut, seperti arthritis. Kondisi ini akan ditandai dengan sejumlah gejala, seperti nyeri dan pembengkakan pada sendi, keterbatasan gerak, kemerahan dan rasa hangat, serta penurunan kekuatan otot.

  • Cedera lutut, seperti sobekan tulang rawan. Sobekan tulang rawan dapat terjadi karena adanya pergerakan yang memaksa lutut berotasi sewaktu kaki sedang berpijak kuat.

  • Berjenis kelamin wanita. Hal tersebut dikarenakan wanita berpotensi mengembangkan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

  • Berusia di atas 40 tahun. Meski dapat dialami oleh anak-anak, seseorang yang berusia di atas 40 tahun akan lebih berisiko mengalami kondisi ini

Meskipun jarang terjadi, kista popliteal dapat pecah dan cairan sinovial dapat bocor mengalir ke bagian betis dan menyebabkan sejumlah gejala, seperti sakit pada lutut, pembengkakan pada betis, kemerahan pada betis, serta terasa cairan turun ke betis. Saat pengidap memiliki pembengkakan dan kemerahan pada betis, maka pemeriksaan lebih lanjut diperlukan guna mengetahui penyebab yang mendasari.

Baca juga: Fisioterapi Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Kista Baker

Apa Gejala yang Tampak pada Pengidap Kista Baker?

Pada beberapa kasus, kehadiran kista baker tidak disadari pengidapnya, karena tidak menimbulkan gejala yang berarti. Berikut beberapa gejala yang menandakan bahwa kamu tengah mengidap kondisi ini:

  • Pembengkakan di belakang lutut.

  • Nyeri pada kaki

  • Kekakuan hingga lutut tidak dapat melentur dengan sempurna.

Gejala-gejala tersebut dapat bertambah parah saat pengidapnya aktif bergerak atau berdiam diri dalam waktu yang lama. Segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit terdekat saat kamu mengalami nyeri dan pembengkakan di belakang lutut, serta benjolan yang menandakan kondisi serius. Tubuh masing-masing orang akan berbeda saat mengalami gejala. Jadi, lakukan pemeriksaan dini untuk mencegah komplikasinya, ya!

Baca juga: Idap Kista Baker, Waspadai Komplikasi Ini

Pengidap Kista Baker, Ini Komplikasi yang Perlu Diwaspadai 

Dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi bisa muncul jika gejala tidak segera ditangani. Kista yang pecah akan menyebabkan komplikasi berupa peradangan pada betis, sehingga betis tampak membengkak dan kemerahan. Berikut langkah mengatasi kista Baker untuk meredakan bengkak dan nyeri, sehingga pengidap merasa lebih nyaman:

  • Kompres air dingin.

  • Kurangi berdiri dan berjalan.

  • Gunakan penyangga tungkai.

  • Gunakan tongkat.

  • Konsumsi obat pereda nyeri.

Saat sejumlah langkah penanganan tersebut tidak mampu meredakan gejala, segera hubungi dokter, ya! Sebelum kista Baker muncul dan bertambah parah, kamu bisa melakukan langkah pencegahan dengan melakukan pemanasan sebelum olahraga, serta memakai alas kaki yang nyaman. Selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Baker's cyst.
WebMD. Diakses pada 2020. Baker’s Cyst (Popliteal Cyst).
Healthline. Diakses pada 2020. Baker’s (Popliteal) Cyst.