• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Atresia Bilier?

Apa Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Atresia Bilier?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Momen kelahiran bayi sangat ditunggu-tunggu bagi banyak orangtua. Namun, mengurus bayi baru lahir mungkin bisa dibilang momen yang cukup melelahkan. Pada masa ini, orangtua tidak boleh menganggap sepele setiap gejala yang terjadi pada bayi.

Apalagi saat bayi mengalami gejala seperti kulit dan mata yang berubah kuning. Di dunia medis, cukup banyak yang menyebabkan penyakit kuning atau jaundice. Salah satu yang perlu ditangani serius adalah atresia bilier

Bayi dengan atresia bilier tidak menunjukkan gejala saat baru lahir. Namun, pada minggu kedua atau ketiga setelah dilahirkan, bayi akan mengalami penyakit kuning. Penyakit kuning yang dialami seiring waktu juga akan bertambah parah.

Atresia bilier terjadi ketika saluran empedu pada bayi yang baru lahir tertutup. Hasilnya, cairan empedu tidak bisa mengalir ke usus karena tertutupnya saluran tersebut. Cairan empedu pun menumpuk di dalam hati dan menyebabkan kerusakan pada jaringan hati. 

Baca juga: Gejala Munculnya Atresia Bilier pada Bayi

Hal-Hal Pemicu Atresia Bilier

Sayangnya, belum diketahui secara pasti penyebab atresia bilier. Para ahli menduga kelainan ini terjadi sesaat setelah bayi lahir, yang mana saluran empedu bayi menjadi tertutup atau tersumbat. Ada beberapa hal juga yang diduga meningkatkan risiko atresia bilier, misalnya: 

  • Bayi lahir prematur;
  • Infeksi virus atau bakteri setelah lahir;
  • Paparan zat kimia berbahaya;
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh;
  • Perubahan atau mutasi gen tertentu;
  • Gangguan perkembangan hati dan saluran empedu saat di dalam rahim.

Ingat, kondisi ini membuat cairan empedu terhambat dan menumpuk di hati, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada hati. Segera bawa bayi untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit saat ia menunjukkan gejala jaundice. Kamu bisa buat janji dengan dokter di Halodoc sebelum melakukan pemeriksaan guna menghindari antre. 

Baca juga: Serba-Serbi Bayi Kuning, Ini yang Perlu Diketahui

Langkah Diagnosis Atresia Bilier

Langkah untuk mendiagnosis atresia bilier, yaitu pertama-tama dokter akan menanyakan riwayat gejala yang timbul pada bayi. Riwayat penyakit yang dimiliki ayah, ibu, atau saudaranya juga akan ditanyakan. Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda penyakit kuning, dan memeriksa warna urine dan feses bayi. Dokter juga akan meraba perut bayi untuk mendeteksi kemungkinan pembesaran hati (hepatomegali) atau pembesaran limpa.

Penting untuk diketahui, atresia bilier memiliki kemiripan gejala dengan penyakit hati. Untuk memastikan diagnosis, dokter meminta bayi menjalani tes darah untuk mengukur kadar bilirubin. Ada beberapa pemeriksaan penunjang lain yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan penunjang lain, seperti USG perut, rontgen perut, atau cholangiography (foto rontgen pada saluran empedu).

Jika diperlukan, biopsi atau pengambilan sampel jaringan pada hati juga bisa dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan sirosis atau menyingkirkan kemungkinan penyakit kuning akibat kondisi lain.

Baca juga: Benarkah Penyembuhan Gagal Hati Hanya Transplantasi Hati?

Pengobatan Atresia Bilier

Perawatan yang bisa dilakukan untuk mengobati atresia bilier adalah dengan pembedahan. Prosedur Operasi Kasai adalah metode yang akan digunakan untuk menangani kondisi gangguan aliran empedu yang terjadi di luar hati.

Dokter bedah akan menyambungkan saluran empedu ke usus, sehingga cairan empedu bisa kembali mengalir. Setelah itu, bayi akan diberi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi pada saluran dan kantung empedu. Selain itu, transplantasi hati juga dapat dipertimbangkan untuk atresia bilier dengan kerusakan hati yang berat.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Biliary Atresia.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Biliary Atresia.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Biliary Atresia?