• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Komplikasi yang Diakibatkan Gangguan Immunodefisiensi?

Apa Komplikasi yang Diakibatkan Gangguan Immunodefisiensi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Mungkin sebagian dari kita akrab dengan penyakit autoimun. Namun, bagaimana dengan gangguan immunodefisiensi? Familiar dengan kondisi ini?

Dalam dunia medis, gangguan immunodefisiensi merupakan kondisi yang membuat tubuh tak bisa melindungi diri dari virus, parasit, ataupun bakteri. gangguan immunodefisiensi ini sendiri terbagi menjadi dua, yaitu dibawa sejak lahir (primer) dan diperoleh (sekunder). Namun, gangguan sekunder lebih terbilang umum, dibandingkan dengan primer.

Ketika seseorang mengidap gangguan immunodefisiensi, maka kondisi ini akan mencegah tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Dengan kata lain, gangguan immunodefisiensi rentan membuat seseorang mengalami infeksi virus dan bakteri

Nah, pertanyaannya, apa jadinya bila gangguan immunodefisiensi dibiarkan tanpa penanganan? Kira-kira komplikasi apa saja yang akan terjadi pada tubuh? 

Baca juga: Penanganan untuk Gangguan Imunodefisiensi

Dari Sinus sampai Pneumonia

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan terlebih dahulu dengan gejalanya. Ketika seseorang mengalami gangguan immunodefisiensi, maka dirinya akan mengalami berbagai keluhan. Sebab, gangguan immunodefisiensi memang bisa menimbulkan berbagai gejala pada tubuh mengidapnya. Misalnya: 

  • Infeksi sinus.

  • Pilek.

  • Diare.

  • Mata merah.

  • Infeksi jamur.

  • Peradangan dan infeksi pada organ internal.

  • Pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat.

  • Gangguan autoimun, seperti lupus atau diabetes tipe 1.

  • Masalah pencernaan, seperti kram, kehilangan nafsu makan, hingga mual dan diare.

  • Pneumonia.

Hal yang perlu diingat, mungkin saja terdapat gejala-gejala lain yang belum disebut di atas. Nah, andaikan dirimu atau anggota keluarga ada yang mengalami gejala-gejala di atas, segeralah tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Di sini dokter mungkin akan menyadarkan untuk melakukan berbagai tes untuk mendiagnosis gangguan imunodefisiensi. 

Nah, berikut ini beberapa cara untuk mendiagnosis gangguan immunodefisiensi.

Dari Wawancara Medis Hingga Tes Darah

Seperti mendiagnosis penyakit pada umumnya, di tahap awal dokter akan melakukan wawancara medis seputar gejala dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis gangguan immunodefisiensi. 

Nah, andaikan dokter menduga pasien mengalami gangguan gangguan immunodefisiensi, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, contohnya pemeriksaan darah. Tes darah ini bertujuan untuk: 

  • Menentukan jumlah sel darah putih.

  • Menentukan jumlah sel T.

  • Menentukan kadar imunoglobulin.

Di samping itu, vaksin juga dapat menguji respons sistem imun dengan tes antibodi. Di sini dokter akan memberi vaksin dan melakukan tes darah. Tujuannya untuk melihat respons tubuh terhadap vaksin beberapa hari atau minggu kemudian. 

Baca juga: 6 Gejala Umum dari Gangguan Immunodefisiensi

Bila tidak memiliki gangguan imunodefisiensi, sistem imun akan menghasilkan antibodi untuk melawan organisme pada vaksin. Seseorang dapat memiliki gangguan jika tes darah tidak menunjukkan adanya antibodi.

Kembali ke judul utama, kira-kira komplikasi apa yang bisa terjadi akibat  gangguan immunodefisiensi?

Awas, Ada Berbagai Komplikasi

Jangan menganggap remeh gangguan immunodefisiensi. Alasannya simpel, gangguan ini berkaitan dengan antibodi tubuh. Padahal, antibodi ini merupakan “tentara” di dalam tubuh yang melindungi kita dari berbagai macam serangan penyakit.

Nah, berikut komplikasi yang mungkin terjadi pada pengidap gangguan immunodefisiensi, yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat. 

  • Frekuensi sakit yang meningkat (sering/mudah sakit), atau sukar sembuh dari sakit. 

  • Peningkatan risiko infeksi, baik virus maupun bakteri. 

  • Meningkatkan risiko kanker atau tumor tertentu.

  • Gangguan autoimun.

  • Kerusakan pada jantung, paru-paru, sistem saraf, ataupun saluran pernapasan.

  • Kematian karena infeksi serius.

Tuh, cukup seram bukan komplikasinya? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Immunodeficiency Disorders.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Primary immunodeficiency.
Medline Plus. Diakses pada 2019. Immunodeficiency Disorders.