• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Penyebab Bayi Baru Lahir Alami Penyakit Kuning?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Penyebab Bayi Baru Lahir Alami Penyakit Kuning?

Apa Penyebab Bayi Baru Lahir Alami Penyakit Kuning?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 Maret 2021
Apa Penyebab Bayi Baru Lahir Alami Penyakit Kuning?

Halodoc, Jakarta - Setelah akhirnya sang buah hati lahir ke dunia, ibu dan ayah resmi mengemban tugas dan tanggung jawab baru sebagai orangtua. Artinya, siap saling membantu untuk membesarkan Si Kecil bersama, termasuk menghadapi berbagai masalah yang mungkin umum terjadi pada bayi baru lahir. Salah satunya adalah kuning

Ternyata, ada alasan di balik hal tersebut. Penyebab bayi kuning sebenarnya karena adanya kelebihan bilirubin dalam darahnya. Bilirubin merupakan unsur kuning yang menjadi pemicu terjadinya penyakit kuning. Bilirubin terbentuk akibat sel darah yang tinggi pada bayi. Unsur kuning ini akan terbentuk ketika sel-sel darah merah yang tua mengalami proses penghancuran. Ibu bisa mengenali masalah kesehatan ini saat melihat kulit dan mata Si Kecil yang cenderung akan berwarna kuning.

Baca juga: Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi, Berbahaya atau Normal?

Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi

Kuning pada bayi baru lahir umumnya tidak berbahaya dan dapat pulih dengan sendirinya, biasanya dalam waktu sekitar dua minggu. Meski begitu, kuning pada bayi juga bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius. Ini artinya, sebaiknya gejala kuning yang muncul tidak disepelekan begitu saja. 

Sebenarnya, bilirubin sudah dimiliki bayi sejak masih berada di dalam kandungan. Namun, zat tersebut biasanya akan dikeluarkan oleh tubuh melalui plasenta. Nah, setelah bayi lahir proses tersebut pasti akan berubah.

Saat baru lahir, organ tubuh bayi sudah pasti belum sempurna, terutama organ hati. Kondisi ini akan menghambat proses pembuangan bilirubin yang seharusnya dikeluarkan. Meski begitu, kuning pada bayi baru lahir juga bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti sepsis, infeksi virus atau bakteri, kerusakan hati, pendarahan internal, hingga gangguan saluran empedu.  

Masalah kesehatan ini juga bisa terjadi karena gangguan pada pencernaan. Selain itu, risiko kuning juga menjadi lebih tinggi pada bayi yang lahir prematur atau lahir sebelum waktunya. 

Baca juga: Benarkah Bayi Lahir Prematur Berisiko Alami Kernikterus?

Risiko Kernikterus pada Bayi Kuning 

Tingginya kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir bisa meningkatkan risiko komplikasi kernikterus. Kondisi ini sangat berbahaya dan tidak boleh disepelekan. Kernikterus adalah penyakit yang terjadi akibat tingginya kadar bilirubin dalam darah. Penyebabnya karena tubuh atau organ hati tidak dapat membuang bilirubin sehingga terjadilah penumpukan. 

Tingginya kadar bilirubin yang tidak tertangani dapat menyebabkan zat tersebut menumpuk pada otak. Meski tergolong jarang, kernikterus bisa berbahaya dan menyebabkan cedera pada otak bayi. Kondisi ini pun bisa memicu berbagai masalah kesehatan bayi jangka panjang. 

Tanpa adanya penanganan, kernikterus juga bisa memicu terjadinya kelumpuhan otak alias cerebral palsy, masalah pada gigi, gangguan pada penglihatan dan pendengaran, hingga keterbelakangan mental.

Baca juga: 3 Tindakan untuk Mencegah Kernikterus pada Bayi

Meski bisa menghilang dengan sendirinya, tetapi ibu tetap perlu mengetahui bagaimana menangani kuning pada bayi baru lahir. Tanyakan pada dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan ibu sudah download aplikasi Halodoc, karena selain chat dengan dokter, ibu juga menggunakan aplikasi ini untuk membuat janji berobat ke rumah sakit terdekat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Infant jaundice.
WebMD. Diakses pada 2021. Jaundice in Newborns (Hyperbilirubinemia).
National Organization of Rare DIsease. Diakses pada 2021. Kernicterus.