• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Penyebab Terjadinya Aspergillosis?

Apa Penyebab Terjadinya Aspergillosis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Selain bakteri dan virus, ada pula makhluk kecil  lainnya yang sering menyebabkan beragam penyakit pada tubuh. Misalnya, jamur yang bisa memicu sederet masalah kesehatan. Ingat, infeksi jamur bukan cuma menyerang kulit saja lho.

Pernah mendengar aspergillosis? Dalam kebanyakan kasus, aspergillosis umumnya menyerang sistem pernapasan. Namun, penyakit ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti mata, kulit, atau otak. Tuh, seram kan? 

Pertanyaannya, apa sih penyebab aspergillosis? 

Baca juga: Aspergilosis Terjadi saat Jamur Masuk ke Saluran Pernapasan

Jamur yang Menyerang Saluran Pernapasan

Penyakit infeksi yang satu ini disebabkan oleh jamur Aspergillus yang terhirup ke dalam saluran pernapasan. Nah, dari banyaknya jenis jamur Aspergillus, Aspergillus fumigatus atau A. fumigatus merupakan biang keladi yang paling sering menyebabkan penyakit aspergillosis. 

Jamur aspergillus merupakan kapang atau jamur berfilamen yang umum ada di mana-mana. Mulai dari dataran tinggi hingga dataran rendah, dan biasanya banyak terdapat di wilayah yang subur, termasuk di Indonesia. Jamur ini juga bisa ditemukan di kompos, kotoran burung, tembakau, dan kentang yang telah disimpan dalam waktu lama. 

Nah, seseorang akan semakin berisiko terserang aspergillosis bila memiliki kondisi medis tertentu. Misalnya: 

  • Mengidap penyakit paru, seperti TBC, PPOK, ataupun sarkoidosis.  

  • Mengidap asma atau fibrosis kistik. 

  • Mengidap penyakit paru, seperti Tuberkulosis (TBC). 

  • Menjalani transplantasi organ atau dengan sistem imun yang sangat rendah. Contohnya, menjalani terapi kanker, ataupun mengonsumsi obat steroid jangka panjang, atau dosis tinggi berisiko terkena aspergillosis invasif.

Penyebabnya sudah, bagaimana dengan gejalanya?

Baca juga: Awas, Infeksi Jamur Ini Bisa Menyerang Organ Intim Sampai Mulut

Gejala Berdasarkan Jenisnya 

Berbicara gejala aspergillosis, sama halnya membicarakan banyak keluhan pada tubuh. Sebab penyakit akibat infeksi jamur ini bisa menimbulkan pelbagai gejala pada pengidapnya. Gejala aspergillosis ini bisa berbeda-beda pada tiap orang yang bergantung dari jenis aspergillosis yang dialami. Misalnya:

    • Allergic bronchopulmonary aspergillosis. Jenis yang satu ini biasanya terjadi pada pengidap asma dan fibrosis kistik. Gejalanya seperti batuk dan mengi. Selain itu, juga dapat ada keluhan demam dan pada pemeriksaan didapatkan tanda peradangan paru yang tidak membaik dengan terapi antibiotik.

    • Chronic pulmonary aspergillosis (CPA). Infeksi aspergillosis yang tini terjadi perlahan-lahan, biasanya terjadi pada pengidap dengan penyakit paru lama, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau TBC. Gejala yang biasanya dialami, antara lain demam, batuk, keringat malam, dan penurunan berat badan. Gejala hampir mirip dengan gejala TBC atau pneumonia.

    • Aspergillosis invasif. Jenis ini biasanya terjadi pada mereka yang memiliki sistem imun yang lemah. Contohnya, pengidap HIV atau AIDS.  Gejala yang  muncul bisa berupa demam, batuk, sesak napas, nyeri dada, batuk darah, napas cepat, dan rendahnya kadar oksigen didalam darah yang semakin parah.

Jangan Dibiarkan, Komplikasi Taruhannya

Infeksi jamur yang tak segera ditangani bisa menyebabkan munculnya beragam masalah lainnya. Komplikasi yang ditimbulkan aspergillosis bisa menyebabkan masalah serius seperti: 

  • Perdarahan. Baik aspergilloma dan aspergillosis invasif dapat menyebabkan perdarahan yang parah, dan terkadang gatal di paru-paru. 

  • Infeksi sistemik. Komplikasi paling serius dari aspergillosis invasif adalah penyebaran infeksi ke bagian lain dari tubuh, terutama otak, jantung, dan ginjal. Aspergillosis invasif menyebar dengan cepat dan mungkin berakibat fatal.

Tuh, yakin masih mau meremehkan infeksi jamur akibat aspergillosis? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Health Service. Diakses pada 2020. Health A to Z. Aspergillosis. 
National Institute of Health - Medline Plus. Diakses pada 2020. Aspergillosis. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Aspergillosis.