• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Penyebab Utama Penyakit Hati Kronis?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Penyebab Utama Penyakit Hati Kronis?

Apa Penyebab Utama Penyakit Hati Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 19 Juli 2021
Apa Penyebab Utama Penyakit Hati Kronis?Apa Penyebab Utama Penyakit Hati Kronis?

“Tubuh ditunjang oleh organ-organ penting yang saling bekerja sama melakukan tugasnya, termasuk hati. Organ ini bekerja bersama dengan usus, pankreas, dan kantung empedu untuk mencerna, menyerap, dan mengolah makanan.”

Halodoc, Jakarta - Tidak hanya itu, hati juga berperan penting dalam proses pembekuan darah, termasuk pula protein, trigliserida, protein, dan kolesterol. Tak kalah pentingnya, hati juga memiliki peran untuk membantu membersihkan tubuh dari racun.

Seseorang dikatakan mengidap masalah kesehatan pada hati apabila terindikasi adanya kerusakan pada organ tersebut, sehingga tidak lagi mampu melakukan fungsinya dengan optimal. Apabila terjadi secara tiba-tiba, penyakit hati bisa dikatakan akut. Namun, jika terjadi dalam waktu sekitar enam bulan atau lebih lama, penyakit hati ini terbilang kronis.

Penyebab Penyakit Hati Kronis

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit hati kronis? Ternyata, ada banyak hal yang memicunya, termasuk gaya hidup, pola makan tidak sehat, lingkungan, dan genetik. Tidak hanya itu, peradangan, infeksi, dan penyalahgunaan alkohol juga bisa mengakibatkan masalah kesehatan ini, termasuk pola pertumbuhan jaringan dan sel yang tak sehat. 

Baca juga: 4 Penyakit yang Sering Terjadi pada Organ Liver

Penyakit hati kronis dibagi menjadi beberapa jenis, termasuk hepatitis kronis, sirosis hati, dan kanker hati. Pastinya, penyebab dari setiap penyakit hati kronis ini berbeda. Hepatitis kronis mengarah pada peradangan yang menyerang hati. 

Penyebabnya virus, terutama virus hepatitis. Selain itu, respon kekebalan tubuh yang abnormal yang justru menyerang sel-sel hati yang sehat serta penyalahgunaan alkohol dalam jangka panjang juga dapat mengakibatkan terjadinya penyakit pada hati.

Kerusakan hati yang terjadi akibat penyakit hepatitis juga meningkatkan risiko seseorang terserang sirosis hati. Kondisi ini terjadi jika jaringan hati yang sehat justru digantikan oleh jaringan parut. Tidak hanya disebabkan karena hepatitis kronis, sirosis juga bisa terjadi karena faktor genetik, termasuk penyakit Wilson dan fibrosis kistik. Selain itu, paparan zat beracun yang berlebihan hingga gagal jantung juga meningkatkan risiko terjadinya akumulasi darah pada organ hati. 

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan untuk mendeteksi Penyakit Hati

Sirosis dan hepatitis kronis menjadi penyebab utama terjadinya kegagalan hati sekaligus kanker hati yang. Seseorang akan didiagnosis mengidap gagal hati jika organ ini telah benar-benar tidak mampu bekerja. Jadi, pastikan kamu selalu waspada dan mengenali gejalanya dengan baik.

Gejala Penyakit Hati Kronis

Mual dan tubuh yang selalu terasa lelah menjadi gejala penyakit hati kronis yang paling sering dijumpai, diikuti dengan menurunnya nafsu makan sehingga mengakibatkan penurunan berat badan. Tanpa adanya penanganan, sakit kuning akan dengan mudah muncul sebagai gejala lainnya.

Baca juga: Begini Prosedur Tes Darah untuk Diagnosis Penyakit Hati

Gejala lain yang bisa muncul termasuk sakit perut parah dan terjadi pembengkakan pada tangan dan kaki bagian bawah. Muncul rasa gatal, muntah darah, kehilangan fungsi otot, mudah mengalami memar, dan terjadi peradangan pada area perut juga bisa terjadi saat kamu mengalami penyakit hati kronis. 

Ini artinya, kamu harus segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala tersebut. Tidak perlu bingung, kamu bisa download dan pakai aplikasi Halodoc untuk bertanya jawab dengan dokter atau membuat janji temu di rumah sakit. Jadi, kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.

Referensi:
National Digestive Diseases Information Clearinghouse, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2021. Liver.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Liver Disease.
NHS. Diakses pada 2021. Hepatitis.