• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Pilihan Pengobatan Sindrom Mallory Weiss?

Apa Saja Pilihan Pengobatan Sindrom Mallory Weiss?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sindrom Mallory-Weiss adalah kondisi medis ketika selaput lendir, tepatnya selaput yang menghubungkan esofagus dan lambung robek. Robekan ini biasanya disebabkan oleh muntah berkepanjangan yang kemudian menyebabkan perdarahan hebat dari saluran pencernaan. Melansir dari National Organization for Rare Disorders, muntah berkepanjangan ini sering berhubungan dengan kecanduan alkohol. 

Namun, sindrom Mallory-Weiss juga bisa terjadi akibat trauma parah pada dada atau perut, cegukan kronis, mendengkur yang intens, mengangkat dan mengejan, radang selaput perut (gastritis), esofagitis, hiatus hernia, kejang atau CPR (resusitasi kardiopulmoner). Lantas, bagaimana cara mengobati Mallory-Weiss?

Baca juga: Kenali 8 Gejala Munculnya Sindrom Mallory Weiss

Langkah Pengobatan Sindrom Mallory Weiss

Apabila robekan masih tergolong ringan, maka pengidap sindrom Mallory-Weiss mungkin tidak memerlukan perawatan khusus. Jika perdarahan tidak berhenti, pengidapnya memerlukan salah satu dari perawatan berikut, yaitu:

  1. Terapi Endoskopi

Seseorang yang mengidap sindrom Mallory-Weiss perlu menjalani terapi endoskopi jika perdarahan tidak berhenti dengan sendirinya. Pilihan terapinya meliputi:

  • Terapi injeksi atau sclerotherapy. Terapi ini dilakukan dengan memberikan obat pada area robekan untuk menutup pembuluh darah dan menghentikan pendarahan.
  • Terapi koagulasi, dengan menerapkan panas untuk menutup pembuluh yang robek.

Pengidap yang banyak kehilangan darah mungkin memerlukan transfusi untuk menggantikan darah yang hilang.

  1. Pilihan bedah dan perawatan lainnya

Terkadang, terapi endoskopi tidak cukup untuk menghentikan pendarahan. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan perawatan lain untuk menghentikan pendarahan, seperti operasi laparoskopi untuk menjahit robekan. Apabila pengidap tidak dapat menjalani operasi, dokter dapat melakukan arteriografi untuk mengidentifikasi pembuluh darah yang berdarah dan menyumbatnya.

Baca juga: Komplikasi yang Disebabkan oleh Sindrom Mallory Weiss

  1. Pemberian Obat-obatan

Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam lambung, seperti famotidine atau lansoprazole mungkin juga diperlukan. Melansir dari Healthline, penggunaan obat-obatan ini sayangnya masih terus  perdebatan.

Penyebab Sindrom Mallory Weiss yang Perlu Diwaspadai

Penyebab utama sindrom Mallory-Weiss adalah muntah yang parah atau berkepanjangan. Walaupun jenis muntah ini dapat terjadi pada seseorang yang mengidap penyakit lambung, ini juga sering terjadi pada orang yang kecanduan alkohol atau bulimia. Dikutip dari Healthline, kondisi lain yang juga menyebabkan robekan pada kerongkongan meliputi:

  • Trauma pada dada atau perut;
  • Cegukan parah atau berkepanjangan;
  • Batuk hebat;
  • Angkat berat atau tegang;
  • Gastritis atau peradangan pada lapisan perut;
  • Hiatal hernia, yang terjadi ketika bagian perut mencuat melalui bagian diafragma ;
  • Kejang;
  • Menerima resusitasi kardiopulmonari (CPR).

Sindrom Mallory-Weiss lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, terutama mereka yang mengidap alkoholisme. Menurut National Organization for Rare Disorders, orang yang berusia antara 40 dan 60 tahun lebih mungkin mengembangkan kondisi ini. 

Cara untuk mencegah sindrom Mallory-Weiss, penting untuk segera mengobati kondisi yang memicu muntah parah. Konsumsi alkohol berlebihan dan sirosis memicu kambuhnya sindrom Mallory-Weiss, maka penting untuk mengobati kecanduan alkohol. Bicarakan dengan dokter  tentang cara mengatasi kecanduan alkohol.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Sindrom Mallory Weiss

Kalau kamu masih ada pertanyaan lainnya tentang sindrom Mallory-Weiss, kamu dapat menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

\

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Mallory-Weiss Syndrome.
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2020. Mallory Weiss Syndrome.