• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Faktor yang Bisa Memicu Terjadinya Trypophobia?

Apa Saja Faktor yang Bisa Memicu Terjadinya Trypophobia?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apa Saja Faktor yang Bisa Memicu Terjadinya Trypophobia?

“Trypophobia ditandai dengan rasa takut pada permukaan berlubang-lubang pada suatu benda. Meski penelitian mengenai kondisi ini masih terbatas, ada beberapa hal yang diduga jadi penyebabnya. Mulai dari respons terhadap hal-hal yang dianggap berbahaya (seperti penyakit atau hewan buas), hingga terkait dengan masalah kesehatan mental lainnya.”

Halodoc, Jakarta – Meski bukan hal berbahaya, beberapa orang merasa ketakutan pada benda yang memiliki lubang-lubang kecil di permukaannya. Misalnya saja spons cuci piring, sarang lebah, atau benda lainnya.

Fenomena fobia ini disebut juga trypophobia. Lantas, apa saja faktor yang bisa menyebabkan terjadinya rasa takut terhadap lubang-lubang ini? Mari simak pembahasannya berikut ini.

Baca juga: Takut Terhadap Lubang atau Tonjolan Tanda Idap Trypophobia

Berbagai Hal yang Kemungkinan Jadi Penyebab Trypophobia

Seperti disebutkan tadi, penelitian tentang trypophobia masih terbatas. Jadi, sulit untuk bisa mengetahui secara pasti apa yang jadi penyebab dari kondisi ini. Namun, beberapa hal berikut ini bisa jadi faktor pemicunya:

  1. Respons Evolusioner Terhadap Hal-Hal Berbahaya

Menurut salah satu teori paling populer, yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science, trypophobia didefinisikan sebagai suatu respons evolusioner terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penyakit atau bahaya. Misalnya saja, penyakit kulit menular yang ditandai dengan lubang-lubang atau benjolan-benjolan kecil.

Teori ini juga menyebutkan bahwa trypophobia memiliki dasar evolusi. Hal ini juga konsisten dengan kecenderungan bagi mereka yang mengalami kondisi ini, untuk mengalami rasa jijik yang lebih besar daripada rasa takut ketika mereka melihat objek yang jadi pemicu.

  1. Asosiasi dengan Hewan Buas

Bicara soal teori, ada juga yang menyebutkan bahwa trypophobia terjadi karena asosiasi objek dengan hewan buas. Hal ini karena lubang-lubang berkerumun pada benda yang ditakuti mirip dengan pola kulit dan bulu pada beberapa hewan berbisa. Jadi, beberapa orang mungkin merasa takut akan pola-pola tersebut karena asosiasi yang tidak disadari.

Pengidap trypophobia secara tidak sadar menghubungkan penglihatan terhadap suatu benda, dengan organisme berbahaya yang memiliki karakteristik visual dasar yang sama, seperti ular derik. Meskipun hal ini dilakukan tanpa sadar, bisa jadi itulah yang menyebabkan mereka merasa jijik atau takut.

Baca juga: Alami Trypophobia, Kapan Harus ke Psikiater?

  1. Respons terhadap Karakteristik Visual

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketidaknyamanan yang dirasakan orang dengan trypophobia lebih berkaitan dengan karakteristik visual dari pola itu sendiri. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Reports pun membuktikan hal ini.

Para peneliti menemukan bahwa banyak orang yang mengalami ketidaknyamanan saat melihat pola lubang-lubang karena pola visual itu sendiri, daripada asosiasi dengan hewan berbahaya. Hasil studi ini menimbulkan pertanyaan apakah trypophobia sebenarnya adalah suatu jenis fobia, atau hanya respons alami terhadap jenis rangsangan visual tertentu.

  1. Adanya Kaitan dengan Gangguan Lain

Meski belum bisa dikatakan bahwa gangguan mental lain jadi penyebab trypophobia, para peneliti menemukan bahwa orang dengan kondisi ini lebih mungkin mengalami gejala kecemasan dan depresi. Jadi, dapat dikatakan bahwa ada kaitan antara keduanya, dan penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Cara Mengatasi Trypophobia

Bisakah Kondisi Ini Disembuhkan?

Perlu diketahui bahwa ada berbagai cara untuk mengobati fobia. Bentuk pengobatan yang paling efektif hingga saat ini adalah terapi pemaparan. Terapi ini dilakukan dengan berfokus pada perubahan respons terhadap objek atau situasi yang menyebabkan ketakutan.

Perawatan umum lainnya untuk mengatasi fobia adalah terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioural Therapy/CBT). Terapi ini dilakukan dengan menggabungkan terapi pemaparan dengan teknik lain, untuk membantu mengelola kecemasan dan menjaga pikiran agar tidak takut berlebihan.

Selain itu, beberapa pilihan perawatan lain yang dapat membantu mengelola fobia adalah:

  • Terapi bicara umum dengan psikiater.
  • Obat-obatan seperti beta-blocker dan obat penenang untuk mengurangi kecemasan dan gejala panik.
  • Teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam dan yoga.
  • Aktivitas fisik dan olahraga untuk mengelola kecemasan.

Jadi, jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami trypophobia dan merasa sangat terganggu karenanya, jangan ragu untuk mencari bantuan. Sebagai langkah awal, kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bicara dengan psikolog atau psikiater kapan saja.

Referensi:
Psychological Science. Diakses pada 2021. Fear of Holes.
Psychological Reports. Diakses pada 2021. Is Trypophobia a Phobia?
Very Well Mind. Diakses pada 2021. Trypophobia or the Fear of Holes.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Should Know About Trypophobia.