• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Gejala Munculnya Biduran pada Bayi?

Apa Saja Gejala Munculnya Biduran pada Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apa Saja Gejala Munculnya Biduran pada Bayi?

Halodoc, Jakarta - Biduran umum terjadi pada kulit bayi dengan penyebab atau tanpa penyebab yang jelas. Kondisi biduran menyebabkan gatal-gatal, dalam dunia medis dikenal sebagai urtikaria. Kondisi biduran tampak seperti bercak yang bertekstur atau bengkak, warnanya merah, dan bisa hilang dalam beberapa jam, hari, atau minggu. 

Biduran biasanya muncul jika bayi terkena alergen, infeksi, gigitan serangga, atau sengatan lebah. Biduran pada bayi juga dapat dipicu oleh virus, terkadang pada bayi yang memiliki gejala virus ringan muncul tanpa gejala. Lantas, apa saja gejala biduran pada bayi yang harus dikenali?

Baca juga: Ibu Bekerja, Ini Tips Cara Menyimpan ASIP Tanpa Basi

Gejala Munculnya Biduran pada Bayi

Bagaimana cara mengetahui bahwa suatu gejala merupakan gejala dari biduran? Seperti semua kondisi medisnya, ayah dan ibu perlu menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc agar mendapatkan diagnosa dan mengetahui dengan pasti. 

Gejala gatal-gatal dari biduran memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dari ruam umum lainnya. Berikut ini gejala umum biduran pada bayi:

  • Muncul berbagai ukuran benjolan atau bercak yang menonjol pada kulit yang berwarna merah atau merah muda.
  • Bentuknya bervariasi, tapi bukan satu bentuk atau ukuran yang seragam.
  • Bidur juga sering terlihat seperti gigitan nyamuk bagi orangtua. 
  • Pembengkakan kulit. 
  • Gatal pada kulit, tapi tidak selalu gatal.
  • Menyengat atau terbakar.
  • Bidur terlihat seperti gigitan serangga. Biduran dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya bahkan ke seluruh tubuh bayi.
  • Muncul secara berkelompok.
  • Sebagian besar kasus biduran tidak disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, meskipun gatal dan mengiritasi anak. 

Lokasi umum biduran ada di wajah, tangan, kaki, dan alat kelamin, tapi bisa muncul di mana saja di tubuh bayi. Biduran bisa menghilang di satu tempat dan muncul di bagian tubuh lain beberapa saat kemudian. 

Baca juga: Bayi Susah BAB, Waspada Alami 4 Gangguan Kesehatan Ini

Bayi mungkin merasa gatal-gatal untuk jangka waktu tertentu. Biduran akut bisa berlangsung dari beberapa jam hingga berminggu-minggu. Terkadang gatal-gatal bisa bertahan lebih dari enam minggu. Kondisi ini dikenal sebagai biduran kronis. Biduran bisa mempengaruhi lebih dari sekedar permukaan kulit. Gejala di luar kulit meliputi mual, muntah, dan sakit di area perut.

Perlu diketahui, biduran juga bisa menjadi salah satu tanda kondisi yang lebih serius yang disebut anafilaksis atau syok anafilaksis. Meskipun jarang terjadi pada bayi, syok anafilaksis adalah reaksi yang sangat parah dan dapat menyebabkan bayi mengalami kesulitan bernapas, tenggorokan bengkak, dan kehilangan kesadaran. Kondisi ini membutuhkan perawatan medis segera. 

Baca juga: 3 Masalah Kulit Bayi yang Umum Terjadi & Cara Penanganannya

Penanganan Biduran pada Bayi

Setelah yakin bahwa gejala yang dialami bayi benar biduran, segeralah hubungi dokter sebelum merawat bayi dengan obat apa pun. Kebanyakan obat tidak memiliki petunjuk dosis untuk bayi. Untuk memastikan obat yang aman, bicarakan dengan dokter. 

Dokter mungkin meresepkan antihistamin oral, obat-obatan ini dapat menenangkan pelepasan histamin dalam tubuh. Dokter akan memberi tahu apakah obat ini aman diberikan pada bayi, karena obat tersebut tidak disetujui untuk diberikan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. 

Terkadang, steroid juga bisa digunakan jika biduran pada bayi tidak merespon histamin. Jika biduran menyebabkan gejala serius seperti masalah pernapasan, mengi, atau sakit tenggorokan, maka Si Kecil membutuhkan perawatan medis segera. Gejala-gejala ini membutuhkan perawatan medis darurat. Kondisi biduran tertentu bisa menyebabkan bayi membutuhkan obat resep tingkat tinggi atau bahkan rawat inap. 

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2021. Baby Hives: Causes, Symptoms, Treatment
Healthline. Diakses pada 2021. Hives on Baby: What You Need to Know