• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Gejala yang Bisa Dialami Pengidap ODD?

Apa Saja Gejala yang Bisa Dialami Pengidap ODD?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Membesarkan anak memang bukan pekerjaan yang mudah. Anak-anak yang berperilaku paling baik saja terkadang bisa saja berubah menjadi sulit diatur dan membangkang. Namun, jika anak atau remaja memiliki sikap seperti lekas marah, gemar bertengkar, pembangkangan, atau suka membalas dendam yang sering dan terus-menerus terhadap orangtua atau bahkan guru, anak mungkin mengalami gangguan oposisi atau oppositional defiant disorder (ODD).

Sebagai orangtua, kamu tidak harus mengatasinya sendiri dalam mencoba mengelola anak dengan ODD. Dokter, ahli kesehatan mental, dan ahli perkembangan anak dapat membantu. Perawatan perilaku ODD melibatkan keterampilan belajar untuk membantu membangun interaksi keluarga yang positif dan untuk mengelola perilaku bermasalah. Terapi tambahan, dan mungkin obat-obatan, mungkin diperlukan untuk mengobati gangguan kesehatan mental terkait.

Baca juga: Anak Idap ODD, Apa yang Harus Dilakukan?

Ini Gejala Anak dengan ODD

Kadang-kadang sulit untuk mengenali perbedaan antara anak yang berkemauan keras atau emosional dan anak dengan gangguan ODD. Pasalnya, menunjukkan perilaku oposisi pada tahap tertentu dalam perkembangan anak adalah hal yang normal.

Namun, tanda-tanda ODD umumnya dimulai selama tahun-tahun prasekolah. Kadang ODD bisa berkembang belakangan, tapi hampir selalu sebelum awal masa remaja. Perilaku ini menyebabkan gangguan signifikan pada keluarga, kegiatan sosial, sekolah, dan pekerjaan.

Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, mencantumkan kriteria untuk mendiagnosis ODD. Kriteria DSM-5 mencakup gejala emosional dan perilaku yang berlangsung setidaknya enam bulan. Gejalanya antara lain:

Suasana hati selalu marah dan mudah tersinggung:

  • Sering kali dan mudah marah.
  • Sering sensitif dan mudah terganggu oleh orang lain.
  • Sering marah dan kesal.

Perilaku argumentatif dan menantang:

  • Sering berdebat dengan orang dewasa atau orang yang berwenang seperti guru atau pelatih olahraga.
  • Seringkali secara aktif menentang atau menolak untuk mematuhi permintaan atau aturan orang dewasa.
  • Seringkali dengan sengaja membuat orang kesal.
  • Sering menyalahkan orang lain atas kesalahan atau kelakuannya.

Baca juga: 3 Cara Pengobatan ODD pada Anak

ODD juga dapat bervariasi dalam tingkat keparahan:

  • Ringan. Gejala hanya muncul di satu tempat, seperti di rumah, sekolah, kantor atau dengan teman sebaya.
  • Sedang. Beberapa gejala terjadi setidaknya dalam dua lingkungan.
  • Berat. Beberapa gejala muncul dalam tiga atau lebih lingkungan.

Untuk beberapa anak, gejala awalnya mungkin hanya terlihat di rumah, tetapi seiring waktu meluas ke tempat lain, seperti sekolah dan dengan teman.Anak tidak mungkin melihat perilakunya sebagai masalah. Sebaliknya, dia mungkin akan mengeluh tentang tuntutan yang tidak masuk akal atau menyalahkan orang lain atas masalah. 

Jika anak menunjukkan tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan ODD atau perilaku mengganggu lainnya, atau kamu khawatir tidak bisa menjadi orangtua yang baik dengan anak yang memiliki sifat seperti ini, carilah bantuan dari psikolog anak atau psikiater anak di Halodoc yang ahli dalam masalah perilaku ini. Atau kamu juga bisa buat janji di rumah sakit untuk bertemu dengan psikiater lewat aplikasi Halodoc

Baca juga: Inilah Hubungan Mengasuh Anak yang Salah dengan ODD

Penyebab dan Faktor Risiko ODD

Tidak ada penyebab pasti dari gangguan menentang oposisi. Penyebab yang berkontribusi dapat berupa kombinasi faktor warisan dan lingkungan, termasuk:

  • Genetika. Disposisi atau temperamen alami seorang anak dan kemungkinan perbedaan neurobiologis dalam cara saraf bekerja dan fungsi otak bisa jadi penyebab ODD.
  • Lingkungan. Masalah dengan pengasuhan yang mungkin melibatkan kurangnya pengawasan, disiplin yang tidak konsisten atau keras, atau pelecehan atau pengabaian juga bisa memicu ODD.

Sementara itu ada beberapa faktor penyebab seorang anak berisiko alami ODD, antara lain:

  • Temperamen. Saat seorang anak yang memiliki temperamen yang termasuk kesulitan mengatur emosi, seperti sangat reaktif secara emosional terhadap situasi atau kesulitan menoleransi rasa frustrasi.
  • Masalah Pengasuhan Anak. Anak yang mengalami pelecehan atau penelantaran, disiplin yang keras atau tidak konsisten, atau kurangnya pengawasan orang tua.
  • Masalah Keluarga. Seorang anak yang tinggal dengan orangtua atau perselisihan keluarga atau memiliki orangtua dengan gangguan kesehatan mental atau penggunaan narkoba
  • Lingkungan. Perilaku menentang dan menantang dapat diperkuat dan diperkuat melalui perhatian dari teman sebaya dan disiplin yang tidak konsisten dari figur otoritas lain, seperti guru.

Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Oppositional Defiant Disorder (ODD) in Children.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Oppositional Defiant Disorder.
WebMD. Diakses pada 2020. Oppositional Defiant Disorder.