• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Gejala yang Menandakan Terjadinya Psikosis?

Apa Saja Gejala yang Menandakan Terjadinya Psikosis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Psikosis adalah gangguan mental serius ketika pengidapnya mengalami halusinasi atau delusi. Halusinasi adalah pengalaman sensorik yang terjadi tanpa adanya rangsangan yang sebenarnya. Misalnya orang yang mengalami halusinasi bisa jadi mendengarkan orang lain sedang berbicara dengannya, padahal sebenarnya tidak ada yang mengajaknya ngobrol.

Orang yang mengalami psikosis mungkin juga memiliki pemikiran yang bertentangan dengan fakta yang sebenarnya. Pikiran ini dikenal sebagai delusi. Beberapa orang dengan psikosis juga mungkin mengalami kehilangan motivasi dan penarikan sosial.

Gejala Seseorang Mengalami Psikosis

Ada beberapa gejala seseorang mengalami psikosis yaitu:

1. Kesulitan berkonsentrasi.

2. Suasana hati tertekan.

3. Tidur terlalu banyak atau tidak cukup.

4. Kegelisahan.

5. Kecurigaan.

6. Penarikan diri dari keluarga dan teman.

7. Delusi.

8. Halusinasi.

9. Ucapan tidak teratur, seperti mengalihkan topik secara tidak menentu.

10. Depresi.

11. Keinginan untuk bunuh diri. 

Jika kamu mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, tanyakan langsung ke dokter di Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Kondisi psikosis tiap-tiap pengidapnya bisa berbeda-beda. Penyebabnya juga tidak diketahui jelas. Namun, ada penyakit tertentu yang menyebabkan psikosis. Selain itu, ada juga pemicunya seperti penggunaan narkoba, kurang tidur, dan faktor lingkungan lainnya. Selain itu, situasi tertentu dapat menyebabkan jenis psikosis tertentu berkembang.

Ternyata ada penyakit yang dapat menyebabkan psikosis mulai dari penyakit otak seperti penyakit parkinson, penyakit huntington, beberapa gangguan kromosom, tumor otak, atau kista. Beberapa jenis demensia dapat menyebabkan psikosis, seperti yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer, HIV, sifilis, dan infeksi lain yang menyerang otak, beberapa jenis epilepsi, bahkan juga stroke.

Kondisi genetika juga dapat membuat seseorang mengembangkan kondisi psikosis. Orang lebih mungkin mengembangkan gangguan psikotik jika mereka memiliki anggota keluarga dekat, seperti orangtua atau saudara kandung, yang memiliki gangguan psikotik. Anak-anak yang lahir dengan mutasi genetik tertentu juga berisiko mengalami gangguan psikotik, terutama skizofrenia.

Cara Mendiagnosis Psikosis

Psikosis didiagnosis melalui evaluasi psikiatri. Artinya, dokter akan mengawasi perilaku orang tersebut dan mengajukan pertanyaan tentang apa yang mereka alami. Tes medis dan sinar-X dapat digunakan untuk menentukan apakah ada penyakit yang mendasari yang menyebabkan gejala.

Gejala psikosis pada orang dewasa biasanya tidak menjadi gejala yang sama pada anak-anak atau orang yang usianya lebih muda. Soalnya terkadang anak kecil sering kali memiliki teman khayalan yang sering diajak berbicara. Ini adalah kondisi normal karena mewakili permainan imajinatif. 

Jika orangtua mengkhawatirkan psikosis pada anak atau remaja, bisa menjelaskan perubahan perilaku tersebut kepada dokter. Bagaimana mengobati psikosis? Mengobati psikosis mungkin melibatkan kombinasi obat dan terapi. Kebanyakan orang akan mengalami perbaikan gejala setelah mendapatkan pengobatan. 

Pastinya, orang yang mengalami psikosis membutuhkan penanganan yang cepat. Terkadang orang yang mengalami psikosis bisa menjadi gelisah dan berisiko melukai diri sendiri atau orang lain. Dalam kasus ini, mungkin perlu menenangkan mereka dengan cepat. Cara ini disebut penenangan cepat. Seorang dokter atau profesional medis yang tanggap darurat akan memberikan suntikan untuk segera membuat pasien rileks.

Gejala psikosis dapat dikontrol dengan obat yang disebut antipsikotik. Ini dapat mengurangi halusinasi dan delusi sehingga membantu orang berpikir lebih jernih. Jenis antipsikotik yang diresepkan tergantung pada gejalanya.

Dalam banyak kasus, orang hanya perlu minum antipsikotik dalam waktu singkat untuk mengendalikan gejalanya. Orang dengan skizofrenia mungkin harus tetap minum obat seumur hidup. Informasi lebih jelas mengenai penanganan dan diagnosis psikosis bisa ditanyakan ke dokter di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.


Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Psychosis
WebMD. Diakses pada 2020. Psychosis