• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Keloid?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Keloid?

Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Keloid?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 November 2021
Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Keloid?

“Keloid adalah bekas luka yang tumbuh semakin membesar dan melebar dari luka asli. Bekas luka ini sering kali terjadi di area tulang dada, bahu, dada bagian atas, punggung, daun telinga, dan wajah. Lantas, apa saja kondisi yang menjadi penyebab keloid?”

Halodoc, Jakarta – Bekas luka keloid sangat umum dikenali, karena tampak tebal dan menonjol. Kondisi tersebut biasanya muncul setelah kamu mengalami cedera kulit. Pada seseorang yang rentan mengalaminya, kemungkinan besar keloid muncul di lebih dari satu tempat.

Meski tidak berbahaya dan memicu rasa sakit, keloid dapat menyebabkan tekanan emosional. Hal tersebut bisa saja terjadi, mengingat bekas luka muncul dalam bentuk yang membesar setiap harinya. Namun, kabar baiknya keloid dapat dihilangkan dan diratakan dengan prosedur medis.

Kondisi yang Menjadi Penyebab Keloid

Hingga kini belum ditemukan penyebab pasti dari keloid. Namun, bekas luka ini merupakan upaya penyembuhan sel kulit setelah cedera, yang membentuk jaringan parut. Pengidap keloid akan mengalami pertumbuhan jaringan parut, meski luka telah lama sembuh.

Nah, jaringan parut tersebut yang disebut dengan keloid. Seperti pada penjelasan sebelumnya, keloid disebabkan oleh cedera pada kulit. Berikut ini beberapa cedera kulit yang menjadi penyebab keloid:

  • Luka bekas jerawat.
  • Luka bakar
  • Luka gores.
  • Luka bekas cacar air.
  • Setelah prosedur tindik telinga.
  • Setelah melakukan prosedur operasi.
  • Setelah melakukan prosedur vaksinasi.

Keloid merupakan kondisi yang dapat dialami oleh seluruh pria dan wanita di dunia. Meski demikian, beberapa orang berisiko tinggi mengalami kondisi ini. Beberapa faktor risiko tersebut, termasuk:

1. Memiliki Riwayat Keluarga dengan Keloid

Sebagian kecil pengidap keloid disebabkan oleh riwayat kondisi yang sama dengan keluarganya. Dilansir dari US National Library of Medicine dalam jurnal berjudul Keloid Scarring: Understanding the Genetic Basis, Advances, and Prospects, prevalensi keloid lebih tinggi pada ras tertentu, kembar identik, dan perubahan ekspresi gen.

2. Ras dan Usia Tertentu

Dilansir dari Winchester Hospital, keloid lebih umum terjadi pada orang dengan ras Afrika, Asia, atau Hispanik. Keloid juga rentan muncul pada seseorang yang berusia 10-30 tahun, karena terjadi peningkatan kadar hormon dalam tubuh, seperti pubertas atau kehamilan.

Nah, itulah sejumlah penyebab keloid beserta faktor risiko yang perlu kamu waspadai. Jika setelah mengalami sejumlah kondisi yang memicu cedera kulit, sebaiknya perhatikan bekas lukanya, ya. Jika muncul sejumlah tanda di bawah ini, sebaiknya segera atasi dengan langkah yang tepat.

Gejala Keloid yang Tampak pada Kulit

Bekas luka keloid dapat terbentuk dalam beberapa bulan hingga tahun setelah terjadinya cedera. Berikut ini beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

  • Jaringan parut yang tebal dan tidak teratur. Biasanya tumbuh di daun telinga, bahu, pipi, atau dada bagian tengah.
  • Jaringan parut tampak mengkilap, tidak berbulu, dan tebal.
  • Jaringan parut memiliki ukuran yang bervariasi, tergantung pada ukuran luka dan kapan pertumbuhan keloid berhenti.
  • Jaringan parut memiliki tekstur yang bervariasi, dari lembut, keras, atau kenyal.
  • Jaringan parut tampak kemerahan, coklat atau keunguan. Warna yang muncul tergantung pada warna kulit masing-masing orang.
  • Jaringan parut memicu munculnya rasa gatal.
  • Jaringan parut memicu rasa tidak nyaman, dan menurunkan rasa percaya diri seseorang.

Jika tampak sejumlah gejala tersebut, tanyakan langsung dengan dokter lewat aplikasi Halodoc, ya. Perawatan dini yang dilakukan dapat membantu meminimalkan pertumbuhan keloid pada kulit. Download Halodoc segera, untuk informasi kesehatan menarik lainnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Keloid scar.
University of Michigan Health. Diakses pada 2021. Keloid Scars.
NHS UK. Diakses pada 2021. Keloid scars.
Healthline. Diakses pada 2021. How to Get Rid of Keloids.