• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Stillbirth?

Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Stillbirth?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Stillbirth merupakan istilah yang merujuk pada kondisi saat bayi meninggal di dalam kandungan, sebelum terjadinya persalinan. Kondisi ini umum terjadi pada kehamilan di atas 20 minggu. Meninggalnya bayi dalam kandungan berarti, proses kehamilan tidak dapat diteruskan, dan persalinan harus segera dilakukan. Bukan hal yang mudah bagi seorang ibu untuk melakukannya. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, berikut ini beberapa penyebab stillbirth yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Kesehatan Calon Ayah Bisa Memicu Keguguran Pada Bumil, Apa Sebabnya?

Cegah Stillbirth dengan Mengetahui Penyebabnya

Stillbirth bukanlah kondisi yang bisa disepelekan begitu saja. Terdapat beberapa tanda yang harus diwaspadai, seperti kram dan nyeri perut, perdarahan dari vagina, berkurangnya gerakan bayi dalam kandungan, serta demam yang disertai menggigil. Pada sebagian besar ibu hamil pengidap stillbirth, mereka bisa saja tidak mengalami gejala apa pun. Berikut ini beberapa penyebab stillbirth yang harus diwaspadai:

  • Mengidap masalah genetik pada bayi.
  • Mengidap infeksi pada ibu, bayi, atau plasenta. Beberapa infeksi tersebut, seperti toksoplasmosis, CMV, herpes genital, atau sifilis.
  • Mengidap masalah pada plasenta, sehingga aliran oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi terganggu.
  • Mengidap kelainan bawaan lahir yang parah.
  • Terjepit atau terlilit tali pusat, sehingga bayi tidak cukup mendapatkan oksigen.
  • Mengidap obesitas, lupus, diabetes, preeklampsia, dan hipertensi pada ibu hamil.
  • Memiliki kebiasaan konsumsi alkohol dan merokok selama masa kehamilan.

Jika memiliki beberapa kondisi seperti yang telah disebutkan, kehamilan harus diawasi secara ketat oleh dokter kandungan guna mencegah stillbirth. Berkaitan dengan hal tersebut, ibu perlu melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit terdekat guna memantau pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

Baca juga: Ibu Hamil Naik Turun Tangga Berisiko Keguguran, Benarkah?

Adakah Hal yang Dapat Dilakukan untuk Menurunkan Risiko Stillbirth?

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah stillbirth. Berikut ini beberapa hal tersebut:

1. Tidurlah dengan posisi miring. Langkah pertama mencegah stillbirth ini dapat dilakukan di akhir trimester kehamilan. 

2. Carilah bantuan jika janin mengalami penurunan gerakan. Hal tersebut dapat dilihat dari menurunnya jumlah tendangan atau pergerakan bayi dalam perut. 

3. Berhenti merokok saat hamil. Merokok selama kehamilan bukan hanya meningkatkan risiko stillbirth saja, tetapi juga masalah kesehatan lainnya, seperti terhambatnya pertumbuhan janin, kelahiran prematur, dan kematian mendadak.

Baca juga: Pentingnya Asupan Asam Folat untuk Mencegah Keguguran

Langkah terakhir untuk mencegah stillbirth adalah memeriksa perkembangan bayi dengan rutin. Seperti pada penjelasan sebelumnya, langkah yang satu ini dilakukan guna memeriksakan adanya masalah kesehatan bayi, atau mendeteksi dini adanya gangguan kesehatan. Untuk mendeteksi adanya masalah saat kehamilan, ibu disarankan untuk melakukan USG rutin di rumah sakit terdekat. Setidaknya, lakukan prosedur pemeriksaan tersebut 3 kali selama masa kehamilan.

Jangan anggap remeh stillbirth. Pasalnya, bukan hal yang mudah untuk ibu hamil melahirkan bayi yang telah meninggal dalam kandungan. Diperlukan mental yang kuat, serta dukungan lebih dari orang-orang terdekat. Jadi, sebisa mungkin cegah dan atasi masalah kesehatan yang terjadi selama masa kehamilan, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Stillbirth.
NCBI. Diakses pada 2021. The Association of Stillbirth with Depressive Symptoms 6–36 Months Post-Delivery.
WebMD. Diakses pada 2021. Understanding Stillbirth -- Prevention.