• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Komplikasi yang Disebabkan Kista Ganglion?

Apa Saja Komplikasi yang Disebabkan Kista Ganglion?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu menemukan benjolan pada sendi pergelangan tangan? Dalam dunia medis, kondisi ini mungkin bisa terjadi akibat kista ganglion. Kista jenis ini adalah benjolan non-kanker yang paling sering muncul di sepanjang tendon atau sendi pergelangan tangan atau tangan. Namun, mereka juga bisa terjadi di pergelangan kaki dan kaki. Bentuk kista ini biasanya bulat atau oval dan berisi cairan seperti jeli.

Jika kista ganglion dibiarkan tumbuh, lama-kelamaan ia bisa sebabkan komplikasi seperti rasa nyeri karena ia akan menekan saraf di dekatnya tumbuh. Tak hanya itu, karena mereka kerap berlokasi di sekitar sendi, kista ini juga mengganggu pergerakan sendi. Alhasil, jika kamu memiliki kista ganglion, dokter akan menyarankan untuk mengeringkan kista dengan jarum atau melakukan pembedahan. Ini semua dilakukan untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Waspada, Kista Bisa Berubah Jadi Tumor Ganas

Gejala Kista Ganglion

Umumnya saat seseorang memiliki kista ganglion, mereka akan menemukan benjolan saja. Mereka juga akan merasakan ketidaknyamanan dan nyeri. Jika kista ada di kaki atau pergelangan kaki, pengidapnya mungkin merasa tidak nyaman saat berjalan atau memakai sepatu. Selain itu, jika berada di dekat saraf, kista ganglion bisa menyebabkan beberapa hal, seperti: 

  • Kehilangan mobilitas.
  • Mati rasa.
  • Rasa sakit.
  • Sensasi kesemutan.

Beberapa jenis kista ganglion bisa saja membesar atau mengecil seiring waktu. Namun, jika kamu memiliki benjolan yang dicurigai sebagai kista ganglion,kamu perlu mendiskusikan hal ini dengan dokter di Halodoc terlebih dahulu. Dokter di Halodoc akan memberikan saran mengenai langkah awal apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri yang mungkin terjadi. Jika dibutuhkan, kamu juga bisa segera buat janji ke rumah sakit lewat aplikasi Halodoc untuk langsung melakukan pemeriksaan dengan dokter.

Baca juga: Bisakah Kista Ganglion Disembuhkan Tanpa Operasi?

Penyebab dan Faktor Risiko Kista Ganglion

Sayangnya belum ada yang tahu persis apa yang menyebabkan kista ganglion berkembang di sekitar sendi. Karena tumbuh dari sendi atau lapisan tendon, kista ini tampak seperti balon air kecil di tangkai. Kista ini juga diduga terjadi ketika jaringan yang mengelilingi sendi atau tendon menonjol keluar dari tempatnya. Terlebih, di dalam kista ada cairan pelumas kental yang mirip dengan yang ditemukan di persendian atau sekitar tendon.

Sementara itu, ada beberapa faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kista ganglion meliputi:

  • Jenis Kelamin dan Usia. Kista ganglion dapat berkembang pada siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada wanita berusia antara 20 dan 40 tahun.
  • Osteoartritis. Orang yang mengidap artritis atau keausan pada sendi jari yang paling dekat dengan kuku memiliki risiko lebih tinggi terkena kista ganglion di dekat sendi tersebut.
  • Cedera. Sendi atau tendon yang pernah terluka lebih mungkin mengembangkan kista ganglion.

Baca juga: Apakah Kista Ganglion Termasuk Penyakit Berbahaya?

Diagnosis dan Pengobatan Kista Ganglion

Selama pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan menekan kista untuk menguji nyeri tekan atau ketidaknyamanan. Dokter juga mungkin mencoba menyinari kista untuk menentukan apakah kista itu padat atau berisi cairan. Oleh karena itu, beberapa pemeriksaan akan direkomendasikan, seperti tes pencitraan (sinar-X, ultrasound, atau MRI) guna untuk menyingkirkan kondisi lain, seperti arthritis atau tumor. MRI dan ultrasound juga dapat menemukan kista yang mungkin saja tersembunyi. 

Diagnosis kista ganglion juga dapat dipastikan dengan metode aspirasi. Metode ini akan mem suatu proses di mana dokter menggunakan jarum suntik untuk mengeluarkan (menyedot) cairan di dalam kista. 

Kista ganglion sering kali tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga tidak memerlukan pengobatan. Dokter mungkin menyarankan untuk mengawasi kista tersebut seiring waktu. Jika kista menyebabkan nyeri atau mengganggu gerakan sendi, dokter akan melakukan beberapa pengobatan seperti: 

  • Imobilisasi. Karena aktivitas dapat menyebabkan kista ganglion membesar, mungkin membantu untuk melumpuhkan area tersebut untuk sementara dengan penjepit atau bidai akan membantu menyusutkan kista. Saat kista menyusut, tekanan pada saraf mungkin berkurang, sehingga nyeri berkurang. Namun, hindari penggunaan brace atau splint dalam jangka panjang, yang dapat menyebabkan otot-otot di sekitarnya melemah.
  • Aspirasi. Dalam prosedur ini, dokter menggunakan jarum untuk mengeluarkan cairan dari kista, tetapi kista masih bisa kambuh.
  • Operasi. Ini mungkin menjadi pilihan jika pendekatan lain tidak berhasil. Selama prosedur ini, dokter mengangkat kista dan batang yang menempel pada sendi atau tendon. Risiko luka pada saraf, pembuluh darah, atau tendon di sekitarnya jarang terjadi. Namun, kista bisa kambuh, bahkan setelah operasi.

Referensi:
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2020. Ganglion Cyst of the Wrist and Hand.
Healthline. Diakses pada 2020. Ganglion Cyst.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ganglion Cyst.