• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Penanganan untuk Mengobati Kardiomiopati?

Apa Saja Penanganan untuk Mengobati Kardiomiopati?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Kardiomiopati adalah salah satu gangguan jantung yang terjadi pada bagian otot, sehingga membuat jantung seseorang lebih sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati adalah gangguan jantung yang tidak boleh disepelekan karena ia bisa menyebabkan gagal jantung.

Mungkin tidak ada tanda atau gejala pada tahap awal kardiomiopati. Namun, seiring perkembangan kondisi, tanda dan gejala biasanya muncul. Gejala tersebut meliputi sesak napas saat beraktivitas atau bahkan saat istirahat, pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki dan kaki, perut kembung karena penumpukan cairan, kelelahan, detak jantung yang terasa cepat, berdebar, atau berdebar-debar, ketidaknyamanan atau tekanan di dada, dan pusing hingga pingsan. Tanda dan gejala ini bisa memburuk, kecuali jika diobati dengan tepat. 

Baca juga: Olahraga Teratur Dapat Mencegah Kardiomiopati, Benarkah?

Pengobatan Kardiomiopati

Tujuan perawatan kardiomiopati adalah untuk mengelola tanda dan gejala, mencegah kondisi memburuk, dan mengurangi risiko komplikasi. Perawatan juga akan bervariasi menurut jenis kardiomiopati yang kamu alami. Beberapa perawatan yang akan dijalankan, antara lain:

Konsumsi Obat

Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk meningkatkan kemampuan jantung dalam memompa, meningkatkan aliran darah, menurunkan tekanan darah, memperlambat detak jantung, menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh, atau mencegah pembentukan gumpalan darah. Namun, pastikan untuk mendiskusikan kemungkinan efek samping dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tersebut. 

Beberapa obat tersebut mungkin tersedia di aplikasi Halodoc, sehingga kamu bisa lebih mudah untuk mendapatkannya. Apalagi jika beli obat di Halodoc pesanan kamu bisa segera tiba kurang dari satu jam, dengan begini kamu jadi tak perlu repot lagi keluar rumah untuk beli obat.

Penanaman Perangkat Melalui Bedah

Beberapa jenis alat juga dapat dipasang di jantung untuk meningkatkan fungsinya dan meredakan gejala gangguan jantung ini. Beberapa perangkat tersebut, antara lain: 

  • Cardioverter-Defibrillator Implan. Perangkat ini memonitor ritme jantung dan memberikan kejutan listrik saat diperlukan untuk mengontrol ritme jantung yang tidak normal. ICD tidak mengobati kardiomiopati, tetapi mengawasi dan mengontrol ritme abnormal, yang merupakan komplikasi serius dari kondisi tersebut.
  • Alat Bantu Ventrikel. Perangkat ini membantu darah beredar melalui jantung. Perangkat ini biasanya dipertimbangkan setelah pendekatan yang kurang invasif tidak berhasil. Ini dapat digunakan sebagai pengobatan jangka panjang atau sebagai pengobatan jangka pendek sambil menunggu transplantasi jantung.
  • Alat Pacu Jantung. Alat kecil yang ditempatkan di bawah kulit di dada atau perut ini menggunakan impuls listrik untuk mengontrol aritmia.

Baca juga: Atur Pola Makan untuk Mencegah Kardiomiopati

Prosedur Non-Bedah

Prosedur lain yang digunakan untuk mengobati kardiomiopati atau aritmia meliputi:

  • Ablasi Septum. Sebagian kecil otot jantung yang menebal dihancurkan dengan menyuntikkan alkohol melalui tabung tipis panjang (kateter) ke dalam arteri yang memasok darah ke area itu. Ini memungkinkan darah mengalir melalui area tersebut.
  • Ablasi Frekuensi Radio. Untuk mengobati irama jantung yang tidak normal, dokter memandu tabung panjang dan fleksibel (kateter) melalui pembuluh darah ke jantung. Elektroda di ujung kateter akan mengirimkan energi untuk merusak titik kecil jaringan jantung abnormal yang menyebabkan irama jantung tidak normal.

Pembedahan

Jenis operasi yang digunakan untuk mengobati kardiomiopati meliputi:

  • Miektomi Septum. Dalam operasi jantung terbuka ini, ahli bedah akan mengangkat bagian dinding otot jantung yang menebal (septum) yang memisahkan dua ruang jantung bagian bawah (ventrikel). Mengangkat bagian dari otot jantung meningkatkan aliran darah melalui jantung dan mengurangi regurgitasi katup mitral.

Baca juga: Awas, 10 Faktor Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kardiomiopati

Perubahan Gaya Hidup dan Pengobatan Rumahan

Perubahan gaya hidup berikut ini juga perlu dilakukan untuk mengatasi kardiomiopati: 

  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan jika kamu kelebihan berat badan.
  • Makan makanan yang sehat, termasuk berbagai buah dan sayuran serta biji-bijian.
  • Kurangi jumlah garam dalam makanan, dan targetkan kurang dari 1.500 miligram natrium setiap hari.
  • Lakukan olahraga ringan setelah berdiskusi dengan dokter tentang program aktivitas fisik yang paling tepat.
  • Kurangi atau minimalkan jumlah alkohol yang diminum. Rekomendasi khusus akan tergantung pada jenis kardiomiopati yang kamu alami. 
  • Cobalah untuk mengelola stres dengan baik.
  • Tidur yang cukup.
  • Minum semua obat seperti yang diarahkan oleh dokter.
  • Kunjungi dokter untuk konsultasi lanjutan rutin.

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2021. What Is Cardiomyopathy in Adults?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cardiomyopathy.
National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2021. Cardiomyopathy.