• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Tanda Seseorang Mengidap Cinderella Complex?

Apa Saja Tanda Seseorang Mengidap Cinderella Complex?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Apa Saja Tanda Seseorang Mengidap Cinderella Complex?

Halodoc, Jakarta - Membaca dongeng atau menonton drama percintaan memang kerap menjadi kegiatan pengisi waktu luang yang menyenangkan. Terlebih jika pemerannya tersebut memiliki paras yang rupawan, tidak mengherankan banyak wanita yang menyukainya. Drama-drama ini kerap menceritakan akhir kisah yang bahagia, sehingga memicu para wanita untuk berkhayal bisa bertemu pria dengan fisik yang sempurna dan mau menikahinya dan mengayominya hingga akhir hayat.

Sayangnya semua cerita manis itu hanya dongeng belaka. Pada kenyataannya, kita harus berjuang masing-masing untuk mencapai kebahagiaan tersebut. Namun tahukah kamu bahwa ada wanita yang sangat terobsesi memiliki hidup seperti dalam drama? Di dalam dunia psikologi, ada istilah yang cukup populer untuk menggambarkannya, yaitu sindrom cinderella complex. Lantas, bagaimana ciri dari wanita yang memiliki kondisi seperti itu, dan apakah kondisi ini masuk dalam gangguan mental?

Baca juga: Benarkah Memanjakan Anak Picu Sindrom Cinderella Complex?

Tanda Wanita dengan Cinderella Complex

Sindrom Cinderella Complex (CC) adalah salah satu istilah psikiatri modern yang pertama kali dicetuskan oleh Colette Dowling, terapis asal New York sekaligus penulis buku “The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence”. Melalui bukunya tersebut, sindrom ini terjadi akibat seorang wanita tidak dididik untuk menghadapi ketakutannya, dan tidak diajarkan mengatasi segala masalahnya sendiri.

Sayangnya, belum ada penelitian lebih dalam lagi mengenai kondisi ini. Hingga saat ini, Cinderella Complex belum dimasukkan ke dalam gangguan psikologis. Secara umum, sindrom Cinderella Complex berkaitan erat dengan gangguan psikologis, yaitu gangguan kepribadian dependen. Gangguan kepribadian ini dependen terjadi saat seseorang menjadi sangat tergantung dengan orang lain, sehingga nyaris tidak sanggup untuk hidup mandiri.

Ada beberapa gejala yang ditunjukkan oleh wanita dengan sindrom Cinderella Complex, yaitu: 

  • Mereka kerap mendambakan pasangan yang akan menyelamatkan hidupnya, dalam artian seseorang yang entah dari mana datangnya akan mau melindungi, mengayomi, dan menyediakan segala kebutuhan hidupnya.
  • Sindrom Cinderella Complex juga mengarah pada perilaku yang tidak efektif dalam pekerjaan, merasa cemas akan kesuksesan, hingga pada tahap ketakutan bahwa kemandiriannya akan menghilangkan esensi feminitas dirinya sebagai perempuan.

Merasa bahwa kamu atau orang terdekat memiliki gangguan seperti ini? Sebaiknya segera berdiskusi dengan psikolog di Halodoc. Ambil smartphone kamu, dan segera gunakan fitur chat di aplikasi Halodoc untuk mendiskusikan solusi akan masalah ini. Psikolog di Halodoc akan siap membantu, kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Kenali Sindrom Peter Pan Vs Sindrom Cinderella Complex pada Anak

Lantas, Bisakah Cinderella Complex Diatasi?

Cinderella Complex sebetulnya merupakan efek samping dari budaya patriarki. Banyak budaya yang menuntut pria harus bisa memenuhi kebutuhan seorang wanita, sementara wanita mengurus urusan domestik. Alhasil, kemandirian, kerja keras, dan keuletan lebih diajarkan pada pria. 

Budaya patriarki ini membuat wanita dibesarkan untuk terus bergantung pada seorang pria. Wanita pun dibuat tidak berdaya dan ketakutan tanpa dampingan pria di sisi mereka. Secara sadar atau tidak sadar, wanita dididik untuk percaya bahwa mereka tidak bisa berdiri sendiri, bahwa mereka terlalu rapuh, terlalu lembut, terlalu membutuhkan perlindungan seorang pria. Sementara itu, pria bisa memilih jalan hidupnya sendiri dan menjadi penyelamat hidup wanita. 

Baca juga: Pola Asuh Anak Sebabkan Sindrom Cinderella Complex, Ini Penjelasannya

Bagi wanita yang memiliki kondisi ini dan menginginkan untuk hidup mandiri, maka ia harus mengenali sejauh mana ketakutan menguasai hidup. Tulis sebuah jurnal pengamatan diri, catat segala mimpi dan khayalan serta realitas yang sedang dihadapi.

Kamu bisa bergabung dengan komunitas perempuan, atau rajin-rajinlah berkumpul dengan teman dekat untuk saling sharing dan jujur membuka diri. Tujuannya agar mampu mengenal potensi dalam diri sendiri dan berjuang sendiri untuk menggapai kebahagiaan hidup. 

Selain itu, Cinderella Complex juga kerap terjadi akibat pola asuh anak. Jika orangtua tidak ingin anak perempuannya di masa depan menjadi tidak mandiri, didik mereka sama seperti laki-laki. Ajarkan kerja keras, tanggung jawab, disiplin, dan dukung dirinya untuk memanfaatkan potensi dirinya. 

Referensi:
Empowher. Diakses pada 2020. Psychology Behind The Cinderella Complex.
The New York Times. Diakses pada 2020. The Cinderella Syndrome.
Women's Wellbeing and Mental Health. Diakses pada 2020. The Cinderella Complex.