• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Tanda Bisul Harus Diperiksakan ke Dokter?

Apa Tanda Bisul Harus Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apa Tanda Bisul Harus Diperiksakan ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Keberadaan bisul di kulit dapat sangat mengganggu karena setiap tersentuh rasanya sakit. Infeksi kulit ini terjadi di folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit, yang kemudian memunculkan bintil berisi nanah. 

Pada kebanyakan kasus, bisul dapat pecah lalu sembuh dengan sendirinya. Namun, bukan berarti infeksi kulit ini bisa dianggap sepele. Kamu perlu mengetahui tanda-tanda bisul harus diperiksakan ke dokter. Yuk simak pembahasannya lebih lanjut!

Baca juga: Kenalan Lebih Jauh dengan Hidradenitis Suppurativa alias Bisul

Inilah Tanda Bisul Harus Diperiksakan ke Dokter

Penanganan medis oleh dokter sebenarnya jarang dibutuhkan untuk bisul. Kamu dapat melakukan perawatan mendiri di rumah, dengan mengompres hangat area bisul. Namun, ada kalanya bisul juga butuh penanganan medis khusus.

Terutama bila bisul muncul lebih dari satu di waktu yang bersamaan, atau disertai beberapa gejala berikut ini:

  • Bisul muncul di wajah.
  • Mengalami demam dan menggigil.
  • Diameter bisul lebih dari 5 sentimeter.
  • Bisul tak kunjung sembuh dalam dua minggu.
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Muncul garis-garis atau kemerahan di kulit sekitar bisul.
  • Rasa sakit akibat bisul semakin parah atau sangat menyakitkan.
  • Sedang mengidap diabetes, murmur jantung, gangguan sistem kekebalan tubuh, atau menggunakan obat-obatan yang melemahkan imun tubuh dan muncul bisul di kulit.

Jika kamu mengalami bisul dengan tanda-tanda seperti yang disebutkan tadi, sebaiknya segera gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter. Lalu, kamu juga bisa membeli obat yang diresepkan dokter lewat aplikasi.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Mengonsumsi Telur Sebabkan Bisulan

Bila infeksi yang terjadi sudah menyebar ke jaringan yang lebih dalam atau meluas, dokter dapat mengambil sampel nanah. Tujuannya untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang jadi penyebab bisul secara lebih akurat. Hasil dari pemeriksaan dapat memudahkan dokter untuk memilih jenis antibiotik dan pengobatan lainnya yang diperlukan. 

Penyebab dan Faktor Risiko Timbulnya Bisul

Umumnya, bisul disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut sebenarnya banyak ditemukan di kulit, hidung, dan tenggorokan. Lalu, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi ketika kulit tergores atau bergesekan dengan sesuatu. 

Perlu diketahui, struktur kulit manusia merupakan pertahanan keluar terhadap zat asing yang bisa menyebabkan penyakit. Nah, jika kulit yang tergores rusak, bakteri dapat masuk ke dalam dinding folikel rambut di balik kulit, dan menyebabkan infeksi.

Bisul umumnya muncul di area kulit yang ditumbuhi rambut, di mana area ini lebih sering berkeringat atau mengalami gesekan. Jadi, semua area kulit yang ditumbuhi rambut, termasuk wajah, belakang leher, ketiak, paha, dan bokong, bisa terkena bisul.

Baca juga: Inilah 3 Cara Ampuh untuk Mengatasi Bisul pada Bayi

Bicara soal faktor risiko, sebenarnya siapa pun bisa mengalami bisul. Baik pria, wanita, tua, ataupun muda. Namun, ada beberapa kelompok orang yang diduga lebih rentan terhadap bisul. Misalnya saja orang dengan sistem imun yang lemah. 

Orang-orang dengan sistem imun yang lemah akan lebih sulit untuk melawan infeksi, sehingga bisa rentan terhadap bisul. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sistem imun melemah, seperti penyakit diabetes, gagal ginjal, HIV, berusia lanjut, atau sedang mengonsumsi obat yang menekan sistem imun. 

Selain itu, beberapa penyakit yang dapat merusak lapisan pelindung kulit, seperti jerawat dan eksim, juga bisa meningkatkan risiko bisul. Belum lagi risiko penularan melalui kontak antara kulit dan nanah bisul. Kamu juga perlu waspada dan menghindari saling meminjam barang pribadi dengan orang yang bisulan, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Boils.
DermNet NZ. Diakses pada 2021. Boil.
Better Health. Diakses pada 2021. Boils.