• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Bisa Menyebabkan Terjadinya Epiglotitis?

Apa yang Bisa Menyebabkan Terjadinya Epiglotitis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Seperti namanya, epiglotitis adalah kondisi peradangan pada epiglotis, yaitu katup berbentuk menyerupai daun dan terletak di belakang lidah. Fungsinya untuk menutup batang tenggorokan ketika proses menelan berlangsung, agar tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke saluran napas.

Epiglotitis dapat terjadi pada siapa saja. Namun, kondisi ini sering dialami oleh anak-anak berusia 2-5 tahun. Epiglotitis juga rentan terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Misalnya, orang yang mengidap kanker, atau HIV/AIDS.

Baca juga: Kenali 9 Tanda dan Gejala Epiglotis, Penyakit yang Sebabkan Sesak Napas

Penyebab Epiglotitis Paling Umum Adalah Infeksi Bakteri

Umumnya, penyebab epiglotitis adalah infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Kedua jenis bakteri tersebut sering memicu peradangan pada epiglotis. Cara penyebarannya sama seperti flu, yaitu lewat percikan air liur dan ingus pengidapnya, yang tidak sengaja terhirup. 

Infeksi bakteri tersebut menyebabkan pembengkakan pada epiglotis. Hal ini membuat keluar masuknya udara pada saluran pernapasan terhalang. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menjadi fatal. 

Meski umumnya disebabkan oleh bakteri, epiglotitis juga bisa terjadi karena infeksi virus atau jamur, serta cedera pada tenggorokan. Misalnya akibat menelan bahan kimia atau benda tajam, kebiasaan merokok, atau mengalami benturan pada tenggorokan. 

Baca juga: Mengapa Epiglotitis Bisa Sebabkan Kematian?

Kenali Gejala Epiglotitis

Gejala epiglotitis pada orang dewasa dan anak-anak agak berbeda. Pada orang dewasa, gejala umumnya memburuk secara perlahan, sedangkan pada anak-anak bisa saja bertambah parah dengan cepat, bahkan dalam hitungan jam. Berikut ini gejala epiglotitis secara umum yang perlu dikenali:

  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sulit menelan.
  • Ngorok.
  • Suara serak.
  • Ngeces.
  • Sesak napas.

Pada anak-anak, waspadalah jika mereka mengalami gejala tersebut dan menjadi rewel serta uring-uringan. Selain beberapa gejala tersebut, pengidap epiglotitis cenderung lebih suka duduk tegak dengan tubuh condong ke depan. Sebab, posisi tersebut dapat memudahkannya untuk bernapas.

Meski gejalanya mirip penyakit croup (infeksi pada tenggorokan akibat virus), epiglotitis sebenarnya lebih berbahaya. Sebab, epiglotitis perlu diobati secepatnya. Jika tidak, epiglotis yang membengkak bisa menutup batang tenggorokan, sehingga menghambat pasokan oksigen untuk tubuh. 

Tentunya, hal tersebut dapat berujung pada kematian. Oleh karena itu, pengidap epiglotitis perlu segera dibawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan penanganan. Hindari membaringkan pengidap dalam posisi terlentang atau memeriksa tenggorokannya tanpa didampingi petugas medis, karena justru dapat memperburuk kondisi.

Baca juga: Siapa Saja Orang yang Rentan Terserang Epiglotitis?

Seperti Apa Pengobatan untuk Epiglotitis?

Pengobatan epiglotitis difokuskan untuk memastikan saluran pernapasan tetap terbuka. Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah pemasangan selang napas atau intubasi endotrakeal, lewat mulut. Namun, jika epiglotis menutupi batang tenggorokan dan selang napas sulit dipasang, maka dokter akan melakukan trakeostomi.

Trakeostomi adalah prosedur yang dilakukan dengan cara melubangi leher dan memasang alat khusus langsung ke batang tenggorokan. Jika epiglotitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya memberikan suntikan antibiotik. 

Antibiotik yang diberikan awalnya adalah yang secara umum dapat membunuh banyak bakteri. Lalu, setelah hasil tes darah atau sampel jaringan keluar, dokter dapat mengganti antibiotik sesuai jenis bakteri yang menyebabkan epiglotitis.

Selain pemberian antibiotik, dokter juga dapat memberikan obat-obatan lainnya untuk meredakan gejala yang muncul. Misalnya, obat kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan di dalam tenggorokan, atau obat-obatan lainnya, tergantung kondisi yang dialami.

Itulah sedikit penjelasan mengenai epiglotitis. Jika kamu ingin tahu lebih lanjut tentang penyakit ini, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter terpercaya, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Epiglottitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Epiglottitis.
Patient. Diakses pada 2020. Epiglottitis.