• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Dimaksud dengan Fase Kritis Demam Berdarah?

Apa yang Dimaksud dengan Fase Kritis Demam Berdarah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kamu tentu tahu tentang penyakit demam berdarah, bukan? Penyakit ini banyak ditakuti, terutama pada musim pancaroba, karena tak jarang menyebabkan kondisi fatal. Untuk mengantisipasi fatalnya penyakit ini, kamu perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan fase kritis demam berdarah.

Ya, demam berdarah adalah penyakit yang terbagi menjadi beberapa fase, sejak kemunculan gejala pertama kali, hingga benar-benar sembuh. Setiap fasenya tentu penting. Namun, fase kritis demam berdarah bisa dibilang merupakan yang paling penting dan perlu diwaspadai. 

Baca juga: Hati-Hati DBD yang Bisa Diketahui Lewat Air Liur

Memahami Fase Kritis Demam Berdarah

Adanya pembagian fase pada demam berdarah menandakan bahwa tubuh sedang melawan virus dengue yang dibawa nyamuk. Fase-fase demam berdarah juga sering disebut “siklus pelana kuda”. Hal ini karena ketika digambarkan, laju perkembangan penyakit ini terlihat tinggi-rendah-tinggi, mirip seperti pelana kuda. 

Sebelum memasuki fase kritis demam berdarah, pengidap akan mengalami fase awal yang disebut fase demam. Fase ini terjadi ketika virus mulai menginfeksi tubuh, ditandai dengan demam tinggi lebih dari 40 derajat Celcius. Fase demam biasanya berlangsung selama 2-7 hari.

Lalu, mari bahas tentang fase kritis demam berdarah, umumnya terjadi 3-7 hari setelah melalui fase demam. Fase kritis demam berdarah sering kali mengecoh, karena di fase ini demam akan turun drastis, seolah membaik. Padahal justru perlu lebih waspada. 

Banyak orang di fase kritis demam berdarah yang sudah kembali beraktivitas, karena merasa dirinya sembuh. Padahal, di fase ini kondisi bisa berubah fatal, jika pengobatan dihentikan. Jika diabaikan dan tidak ditangani dengan tepat, trombosit darah akan menurun drastis, dan menyebabkan perdarahan.

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar DBD

Perhatikan Gejala saat Fase Kritis Demam Berdarah

Masa-masa peralihan dari fase demam ke fase kritis demam berdarah dapat meningkatkan risiko pengidap untuk mengalami kebocoran plasma darah dari pembuluh, serta kerusakan organ, dan perdarahan hebat. Lalu, adakah gejala yang perlu diperhatikan selama fase kritis demam berdarah?

Gejala kebocoran pembuluh darah pada fase kritis demam berdarah sebenarnya dapat dilihat dengan jelas. Beberapa di antaranya adalah:

  • Sering mimisan.
  • Muntah-muntah.
  • Sakit perut tak tertahankan.

Selain itu, jika diperiksa di laboratorium, pengidap demam berdarah yang alami gejala kebocoran pembuluh darah juga umumnya mengalami pembesaran organ hati. 

Meski begitu, fase kritis demam berdarah juga bisa terjadi tanpa kebocoran plasma yang disertai perdarahan luar. Meski kamu tidak mengalami berbagai gejala tadi, bisa jadi tubuh sedang mengalami perdarahan internal yang lebih parah.

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Apa yang Bisa Dilakukan selama Fase Kritis Demam Berdarah?

Seperti dijelaskan tadi, karena fase kritis demam berdarah bisa berakibat fatal jika diabaikan dan pengobatan dihentikan, maka yang perlu dilakukan saat fase ini adalah melanjutkan pengobatan. Meski demam turun, terasa sudah sehat, sebenarnya tubuh belum sembuh sepenuhnya. 

Menghentikan pengobatan hanya akan membuat trombosit pengidap demam berdarah menurun secara drastis dan memicu perdarahan yang tidak disadari. Jadi, cara satu-satunya untuk melewati fase kritis demam berdarah adalah dengan mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. 

Gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, jika mengalami demam tinggi. Dengan begitu, penyebab pastinya bisa diketahui, apakah demam berdarah atau bukan. Jika demam berdarah, pastikan untuk mengikuti seluruh pengobatan dan anjuran dokter, ya. 

Jika berhasil melalui fase kritis demam berdarah, pengidap biasanya akan kembali mengalami demam. Namun, hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena merupakan tanda fase penyembuhan berlangsung.

Seiring dengan naiknya suhu tubuh, trombosit juga akan perlahan ikut naik ke taraf normal. Cairan tubuh yang tadinya turun selama dua fase pertama juga pelan-pelan mulai kembali normal pada 48-72 jam setelahnya. Namun, pastikan untuk istirahat dan minum air putih yang cukup, ya.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. About Dengue.
WHO. Diakses pada 2021. Clinical Diagnosis.
European Centre for Disease Prevention and Control. Diakses pada 2021. Aedes Aegypti - Factsheet for Experts.
The Brazilian Journal Of Infectious Diseases. Diakses pada 2021. Categorization Of Dengue Fever According To Phase Of Illness—a Suggestion For Clinical Studies Using Single Diagnostic Sample.