• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Harus Diperhatikan saat Mengalami Gigi Impaksi?

Apa yang Harus Diperhatikan saat Mengalami Gigi Impaksi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apa yang Harus Diperhatikan saat Mengalami Gigi Impaksi?

Halodoc, Jakarta – Gigi yang mengalami impaksi terkadang bisa menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. Impaksi terjadi ketika gigi tidak dapat menembus gusi akibat terhalang oleh gigi di atasnya. Sering kali, gigi impaksi juga tidak menimbulkan gejala yang jelas dan hanya ditemukan selama pemeriksaan rontgen rutin di kantor dokter gigi.

Gigi impaksi akan tetap tertanam di jaringan gusi atau tulang lebih lama dari yang seharusnya. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gigi impaksi. Kamu mungkin berisiko mengalami impaksi gigi karena genetika atau karena tidak mendapatkan perawatan ortodontik yang tepat pada waktunya.

Baca juga: Ganggu Aktivitas, Ini 2 Cara Atasi Nyeri Gigi Bungsu

Hal yang Perlu Diperhatikan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terkadang gigi impaksi tidak menimbulkan gejala apapun. Meski begitu, sebaiknya kamu perhatikan gejala ini yang bisa menandakan gigi impaksi:

  • Gusi merah, bengkak, atau berdarah.
  • Bau mulut.
  • Mulut terasa tidak enak.
  • Kesulitan membuka mulut.
  • Rasa sakit saat membuka mulut, atau saat mengunyah dan menggigit.

Gejala tersebut bisa datang dan pergi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Impaksi bisa terjadi sepenuhnya maupun sebagian. Gigi impaksi sebagian ditandai dengan gigi yang sudah mulai tumbuh, sehingga sedikit menembus gusi. Sedangkan gigi impaksi penuh tidak bisa menembus gusi sama sekali.

Gigi impaksi sebagian tentu akan lebih sulit dibersihkan karena letaknya. Jika tidak dibersihkan dan tidak segera diatasi, gigi impaksi sebagian bisa menyebabkan gigi berlubang, kerusakan, infeksi, gigi berjejal di dekatnya, kista, yang dapat merusak akar gigi di dekatnya atau menghancurkan tulang, penyerapan tulang atau gigi yang berdekatan, dan penyakit gusi.

Baca juga: Apakah Semua Orang Akan Tumbuh Gigi Bungsu?

Jika kamu merasa memiliki gigi impaksi, sebaiknya segera temui dokter gigi. Dokter dapat memeriksa gigi secara menyeluruh dan melakukan rontgen mulut. Setelah diperiksa, dokter dapat menentukan tindakan selanjutnya. Kalau kamu berencana mengunjungi dokter gigi, lebih mudah buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc terlebih dahulu. 

Bagaimana Mengatasi Gigi Impaksi?

Jika gigi impaksi tidak menimbulkan gejala apa pun, dokter gigi mungkin hanya akan menunggu dan memantaunya terlebih dahuli. Tindakan mungkin akan dilakukan apabila ada masalah yang berkembang. Apabila terdapat masalah, berikut tindakan yang mungkin akan dilakukan oleh dokter:

1. Operasi

Jika gigi impaksi menimbulkan rasa sakit dan efek samping tidak menyenangkan lainnya, dokter gigi biasanya akan merekomendasikan kamu untuk menjalani operasi ekstraksi. Apalagi dalam kasus gigi bungsu impaksi. Dokter mungkin juga merekomendasikan pencabutan jika gigi yang impaksi berdampak negatif pada gigi lain.

Operasi pencabutan gigi biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Artinya, kamu bisa pulang pada hari yang sama setelah menjalani prosedur. Prosedur ini biasanya hanya memakan waktu 45 hingga 60 menit saja dan kemungkinan kamu hanya mendapat bius lokal. Pemulihan mungkin memakan waktu 7 hingga 10 hari.

Baca juga: 3 Komplikasi yang Dapat Terjadi saat Cabut Gigi Bungsu

2. Alat Bantu untuk Mencegah Erupsi Gigi

Ketika gigi taring mengalami impaksi, alat bantu untuk mencegah erupsi gigi dapat digunakan. Alat bantu ini bisa berupa kawat gigi, breket, atau dengan mencabut gigi bayi atau dewasa yang mungkin menghalangi gigi taring. Metode ini paling efektif bila dilakukan pada orang yang lebih muda. Jika erupsi gigi tidak dapat dihindari, gigi impaksi perlu dicabut dan diganti dengan implan gigi atau jembatan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Identifying and Treating Impacted Teeth.
WebMD. Diakses pada 2021. What to Know About Tooth Impaction.