• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Perlu Diperhatikan setelah Pemeriksaan Telinga?

Apa yang Perlu Diperhatikan setelah Pemeriksaan Telinga?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apa yang Perlu Diperhatikan setelah Pemeriksaan Telinga?

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan telinga dilakukan untuk mengetahui kondisi organ telinga. Biasanya tes ini dilakukan dengan bantuan alat khusus bernama otoskop. Nantinya, alat bantu berbentuk kerucut ini akan dimasukkan ke dalam telinga untuk membantu dokter melihat kondisi organ ini. Dengan bantuan otoskop, dokter akan mencari tahu kemungkinan ada atau tidaknya gangguan pada telinga. 

Pemeriksaan telinga sebenarnya merupakan jenis tes rutin, sehingga bisa dilakukan siapa saja dan kapan saja. Umumnya tes telinga dilakukan pada anak-anak, terutama yang memiliki keluhan atau gejala pada telinga. Selain itu, tes ini juga bisa dilakukan jika seseorang diduga mengalami infeksi pada telinga atau gangguan lainnya. 

Baca juga: 5 Pemeriksaan untuk Deteksi Infeksi Telinga pada Anak

Pemeriksaan Telinga dan Hal yang Perlu Diketahui 

Biasanya, pemeriksaan telinga dilakukan jika seseorang diduga mengalami masalah pada telinga, seperti: 

  • Nyeri pada telinga.
  • Infeksi telinga.
  • Telinga berdengung.
  • Gangguan pendengaran.
  • Keluar kotoran atau cairan dari telinga. 

Pemeriksaan telinga biasanya juga dilakukan pada orang yang sebelumnya pernah mengalami gangguan, seperti: 

  • Cedera kepala. 
  • Infeksi telinga kronis. 
  • Gendang telinga pecah.
  • Kerusakan gendang telinga atau bagian lainnya. 

Pemeriksaan telinga dilakukan dengan menggunakan alat bantu untuk melihat kondisi di dalam organ ini. Jika dokter menemukan keanehan atau tanda ada gangguan, biasanya pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui apa penyebab gangguan dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan begitu, risiko komplikasi pada pendengaran bisa dihindari. 

Jenis pemeriksaan ini biasanya tidak menyakitkan dan jarang menimbulkan efek samping. Dokter yang bertanggung jawab tentu sudah memiliki keahlian di bidangnya. Selain itu, kebersihan alat-alat yang digunakan dalam melakukan pemeriksaan dan pengobatan tentu selalu terjaga. Pemeriksaan telinga tidak sakit, tapi pada orang yang memiliki gangguan telinga mungkin akan merasa tidak nyaman. 

Baca juga: Bukan Mitos, Ini 8 Penyebab Telinga Berdenging

Namun jangan khawatir, dokter biasanya akan meminimalkan rasa sakit. Meski terasa sakit, usahakan untuk tetap duduk diam dan jangan banyak bergerak selama pemeriksaan. Sebab, gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba malah bisa membuat nyeri semakin terasa dan menyulitkan pemeriksaan. Melalui pemeriksaan telinga, dokter akan mencari tahu apakah ada gejala seperti: 

  • Kemerahan.
  • Pembengkakan. 
  • Infeksi.
  • Penumpukan cairan atau nanah.
  • Pendarahan. 

Kalau ada tanda-tanda tersebut, kamu mungkin harus waspada. Lantas, apa yang harus dilakukan setelah menjalani pemeriksaan telinga? Tentu saja kamu harus mencari tahu hasil pemeriksaan dan saran lanjutan dari dokter. Jika ada tanda-tanda gangguan pada telinga, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan atau evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. 

Dengan kata lain, setelah pemeriksaan telinga, kamu disarankan untuk mengikuti saran atau rekomendasi dari dokter yang melakukan pemeriksaan. Datanglah untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Selain itu, sebelum waktu pemeriksaan, sebaiknya jaga selalu kondisi telinga dengan menghindari hal-hal yang bisa menjadi penyebab munculnya rasa sakit. Selain membuat tidak nyaman, tidak menjaga kondisi telinga dengan baik berisiko memperparah gangguan yang ada. 

Baca juga: Inilah Kondisi yang Bisa Menyebabkan Tinnitus

Jika setelah pemeriksaan telinga muncul sejumlah gejala atau rasa tidak nyaman, kamu bisa menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lakukan hal ini sebagai pertolongan pertama sebelum pergi ke dokter spesialis THT. Sampaikan gejala yang dirasakan ke dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Why Do I Need an Ear Exam?
Healthline. Diakses pada 2021. Ear Examination.