• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Darah?

Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Darah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Darah?

Halodoc, Jakarta – Tubuh manusia bisa mengalami kondisi yang disebut dengan kurang darah, yaitu kondisi yang muncul saat jumlah sel darah di dalam tubuh berada di bawah kadar normal. Kabar buruknya, kondisi ini tidak boleh disepelekan karena bisa memberi dampak pada kesehatan tubuh. Ada beberapa gejala yang bisa muncul saat tubuh kekurangan darah. 

Kurang darah bisa menyebabkan tubuh rentan mengalami gangguan tertentu. Secara umum, kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya sering merasa lelah dan pusing, meskipun sedang tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak memiliki cukup banyak sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Tidak Sama, Ini Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah

Risiko Kesehatan saat Kekurangan Darah 

Kurang darah alias anemia biasanya terjadi karena tubuh kekurangan zat besi yang dibutuhkan dalam memproduksi sel darah merah. Kondisi ini disebut dengan anemia defisiensi besi. Selain itu, ada jenis anemia lainnya yang bisa menyerang, yaitu anemia defisiensi vitamin, anemia aplastik, serta anemia yang disebabkan oleh kehamilan. 

Gejala khas dari kurang darah atau anemia adalah mudah merasa lelah, sering pusing, sulit berkonsentrasi, sakit kepala, kulit terlihat pucat, kesemutan, sensasi dingin pada tangan dan kaki, penurunan nafsu makan, serta jantung berdebar-debar. Sayangnya, kondisi ini sering terlambat dikenali karena gejala yang muncul kerap dianggap sebagai tanda kelelahan semata. 

Baca juga: Inilah Gejala yang Umum Terjadi saat Terserang Anemia

Selain memunculkan gejala, kurang darah juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Ada beberapa hal yang bisa terjadi pada tubuh saat kekurangan darah, di antaranya: 

  • Mudah Infeksi 

Pengidap anemia atau kurang darah mudah terserang infeksi. Saat tubuh mengalami kurang darah, dalam hal ini kurang sel darah merah, pasokan oksigen ke organ limpa dan kelenjar getah bening jadi berkurang. Padahal, kedua organ ini memiliki peran penting dalam melawan infeksi. 

  • Rambut Rontok 

Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami rambut rontok secara berlebihan. Selain rontok, kondisi ini juga menyebabkan rambut tidak bisa tumbuh kembali. Kekurangan zat besi menyebabkan pasokan oksigen ke folikel rambut menjadi berkurang. Alhasil, kondisi tersebut membuat rambut berhenti tubuh serta kulit kepala menjadi kering dan lemah. Namun tidak perlu khawatir, setelah zat besi kembali terpenuhi, rambut bisa tumbuh kembali. 

  • Gangguan pada Kaki 

Kekurangan zat besi meningkatkan risiko gangguan pada kaki, yaitu sindrom restless leg atau kaki gelisah. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya mengalami sensasi getaran yang menjalar di kaki, sehingga ada dorongan untuk terus menggerakkan kaki seperti sedang gelisah. 

  • Pembengkakan Otot 

Kurang darah juga bisa menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh, termasuk pembengkakan pada otot lidah. Selain membengkak, kondisi ini juga membuat lidah terasa sakit. Kurang darah juga menyebabkan sudut bibir menjadi kering dan retak-retak. 

Baca juga: Ini Alasan Kurang Darah Bisa Sebabkan Pingsan

Cari tahu lebih lanjut seputar kurang darah atau anemia dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call atau Chat. Kamu juga bisa menyampaikan keluhan kesehatan dan mendapat saran kesehatan dari ahlinya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!

Referensi:
National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2021. Iron-Deficiency Anemia.
Everyday Health. Diakses pada 2021. All About Anemia: Different Types, Causes, Complications, and Treatments.
Healthline. Diakses pada 2021. 10 Signs and Symptoms of Iron Deficiency. NHS UK. Diakses pada 2021. Iron deficiency anaemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Anemia.