• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Ablasi Retina Bisa Dicegah?

Apakah Ablasi Retina Bisa Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ablasi retina adalah kondisi yang terjadi ketika retina (lapisan jaringan tipis di belakang mata) terlepas dari jaringan penyokongnya. Karena retina merupakan bagian penting dari penglihatan, terlepasnya retina dari posisinya tentu dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Lantas, dapatkah ablasi retina dicegah? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Retina adalah lapisan tipis di dalam mata yang kaya akan sel-sel yang peka terhadap cahaya. Lapisan tersebut berfungsi untuk memproses cahaya yang ditangkap oleh mata dan mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk kemudian diteruskan ke otak. Oleh otak, sinyal tersebut akan diproses dan diinterpretasikan sebagai gambar yang kita lihat.

Namun, pada kasus ablasi retina, retina terlepas dari lapisan penyokong di bawahnya, yaitu lapisan koroid yang kaya akan pembuluh darah yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk retina. Hal ini menyebabkan retina tidak bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya. 

Akibatnya, penglihatan pun akan terganggu. Bila tidak segera diobati, ablasi retina juga dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan mata permanen pada mata yang terkena.

Baca juga: Gejala-Gejala yang Bisa Ditimbulkan Ablasi Retina

Penyebab Ablasi Retina

Untuk mengetahui langkah-langkah apa yang bisa dilakukan mencegah ablasi retina, kamu perlu tahu terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab penyakit mata tersebut. Berdasarkan penyebabnya, ablasi retina dapat dibagi menjadi tiga jenis:

1.Rhegmatogenous

Rhegmatogenous adalah ablasi retina yang disebabkan karena adanya lubang atau robekan pada retina yang memungkinkan cairan untuk lewat dan terkumpul di bawah retina, kemudian menarik retina menjauh dari jaringan di bawahnya. Penyebab paling umum dari rhegmatogenous adalah penuaan.

2.Eksudatif

Ablasi retina eksudatif dikenal juga sebagai ablasi retina sekunder. Kondisi mata ini terjadi ketika peradangan, kelainan pembuluh darah atau cedera pada mata menyebabkan cairan menumpuk di bawah retina. Namun, tidak ada lubang atau robekan pada retina.

3.Traksional

Traksional adalah jenis ablasi retina yang terjadi ketika cedera atau peradangan menyebabkan jaringan fibrovaskular menarik retina dari epitel pigmen retina. Ablasi traksional juga sering terjadi pada orang yang memiliki diabetes yang tidak terkontrol atau kondisi lainnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengobati Ablasi Retina?

Faktor Risiko Ablasi Retina

Selain penyebab di atas, ada juga beberapa faktor risiko ablasi retina yang perlu diwaspadai:

  • Usia, ablasi retina sering terjadi pada usia 50 tahun ke atas.
  • Riwayat pernah mengalami ablasi retina.
  • Riwayat keluarga dengan ablasi retina.
  • Memiliki miopia atau rabun jauh yang parah, misalnya minus 10.
  • Riwayat pembedahan di mata, seperti operasi katarak.
  • Riwayat cedera mata serius.
  • Riwayat mengidap penyakit mata lainnya, seperti uveitis atau peradangan pada lapisan tengah mata.

Cara Mencegah Ablasi Retina

Secara umum, tidak ada cara untuk mencegah ablasi retina. Namun, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut ini untuk menghindari faktor risiko ablasi retina:

  • Menggunakan Pelindung Mata

Kamu bisa mencegah ablasi retina akibat cedera mata dengan menggunakan pelindung mata. Cobalah menggunakan kacamata olahraga dengan lensa polikarbonat bila kamu ingin bermain raket atau aktivitas lainnya yang dapat menyebabkan cedera mata. Kamu mungkin juga memerlukan kacamata khusus bila bekerja dengan mesin, bahan kimia, atau alat, baik di tempat kerja maupun di rumah.

  • Kontrol Kadar Gula Darah atau Tekanan Darah

Bila kamu mengidap diabetes atau hipertensi, kendalikanlah kondisi tersebut dan kunjungi dokter secara teratur. Hal ini dapat membantu menjaga pembuluh darah di retina tetap sehat.

  • Lakukan Pemeriksaan Mata

Lakukanlah tes mata setahun sekali, atau lebih sering bila kamu memiliki faktor risiko ablasi retina. Dengan melakukan pemeriksaan mata secara berkala, perubahan awal pada penglihatan yang mungkin tidak kamu sadari, dapat terdeteksi.

Baca juga: 2 Jenis Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Ablasi Retina

Penting juga untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila kamu mengalami gejala ablasi retina. Untuk melakukan pemeriksaan terkait gejala ablasi retina yang kamu alami, juga bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihanmu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What you need to know about a detached retina.
Healthline. Diakses pada 2020. Retinal Detachment.