• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Anti Sosial Sama dengan Gangguan Kepribadian Antisosial?

Apakah Anti Sosial Sama dengan Gangguan Kepribadian Antisosial?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap orang dapat menimbulkan respon yang berbeda-beda saat melakukan interaksi sosial. Ada yang membuatnya lebih bersemangat, tetapi di sisi lain ada juga yang merasa enggan untuk melakukannya. Seseorang yang kerap berusaha menghindari keramaian disebut juga dengan anti sosial. Namun, apakah anti sosial adalah masalah yang sama dengan gangguan kepribadian antisosial? Berikut ulasannya!

Hubungan Antara Anti Sosial dengan Gangguan Kepribadian Sosial

Anggapan masyarakat terkait seseorang yang tidak ingin berteman atau bersosialisasi dengan orang lain dan lebih memilih sendirian biasanya dikategorikan sebagai anti sosial. Gangguan yang disebut juga dengan "ansos" ini biasanya dilakukan karena merasa lebih nyaman menjauh dari orang lain. Namun, istilah anti sosial yang ada berbeda dengan gangguan kepribadian antisosial.

Baca juga: Pengidap Gangguan Kepribadian Antisosial Bisa Jadi Psikopat?

Gangguan tersebut terkadang disebut juga dengan sosiopatik, yaitu kelainan jiwa yang secara konsisten tidak memperhatikan sesuatu yang benar dan salah. Seseorang dengan gangguan ini juga kerap mengabaikan hak dan perasaan orang lain. Pengidap gangguan kepribadian antisosial lebih sering memusuhi, memanipulasi, hingga memperlakukan orang lain dengan kasar hingga menimbulkan perasaan tidak peduli. Bahkan, tidak ada rasa bersalah telah melakukannya.

Seseorang yang mengalami masalah ini seringkali melanggar hukum. Pengidap gangguan ini mungkin berbohong, berperilaku kasar, hingga impulsif. Bahkan, beberapa orang memiliki masalah dengan penggunaan narkoba dan alkohol. Hal ini dapat menyebabkan pengidapnya kerap bermasalah pada tanggung jawab yang seharusnya dipenuhi, seperti keluarga dan pekerjaan.

Lalu, jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait hubungan antara anti sosial dengan gangguan kepribadian sosial, psikolog atau psikiater dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc dan nikmati kemudahan untuk berinteraksi dengan dokter!

Seseorang yang Berisiko Mengidap Gangguan Kepribadian Antisosial

Diketahui bahwa seseorang yang mengalami masalah kejiwaan ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Meski begitu, tidak diketahui pasti penyebab seseorang dapat mengembangkan gangguan kepribadian antisosial, tetapi hubungan antara pengalaman masa kanak-kanak yang menimbulkan rasa trauma, seperti pelecehan atau penelantaran dianggap dapat meningkatkan risiko gangguan ini.

Masalah kejiwaan ini seringkali terjadi pada lingkungan keluarga yang memiliki masalah. Hal ini dapat disebabkan karena salah satu atau kedua orangtua mungkin menyalahgunakan alkohol atau konflik antar orangtua, hingga pola asuh yang kasar dan kerap melibatkan kontak fisik. Masa sulit tersebut akan menimbulkan masalah perilaku yang akhirnya menimbulkan gangguan kepribadian antisosial.

Baca juga: Kenali Perbedaan Kepribadian Antisosial dan Narsistik

Dampak Buruk dari Gangguan Kepribadian Antisosial

Melakukan sesuatu yang berhubungan dengan perilaku kriminal dapat menjadi salah satu ciri dari gangguan kepribadian antisosial. Hal tersebut juga memiliki risiko tinggi jika pengidapnya akan melakukan kejahatan dan dipenjara pada suatu saat dalam hidupnya.

Pria yang mengidap gangguan kepribadian ini ditemukan 3 hingga 5 kali lebih mungkin untuk menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan dibandingkan seseorang yang tidak mengalaminya. Selain itu, peningkatan risiko kematian akibat perilaku yang berbahaya hingga percobaan bunuh diri.

Lalu, bagaimana cara membuat pengidap gangguan kepribadian sosial lebih baik?

Memang dapat menjadi hal yang sulit jika memiliki orang terdekat yang mengalami masalah ini. Seseorang dengan masalah kejiwaan ini kerap membuat orang lain merasa tertekan tanpa perasaan bersalah sekalipun. Maka dari itu, jika orang terdekatmu ada yang mengidap gangguan jiwa ini, ada baiknya langsung menemui psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Idap Gangguan Kepribadian Antisosial, Perlu Dampingan Psikiater?

Itulah pembahasan terkait perbedaan antara anti sosial dengan gangguan kepribadian anti sosial. Dengan mengetahui hal ini, diharapkan kamu tahu gangguan yang menyerang kamu atau orang yang kamu kenal. Dengan begitu, penanganan yang tepat dapat dilakukan dan membuat masalah yang ada menjadi lebih baik.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Antisocial personality disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Antisocial personality disorder.